
Felia bisa melihat macam-macam bunga yang sebelumnya belum pernah dia lihat.
" Sangat cantik sekali aku suka."
Handphone Devano berdering ternyata panggilan telephone masuk dari Ibu nya.
" Ibu, seperti nya bertanya kabar tentang kita berdua."
Devano langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Bu*
* Devano, sekarang kamu sudah sampai mana*
* Aku dan Felia sudah sampai di taman bunga, Felia kelihatan sangat senang sekali*
* Syukurlah jika kalian berdua sudah sampai, di sini hujan deras Devano*
* Di sini sangat cerah Bu, seperti nya aku pun tidak akan lama berada di rumah*
* Yasudah Devano, hati-hati yaa dan jaga Felia baik-baik yaa*
* Tenang saja Bu, aku pasti akan menjaga Felia*
__ADS_1
Melani mengakhiri panggilan telephone nya, dia yang sedang bersama dengan suaminya di dalam kamar.
Melani terus saja memperhatikan cincin berlian yang di berikan oleh suaminya.
" Ayah, ibu merasa cincin berlian ini terlalu mahal dan mewah untuk ibu."
Melani merasa tidak nyaman memakai barang yang sangat mewah tersebut.
" Cincin itu cocok untuk mu Melani, anggap saja ini adalah hadiah untuk kamu yang selalu bekerja keras di toko."
Melani tersenyum dia merasa mempunyai suami yang begitu sangat sayang kepada nya.
" Terimakasih banyak yaa, kamu sangat perhatian sekali dengan ku."
" Melani, aku meminta maaf kepada mu yaa. Dulu di saat kita berpacaran, aku belum bisa membuat mu bahagia. Sekarang, aku setelah kita di berikan kesempatan untuk bisa bersama aku baru bisa membuat kamu bahagia."
Rendy melepaskan pelukan erat nya sambil memandangi wajah Melani.
" Aku sangat mencintaimu Melani, walaupun sebelumnya aku yang sudah menikah dan mempunyai Devano. Tapi percayalah di setiap perjalanan pernikahan ku, aku selalu mengingat kamu. Apalagi aku yang di khianati cinta oleh mantan istri ku, rasanya aku bisa dengan mudah meninggalkan nya."
Melani meneteskan air mata nya.
" Aku berharap besar pernikahan kita berdua bisa selalu bertahan yaa, apalagi kita sekarang yang sudah mempunyai Devano dan Felia. Mereka berdua yang sudah tumbuh besar, dan aku merasa sangat bahagia sekali hubungan mereka berdua bisa sangat baik."
__ADS_1
Melani dan Rendy tidak mempunyai pikiran negatif terhadap mereka berdua, merasa berpikir rasa sayang Devano kepada Felia rasa sayang kakak kepada adiknya.
" Aku tidak menyangka jika Devano bisa bersikap baik dengan Felia, mereka berdua bisa cepat akrab. Semoga saja mereka berdua bisa selalu akur, Devano mempunyai adik perempuan yang sangat cantik."
Hujan semakin deras membuat Melani merasa sangat menghawatirkan kondisi Felia dan Devano.
" Lihat hujan semakin deras dan di sertai dengan petir, bagaimana dengan mereka berdua yaa."
Melani semakin hawatir sekali dengan Devano dan Felia.
" Melani kamu tenang saja yaa, bukan kah tadi Devano bilang di sana tidak hujan."
Rendy mencoba untuk menenangkan pikiran Melani.
" Sudah yaa jangan berpikiran negatif terhadap mereka berdua, kamu tenang yaa mereka berdua pasti akan baik-baik saja."
Melani mencoba untuk menenangkan pikiran dia mencoba untuk berpikiran positif terhadap kedua anak nya.
" Sekarang lebih baik kita keluar kamar yaa, kita minum coffe sambil mengobrol di ruangan keluarga."
Rendy menarik tangan Melani yang terus menerus melihat hujan deras dari jendela kamar nya.
Mereka berdua pun berjalan menuju ke ruangan keluarga, Rendy meminta pelayan nya untuk membuatkan coffe untuk mereka berdua.
__ADS_1