
Melani membuka kamar yang dia masuk ke dalam, Melani melihat kamar Felia yang sangat rapih dan bersih.
" Haruskah aku berpikiran negatif terhadap Felia."
Pandangan mata Melani tertuju pada kamar mandi Felia, dia membuka kamar mandi tersebut dan melihat ke arah tempat sampah.
Melani memeriksa tempat sampah tersebut dan begitu sangat terkejut Melani ketika melihat ada bekas tespek di dalam tempat sampah tersebut.
" Garis dua, Felia positif hamil."
Melani seketika dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, dia mengetahui Felia yang tidak pernah berpacaran tapi kenapa Felia bisa sampai hamil.
Melani keluar dari kamar nya dengan penuh emosional, dia menghampiri Felia.
Plaaaaakkk
Melani menampar pipi Felia.
" Anak tidak punya rasa malu, Felia kamu hamil dengan siapa? Kenapa kamu mempermalukan Ibu mu ini."
Melani melemparkan tespek di depan wajah Felia.
Felia seketika langsung menangis secepat inikah ibu nya harus mengetahui kehamilan nya.
__ADS_1
" Aku minta maaf Bu, maafkan aku Buu."
Felia bersujud di hadapan ibu nya sambil meminta maaf.
" Pergi kamu dari sini Felia, kamu hanya membuat ibu malu saja."
Melani langsung meninggalkan Felia dia pergi ke kamar nya, Felia pun memilih untuk pergi Felia mengambil tas dia tidak membawa pakaian karena percuma dia tidak tahu harus pergi ke mana.
Felia menangis meninggalkan rumah besar, ketika Felia keluar dari gerbang ternyata Sabilla sudah menunggu Felia.
Sabilla mengetahui jika Felia pasti akan di usir dari rumah nya.
" Aku harus mengurus Felia, karena Felia sekarang sedang hamil anak Devano."
Sabilla memberhentikan mobilnya dia membuka kaca mobil nya.
Felia yang tidak mengenal Sabilla dia memilih untuk berlari, Sabilla turun dari mobil nya dia mengejar Felia.
" Aku Mama nya Devano, aku melihat mu di apotek ketika kamu dan teman mu sedang membeli respek. Kamu di usir oleh ibu mu,? Aku yang akan mengurus mu, karena kamu sedang hamil cucu pertama ku."
Sabilla menarik tangan Felia dan membukakannya pintu mobil nya, Felia pun akhirnya masuk sepeda apa yang di katakan oleh Sabilla.
Felia merasa semuanya sudah di atur dia di usir oleh ibu nya, dan di selamatkan oleh Mama Devano.
__ADS_1
" Aku sudah mengetahui hubungan mu dengan Devano, Devano sudah bercerita semuanya."
Felia hanya bisa menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali.
" Pantesan saja Devano mempunyai perasaan terhadap mu, kamu ternyata sangat cantik sekali."
Sabilla memberhentikan mobilnya di sebuah minimarket.
" Kamu tunggu yaa sebentar."
Sabilla turun dari mobil dia masuk ke dalam minimarket tersebut, Sabilla ternyata membelikan susu hamil untuk Felia.
" Besok aku akan membawa nya pergi ke Dokter Specialis Kandungan, aku menghawatirkan kondisi nya karena dia pasti sangat despresi sekali."
Setelah membeli perlengkapan untuk Felia, Sabilla kembali masuk ke dalam mobil nya.
" Besok kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan yaa, karena aku melihat wajah mu sangat pucat sekali."
Sabilla begitu sangat baik kepada Felia, karena dia mengetahui Devano harus menikah dengan wanita lain karena dia.
Devano ingin menyelamatkan diri nya dan Felia yang menjadi korban nya.
" Terimakasih atas Tante, sangat baik sekali sama aku."
__ADS_1
Sabilla tersenyum manis kepada Felia, dia tidak menjawab perkataan Felia.
Sabilla fokus pada kendaraan nya saja.