Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 52.


__ADS_3

Sebulan kemudian Felia sudah kuliah dan Devano sudah bekerja di kantor Papa nya, selama satu bulan itu Felia dan Devano tidak pernah bertegur sapa dengan Devano.


Mereka berdua menjaga jarak karena Felia yang sudah sangat benci sekali dengan Devano.


Ketika Felia bangun tidur dan bersiap untuk pergi ke kampus, Felia merasa sangat pusing dan mual.


" Kenapa aku pusing yaa, seperti ingin muntah saja."


Felia langsung berlari menuju ke toilet dia pun muntah-muntah dan sangat lemas sekali.


" Kenapa dengan ku, kenapa aku tiba-tiba saja mual dan muntah."


Felia tetap memaksakan untuk kuliah, dia bersiap-siap untuk pergi.


Felia keluar dari kamar bersamaan dengan Devano, Devano melihat wajah Felia yang sangat pucat sekali.


Melihat Devano, Felia langsung berlari menuju ke meja makan.


" Kenapa dengan Felia, sepertinya dia sedang sakit."


Devano berjalan menuju ke tempat makan, dia melihat Felia yang sedang memegang kepalanya.


Karena hanya berdua saja, Devano berani bertanya kepada Felia.

__ADS_1


" Felia, kamu kenapa? wajah mu sangat pucat sekali apakah kamu sakit?."


Felia menggelengkan kepalanya dia tidak menjawab pertanyaan dari Devano.


Melani dan Rendy pun datang, mereka duduk dan memperhatikan Felia.


" Felia, kenapa wajah mu pucat Nak ?."


Melani menghampiri Felia dia juga memegang tangan Felia yang dingin.


" Aku pusing dan muntah-muntah, aku tidak mau makan nasi aku mau makan buah-buahan saja seperti nya itu lebih segar."


Felia mengambil buah anggur hijau dia langsung memakannya.


" Felia, lebih baik kamu makan Apple merah saja yaa jangan anggur atau pisang saja."


" Lebih baik kamu jangan pergi ke kampus, kamu pergi ke dokter saja seperti nya itu asam lambung."


Felia merasa lebih segar setelah dia memakan buah anggur.


" Aku berangkat ya sekarang, aku harus cepat sampai di kampus."


Felia berlari dia tidak mau keluarga nya membahas tentang dirinya.

__ADS_1


Felia cepat masuk ke dalam mobil nya, dia ingin cerita bertemu dengan Monica.


Di saat Felia sudah pergi Rendy bertanya kepada Devano dengan rencana pernikahan nya dengan Febia.


" Devano bagaimana dengan rencana pernikahan mu dengan Febia, apakah bulan ini kalian berdua akan menikah?."


Rendy merasa ragu dengan pernikahan tersebut.


" Aku akan meminta kepada Febia, untuk tidak bulan ini tapi bulan depan karena aku yang baru saja bekerja."


Membahas tentang pernikahan nya, Devano hilang rasa nafsu makan nya dia memilih untuk tidak menghabiskan sarapannya.


" Aku pergi yaa dulu yaa, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan."


Devano langsung pergi meninggalkan meja makan dia berjalan cepat menuju ke mobil nya, Devano merasa tidak percaya jika dia hanya menikah dengan Febia hanya karena untuk melindungi citra Mamanya.


Di saat Devano masuk ke dalam mobil nya dan menyalakan mesin mobil nya, Felia dia sudah sampai di kampus nya karena jarak rumah dan kampus yang lumayan dekat.


Felia menunggu kedatangan Monica sambut bermain handphone, di saat Monica dia memegang perut nya seperti kesakitan.


" Monica, kamu kenapa pegang perut seperti itu?."


Felia kelihatan sangat panik sekali ketika melihat Monica.

__ADS_1


" Sakit perut ku ini hari pertama aku datang bulan, aku pergi ke toilet yaa."


Felia seketika langsung memegang perut nya, dia melihat handphone ternyata dia sudah telat datang bulan tiga hari.


__ADS_2