Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 50.


__ADS_3

Devano pulang dia sudah mengetahui semuanya, Felia memandangi wajah Devano yang tidak seperti biasanya.


" Devano, keluar Febia meminta untuk makan malam bersama nanti jam 8 malam."


Devano hanya menganggukkan kepalanya sambil belajar menuju ke kamar nya.


" Kenapa dengan Devano, dia kelihatan tidak seperti biasanya. Devano seperti sedang mempunyai masalah, padahal besok dia wisuda."


Rendy menghampiri Devano ke kamar nya, dia ingin bicara dengan Devano.


Kue yang sudah di buat oleh Felia dan ibu nya di abaikan saja.


" Felia, bersiaplah untuk pergi yaa karena sebentar lagi sudah hampir jam 8 malam kita hanya punya waktu 1 jam lagi."


Felia mengikuti apa yang di katakan oleh Ibu nya, dia masuk ke dalam kamar.


Rendy membuka pintu kamar Devano, dia melihat Devano yang sudah bersiap untuk pergi.


" Seperti nya kamu begitu sangat bersemangat sekali Devano, untuk makan malam ini."


Devano tersenyum tipis kepada Papa nya.


" Aku di paksa untuk bisa bersemangat karena aku akan mengikuti apa yang di inginkan oleh Febia."

__ADS_1


Devano memakai jas abu-abu nya, dia begitu sangat rapih dan tampan.


" Apa maksud mu Devano, keinginan Febia apa yang akan kamu ikuti?."


Rendy begitu sangat penasaran sekali dia mendekati Devano.


" Aku akan menikah dengan Febia, aku akan mengikuti apa yang di inginkan oleh Febia."


Rendy merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Devano.


" Kamu akan menikah dengan Febia,? Bukan kah kamu tidak punya perasaan terhadap nya Devano bagaimana mungkin rasa cinta itu bisa langsung tumbuh."


Devano menghelakan nafas panjang nya, dia tidak mungkin berbicara semuanya kepada Papa nya.


Devano siap untuk berangkat dia keluar dari kamar nya bersama dengan Papa.


Felia pun keluar dari kamar dia begitu sangat cantik sekali.


" Astaga anak perempuan Papa, cantik sekali kamu sayang."


Devano memilih untuk pergi dia menghindar dari Felia, karena Devano mengetahui Felia pasti akan membenci nya."


Felia dan Papa nya berjalan menuju ke luar rumah, Melani sudah menunggu mereka.

__ADS_1


" Papa, aku pakai mobil sendiri yaa."


Devano memilih untuk pergi sendiri dan itu membuat Felia semakin tidak tahu harus bagaimana lagi, Felia tidak mau Devano seperti itu kepada nya.


Felia kelihatan sangat sedih sekali, Rendy mencoba untuk menghibur Felia.


" Ayo princess Papa, kamu duduk di depan ya bersama dengan Papa biarkan Ibu mu di belakang saja."


Rendy memegang tangan Felia, Melani merasa jika Devano dan Felia tidak seperti biasanya.


" Ada apa dengan mereka berdua, setelah pulang dari Villa baik-baik saja tapi setelah Dengan keluar dari kamar nya semuanya menjadi berubah."


Melani berjalan cepat menuju ke mobil.


Rendy pun menyalakan mesin mobil nya, di sepanjang perjalanan Felia hanya terdiam saja dia tidak bicara sedikit pun.


Sampai akhirnya mereka pun sampai, Febia begitu sangat cantik sekali dia memakai gaun berwarna putih seperti gaun pengantin.


Febia langsung menghampiri Devano dia memegang tangan Devano dengan sangat erat, Felia yang melihatnya dia merasa sangat sakit sekali.


" Aku ingin langsung bicara saja yaa, makan malam bersama ini kita akan membicarakan tentang rencana pernikahan aku dengan Devano bulan depan."


Felia seketika merasa rapuh dia seperti di permainkan cinta nya oleh Devano.

__ADS_1


__ADS_2