
Hari ini adalah hari pertama ujian akhir sekolah, Felia begitu sangat bersemangat sekali dia yakin akan mendapatkan nilai yang terbaik.
Felia yang sudah datang sejak pagi dia menunggu Monica, tapi ternyata malah Vicko yang datang duluan.
" Pagi Felia, kamu sendirian aja ayo kita masuk yuu."
Vicko menjulurkan tangan nya kepada Felia, tapi Felia mengabaikan nya.
" Aku mau menunggu Monica, dia akan datang sebentar lagi."
Felia memilih untuk pindah dia seperti tidak mau di dekati oleh Vicko.
Vicko dengan rasa kecewa nya, dia memilih masuk ke kelas.
" Kenapa dia selalu saja mendekati ku, aku nggak nggak suka sama dia. Apalagi dengan Kakak perempuan nya, ihhhh musuh sekali aku."
Monica akhirnya datang dia melihat wajah Felia yang tidak seperti biasanya.
" Felia, kenapa wajah kamu cemberut seperti itu?. Padahal hari ini adalah hari pertama ujian sekolah kan,? Kamu sakit yaa."
Monica memegang kening Felia.
__ADS_1
" Aku sehat Monica, hanya saja aku merasa kesal dengan Vicko. Kenapa dia selalu saja dekat dengan ku, padahal aku akan sekarang sudah menjadi pacar Kak Devano."
Felia keceplosan ngomong dan membuat Monica langsung berpikir.
" Kamu pacaran sama Kak Devano,? Bukan nya Kak Devano itu Kakak tiri kamu yaa Felia."
Wajah Felia seketika langsung pucat ketika Monica mengetahui semuanya.
" Hmmmmmm, iya Monica. Kita berdua merahasiakan semuanya dari orang tua kita, karena ternyata kita berdua mempunyai perasaan yang sama."
Monica melihat wajah Felia yang begitu sangat mencintai Devano.
" Tapikan Fel, kalian berdua itu adik dan dia yaa walaupun memang tiri tapi kan nggak boleh Fel. Kalian berdua nggak bakalan bisa bersama, hubungan kalian berdua pasti di tentang sama orang tua kalian."
" Tapi sayang sama Kak Devano, aku nggak mau putus sama dia."
Monica mengelus rambut panjang Felia.
" Yasudah sekarang lupakan dulu tentang Kak Devano yaa, sekarang kita hadapi dulu ujian akhir sekolah ini."
Monica mencoba untuk menyemangati Felia, mereka berdua masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
Felia dan Monica siap untuk ujian akhir sekolah.
Di saat Felia dan Monica berjuang untuk ujian akhir sekolah, Febia berjuang untuk mendapatkan cinta dari Devano.
Febia mendekati Devano yang sedang duduk bersama dengan Kelvin.
" Vano, boleh kah aku duduk di sini sama kamu?."
Devano menarik tangan Kelvin agar dia bisa dekat dengan Kelvin dan Febia berada di samping Kelvin.
Febia masih bisa tersenyum walaupun tidak seperti yang dia bayangkan.
" Febia, aku melihat adik mu loh. Vicko dia seperti nya akan membeli cafe yang biasa banyak anak kampus nongkrong, hebat sekali adik mu yang masih sekolah tapi sudah di percaya oleh orang mu untuk membuka usaha."
Febia seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan Kelvin, dia merasa orang tua tidak pernah memberikan modal usaha untuk Vicko.
" Loh, kok loe diem sih. Apa sebenarnya loe nggak tahu adik loe buka usaha?, jadi dia bukan usaha secara diam-diam yaa."
Devano merasa menarik dengan pembicaraan Kelvin.
" Papa aku nggak pernah ngasih uang sebanyak itu untuk anak nya membuka usaha, sekarang dia lebih memilih untuk fokus pada sekolah. Apalagi sekarang Vicko yang mau ujian akhir sekolah, dia juga harus kuliah."
__ADS_1
Kelvin langsung teringat dengan percakapan Vicko dengan Tante nya.