Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 28.


__ADS_3

Keesokan harinya Felia terbangun dari tidurnya tapi dia tidak melihat Devano ada di samping nya.


" Dimana Kak Vano, apakah dia meninggalkan ku sendiri di sini."


Felia merasa sangat panik sekali dia pun langsung bangun dari tidur nya, tapi ternyata terdengar suara pintu terbuka.


Felia langsung berlari dan ternyata dia melihat Device yang datang membawakan pakaian dan makanan untuk nya.


" Cepat mandi dan keramas yaa, ini baju baru mu. Dan setelah mandi sarapan kita harus cepat pulang ke rumah, Ibu pasti sangat menghawatirkan mu."


Felia pun langsung tersenyum manis kepada Devano.


" Aku takut kamu meninggalkan ku sendirian di sini, yasudah berikan pakaiannya kepada ku."


Felia mengambil pakaian nya dia pun langsung mandi, di saat Felia mandi.


Handphone Devano berdering dia melihat panggilan telephone dari ibu.


* Hallo Bu, ada apa*


* Devano bagaimana dengan Felia, apakah dia baik-baik saja*


* Felia baik-baik saja Bu, sekarang aku sedang menunggu Felia untuk sarapan pagi setelah itu kita akan langsung pulang*


* Syukurlah Devano, yasudah kalian berdua hati-hati yaa. Ibu menunggumu di rumah yaa, ibu sangat merindukan kalian berdua*


* Baik Bu*

__ADS_1


Melani merasa sangat tenang sekali ketika dia mengetahui Felia yang baik-baik saja.


" Sudah Ayah bilang, Devano adalah Kakak yang bisa melindungi adik nya."


Melani dan Rendy pun melanjutkan sarapan pagi nya.


" Felia sebentar lagi dia lulus sekolah, seperti Felia mengejar untuk bisa mendapatkan beasiswa."


Rendy pun langsung memikirkan universitas yang terbaik untuk Felia.


" Bagaimana jika Felia kita satu universitas kan saja dengan Devano, karena kamu yang selalu saja hawatir dengan Felia."


Melani pun langsung memikirkan nya.


" Yasudah, Felia biarkan satu universitas dengan Devano. Jujur, aku sangat takut sekali dengan pergaulan bebas anak jaman sekarang."


" Tapi kita harus bicarakan lagi dengan Felia, semoga saja Felia mau mengikuti keinginan kita."


Perasaan Melani terus saja merasa negatif terhadap Felia.


" Semalam aku terus saja memikirkan Felia, aku merasa sangat ketakutan sekali dengan Felia. Aku takut kehilangan Felia, aku pun tiba-tiba seperti ingin marah dengan Felia. Perasaan yang datang secara tiba-tiba, tapi berubah-ubah."


Rendy mencoba untuk menenangkan perasaan istrinya.


" Itu karena kamu yang terlalu memikirkan Felia, karena Felia yang trauma dengan suara petir memberikan kamu menjadi seperti ini."


Rendy memegang tangan Melani.

__ADS_1


" Tenang semuanya baik-baik saja, sebentar lagi Felia pulang dengan selamat bersama Devano."


Di saat suasana sedang hening handphone Melani berdering kencang, membuat Melani seketika langsung terkejut mendengar nya.


Rendy mengambil handphone Melani dan ternyata ada panggilan video call dari Felia.


Melani langsung mengambil handphone nya.


* Buuuuu, aku sekarang sudah mau pulang yaa. Ibu tidak perlu hawatir dengan ku yaa, sekarang aku pulang*


* Felia, bagaimana ibu tidak hawatir ibu mengetahui kamu seperti apa jika ada suara petir*


* Iya Buu, sekarang ibu sudah melihat aku baik-baik saja kan*


* Iya sayang hati-hati yaa*


* Iya ibu ku sayang*


Felia mengakhiri panggilan telephone nya, dan Devano mulai menjalankan mesin mobil nya.


Felia terus saja memandangi wajah Devano, dia pun langsung bicara dengan Devano.


" Apakah sekarang kita berdua adalah pasangan kekasih,? Pasangan kekasih yang tersembunyi."


Devano tertawa mendengar perkataan Felia, dia tidak menjawab nya.


Devano fokus pada kendaraan nya saja.

__ADS_1


__ADS_2