Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 40.


__ADS_3

Vicko mendatangi rumah Tante Sabilla, dia masih memakai seragam sekolah.


" Setelah mendapatkan uang nya, aku sudah tidak mau tidur bersama dengan nya. Aku ingin bersama dengan wanita muda yang masih segar, mungkin ini adalah pertemuan terakhir ku di saat aku sudah lulus fokus kuliah."


Vicko memasukkan mobil nya dia melihat rumah besar yang sangat sepi, Vicko hanya melihat satpam saja dia tidak melihat ada pegawai yang lain nya.


Melihat kedatangan Vicko, Sabilla sudah memakai kostum baju yang sangat memukau sekali dia berharap Vicko mau memanjakan nya siang ini.


Vicko menekan tombol bell dia melirik ke kanan dan kiri dia tidak melihat siapapun.


" Seram sekali rumah ini yaa, menakutkan."


Sabilla membukakan pintu untuk Vicko.


" Akhirnya kamu datang juga sayang."


Sabilla menarik tangan Vicko ke dalam.


" Tante kenapa tidak langsung di transferkan saja, apakah Tante akan memberikan uang cash kepada ku sekarang?."


Sabilla mendekati Vicko dia merasa sangat gemas melihat Vicko yang masih memakai seragam sekolah.

__ADS_1


" Apakah kamu tidak kangen dengan Tante,? Sudah satu Minggu kita tidak bertemu."


Sabilla semakin mendekati dirinya kepada Vicko.


" Tante jangan seperti ini, aku sedang tidak mau untuk diajak bercinta dengan Tante."


Vicko berani menolak dan Sabilla pun merasa terkejut.


" Sekarang cepat transfer uang untuk ku, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi."


Vicko mendesak Sabillon untuk cepat memberikan uang tersebut.


Sabilla dengan wajah yang kesal dia mentransfer kan uang tersebut kepada Vicko.


Setelah mendapatkan uang tersebut, Vicko pun yang berpandangan pulang.


" Aku pulang dulu yaa, terima kasih banyak. Mulai sekarang aku mempunyai usaha sendiri, terimakasih atas uang nya."


Vicko pergi begitu saja dia tidak sedikit pun menyentuh Sabilla.


Sabilla merasa sangat kesal sekali tapi dia tetap berpikiran positif terhadap Vicko.

__ADS_1


" Dia pasti akan kembali, dia tidak mungkin menghianati mu."


Sabilla menutup rapat pintu rumah nya, dia merasa sangat kesepian untuk tinggal di rumah yang sangat besar seperti ini.


" Aku merasa sangat kesepian sekali, aku ini mempunyai teman."


Sabilla kembali masuk ke dalam kamar nya dia berniat untuk mencari pekerjaan untuk rumah nya


Di saat sudah mendapatkan semua uang Sabilla, Vicko tersenyum puas sambil membayangkan usaha nya.


" Selamat tinggal Tante Sabilla, terimakasih banyak atas uang-uang mu ini. Aku tidak akan lagi bertemu dengan mu, jika kamu memaksa aku maka aku akan memberitahu anak lelaki mu."


Vicko pergi dari rumah tersebut dia menuju ke cafe tersebut, tidak hanya uang Sabilla saja Vicko pun memakai uang tabungan nya.


Dia merasa sangat yakin sekali jika cafe itu akan sukses di tangan nya.


Sesampainya di depan cafe, Vicko masuk dan memberikan semua uang nya. Dia mulai menandatangani surat peresmian jika Cafe itu sudah dia ambil alih oleh nya, Vicko berencana untuk membuka cafe tersebut di saat dia sudah lulus ujian akhir sekolah.


" Papa pasti akan bangga melihat ku, yang mampu mempunyai usaha sendiri tanpa meminta uang sedikit pun."


Vicko berencana untuk merubah tampilan cafe tersebut.

__ADS_1


" Felia, lihat aku yang akan membuat mu jatuh cinta dengan ku karena kesuksesan ku."


Penyemangat Vicko adalah Felia dia ingin sukses dan mendapatkan Felia untuk bisa bersama dengan nya.


__ADS_2