Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 44.


__ADS_3

Keesokan harinya Felia dan Devano mereka seperti pasangan suami-isteri, Felia terbangun dari tidurnya dia tersenyum manis ketika melihat Devano berada di samping nya.


" Aku tidak mau kehilangan mu, aku ingin selalu bersama dengan mu."


Felia beranjak dari tempat tidur tapi ternyata Devano yang sebenarnya sudah bangun dari tidur nya, dia memeluk erat Felia dari belakang.


" Kamu mau ke mana, aku masih menginginkan mu di sini bersama dengan ku."


Pelukan Devano begitu sangat erat sekali sehingga membuat Felia tersenyum.


" Aku harus mandi, ingat apa yang sudah kita berdua lakukan."


Devano pun melepaskan pelukan erat nya dia tersenyum manis kepada Felia.


Felia berjalan menuju ke toilet tapi ternyata Devano pun ingin ikut bersama dengan Felia, Devano mendorong Felia masuk sehingga mereka berdua mandi bersama.


Felia dan Devano sedang merasakan masa-masa indah kebersamaan mereka berdua, hubungan mereka berdua semakin erat.


" Kamu masuk kuliah, sedangkan aku sudah mulai bekerja di perusahaan Papa. Aku akan mengumpulkan uang yang banyak, agar aku bisa menikah dengan mu."


Felia hanya bisa tersenyum saja karena dia tidak tahu rencana kedepannya akan seperti apa.


***

__ADS_1


Di tempat yang lain Febia semakin sinis dengan Vicko yang di banggakan oleh orang tua nya.


" Sekarang Mama dan Papa mereka sedang memuji Vicko, tapi lihat saja aku tidak akan pernah percaya jika Vicko mendapatkan uang itu dengan percuma dari sahabat nya itu sangat aneh dan untuk ku."


Febia berjalan menuju ke meja makan, dia memilih duduk di samping Papa nya.


" Bia, sebentar lagi kamu lulus kuliah. Kamu akan bekerja di perusahaan Papa yaa menjadi sekretaris Papa."


Febia hanya terdiam saja dia merasa malas untuk menjawab perkataan Papa nya.


Vicko merasa Febia tidak suka dengan nya.


" Papa dan Mama, seperti aku pergi ke cafe sekarang yaa datang lebih pagi itu lebih baik kan."


Vicko bersalaman dengan Papa dan Mama nya.


Vicko tersenyum dan dia pun langsung pergi, melihat Vicko pergi Febia merasa ingin masuk ke dalam kamar Vicko.


Tapi Febia menunggu orang tua nya pergi.


" Hari ini aku akan diam di rumah aku tidak kemana-mana yaa."


Febia dengan sangat lahap dia menghabiskan sarapan pagi nya.

__ADS_1


" Aku sudah selesai sarapan, aku kembali ke kamar."


Orang tua Febia merasa sangat aneh sekali melihat sikap Febia, Febia memperhatikan kedua orang tuanya.


Dia melihat mereka berdua yang sudah mulai akan pergi.


" Ya, sekarang waktunya aku masuk ke dalam kamar Vicko."


Febia keluar dari kamar nya, dia berjalan cepat menuju ke kamar Vicko tapi ternyata kamarnya yang terkunci.


" Ahhhhhh, kenapa sih harus di kunci aku semakin penasaran."


Febia mencari kunci cadangan dia pun akhirnya bisa membuka pintu kamar Vicko.


" Tidak ada yang mencurigakan di dalam kamar ini, hmmmmm apa yaa."


Febia berjalan menuju tempat belajar Vicko dia membuka laci meja nya dan dia hanya melihat handphone lama Vicko.


" Kenapa handphone sampai harus di masukkan ke laci yaa, coba aku lihat."


Febia mengambil handphone tersebut dan ternyata tidak harus memakai kode untuk membukanya.


Febia melihat wallpaper handphone tersebut Vicko bersama dengan seorang wanita.

__ADS_1


" Astaga ini kekasih Vicko,? kok wajah nya seperti seumuran dengan Mama yaa."


Febia merasa sangat terkejut sekali melihatnya.


__ADS_2