
Devano merasa sangat cemburu melihat kedekatan Kelvin dengan Felia.
" Sialan Kelvin, sudah tau Felia itu hamil masih saja di dekati. Apa yang ada di pikiran Kelvin, ternyata dia memang sengaja menikung hubungan ku dengan Felia, ini tidak bisa di biarkan."
Devano memilih untuk menenangkan perasaan hati nya, dia tidak mau bertemu dengan keluarga nya terlebih dahulu.
Di saat Devano pusing memikirkan Kelvin dan Felia, Febia dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Sabilla.
Febia ingin bicara langsung dengan Sabilla.
" Ini tidak bisa di biarkan, mereka seenaknya menunda hari pernikahan ini."
Sabilla yang sedang memikirkan Felia yang hilang dia melihat ada panggilan telephone masuk.
" Nomber yang tidak aku kenal, siapa ya."
Sabilla merasa ragu tapi handphone nya terus saja berdering tiada henti, akhirnya Sabilla menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Maaf ini dengan siapa yaa*
* Saya Febia Laura, Tante apakah video dan photo ini akan aku sebarkan saja sekarang*
* Astaga, jangan seperti ini. Bukan kah apa yang kamu inginkan sudah kamu dapatkan, kamu akan menikah dengan Devano*
__ADS_1
* Pernikahan ku di tunda karena Felia yang kabur dari rumah, aku mohon yaa bilang ke Devano jika dia tidak mau menikah dengan ku maka Video ini akan aku sebarkan sekarang juga*
* Tidak, jangan yaa. Saya akan bicara dengan Devano, di pasti akan segera menikah dengan mu"
* Baiklah, semoga tidak berbohong yaa*
Febia langsung mengakhiri panggilan telephone nya
" Tidak pernah aku bayangkan, mempunyai calon menantu seperti wanita itu. Dia mengancam ku, jika bukan karena video dan photo aku lebih memilih Felia dari pada Febia."
Sabilla mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Devano.
* Devano, Mama di telephone oleh Febia. Dia mengancam Mama akan menyebar video dan photo itu, Devano menikah dengan nya secepatnya*
" Felia, aku cinta kepada mu. Tapi maafkan aku yang hanya memilih Mama ku, tapi aku berjanji tidak akan pernah menyimpan perasaan cinta kepada Febia."
Devano menghabiskan minuman di hadapan nya, dia terpaksa pulang dan membicarakan semuanya kepada orang tua nya.
Di saat Devano menuju ke rumah, Mama Kelvin berencana untuk makan malam bersama dan membicarakan tentang rencana pernikahan Felia dan Kelvin.
" Kelvin nanti malam kita akan makan malam bersama dengan keluarga Felia, kita bicarakan tentang rencana pernikahan kalian berdua. Kehamilan Felia yang belum besar sehingga tidak membuat banyak yang mencurigai jika Felia sedang hamil."
Kelvin memakai masker dia tidak mau Mama nya sampai mengetahui luka di wajah nya.
__ADS_1
" Devano pun akan menikah, Sudahlah jangan terburu-buru untuk menikah."
Kelvin menolak secara halus, sebenarnya dia ingin bicara yang sejujurnya jika bukan dia yang membuat Felia hamil.
Tapi Kelvin yang sudah ketahuan bersama dengan Felia di satu Apartemen.
" Jangan pikirkan Devano, pokoknya harus kamu dulu yang menikah."
Kelvin yang merasa pusing dia lebih memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
" Sebenarnya aku merasa sangat malu kenapa harus sampai hamil di luar nikah, tapi aku melihat lagi Felia dia sangat cantik dan kelihatan pintar. Felia yang memang cocok menjadi calon menantu ku, dia sangat sempurna."
Mama Kelvin mengeluarkan handphone, dia mengirimkan pesan kepada Melani.
* Ibu Melani, nanti malam saya dan Kelvin akan datang ke rumah yaa. Kita makan malam bersama sambil membicarakan tentang rencana pernikahan Felia dan Kelvin, kehamilan Felia yang masih kecil sehingga tidak membuat banyak pembicaraan*
Melani yang sedang bersama dengan Felia dia membaca pesan tersebut, dan merasa binggung harus menjawab apa.
" Felia, Mama Kelvin ingin segera kalian berdua menikah, tapi bagaimana dengan Kakak mu Devano."
Melani merasa sangat binggung sekali.
" Bicarakan saja baik-baik dengan keluarga Kak Kelvin, karena harus fokus pada pernikahan Kak Devano."
__ADS_1
Felia tidak mau menikah dengan Kelvin, karena bukan Kelvin yang membuat nya hamil.