
Felia pulang ke rumah nya dia sangat lemas sekali wajah nya pun sangat pucat, Felia memegang tas nya dengan sangat erat sekali dia tidak mau Ibu nya sampai mengetahui ada tespek di dalam tas nya.
" Felia kamu sudah pulang sayang, ayo makan siang dulu."
Felia hanya menggelengkan kepalanya dia tidak menjawab perkataan dari ibu nya.
" Felia dia kenapa yaa, wajah pucat dan kurang bergairah seperti dia sakit."
Melani menghampiri Felia ke kamar nya, di saat Felia mau mengganti pakaian nya.
" Felia kita pergi ke dokter yaa, ibu sangat menghawatirkan kondisi mu Nak."
Felia dengan cepat dia mengganti pakaian nya.
" Tidak Bu, aku baik-baik saja kok tadi di kampus aku sudah minum obat."
Felia mencoba untuk senyum kepada ibu nya walaupun sebenarnya dia sangat pusing dan lemas sekali.
" Yasudah kamu istirahat yaa sayang."
Melani keluar dari kamar Felia, Melani sekarang tidak pergi ke toko karena sedang memperbesar toko kue nya.
Melihat ibunya yang sudah pergi, Felia langsung menutup pintu kamar nya.
__ADS_1
" Ahhhhhh, sangat pusing dan mual sekali aku sudah tidak bisa menahannya lagi."
Felia membaringkan tubuhnya di atas kasur dia memegangi perutnya.
" Secepatnya inikah aku menjadi seorang ibu, aku merasa tidak sabar untuk menunggu besok lebih baik aku mencoba untuk tes sekarang saja."
Felia mengambil tespek di dalam tas nya, dia pun langsung masuk ke dalam kelas mandi.
Felia begitu sangat gugup sekali, dia memejamkan matanya untuk berharap yang terbaik.
Ketika Felia membuka mata nya ternyata di positif hamil.
" Garis dua itu tandanya aku hamil."
Tangan Felia sampai bergetar dia menagis histeris di dalam kamar mandi nya, Felia tidak bisa menahan rasa sedihnya.
Monica yang baru saja sampai di depan pintu kamar nya dia seketika langsung terdiam melihat hasil tespek Felia.
" Garis dua hasil nya positif, sangat jelas sekali padahal tidak di lakukan di pagi hari."
Monica langsung masuk ke dalam kamar nya dia kunci pintu kamar nya.
Monica langsung menelephone Felia.
__ADS_1
* Hallo Felia, kamu baik-baik saja kan*
* Aku tidak harus bagaimana lagi, jika ibu ku mengetahui nya aku akan diapakan oleh ibuku*
* Felia, aku sudah bilang kan ke kamu jika samping kamu di usir dari rumah kamu bisa tinggal bersama dengan dan kamu juga harus meminta pertanggung jawaban dari Devano*
* Devano akan menikah dengan Febia, jika aku mengatakan semuanya maka pernikahan mereka berdua akan gagal dan semuanya menyalahkan aku*
* Kenapa kamu lebih memilih untuk menjaga perasaan orang lain, Felia kamu hamil anak Devano*
* Monica sudahlah jangan memaksa aku untuk melakukan itu semuanya, aku tidak bisa*
Felia mengakhiri panggilan telephone nya dia pergi ke kamar mandi untuk membuang hasil tespek nya.
Felia memilih untuk keluar dari kamar nya dia bersikap seperti tidak ada apa-apa.
Felia berjalan menuju ke dapur dia melihat ada buah mangga muda, Felia pun langsung memakan.
" Sangat segar sekali aku suka."
Felia dengan sangat lahap menghabiskan buah mangga muda tersebut.
Melani memperhatikan Felia, dia mulai merasa curiga terhadap Felia.
__ADS_1
" Terlihat pucat dan lemas, Felia juga mengalami mual dan muntah tapi dia kelihatan sangat segar ketika memakan buah mangga yang muda."
Melihat Felia yang sedang berada di dapur, Melani memilih untuk pergi ke kamar Felia.