
Wajah Felia seketika langsung pucat kembali, dia pun langsung berlari menghampiri Monica.
Felia menunggu Monica keluar dari toilet, dia panik dan berpikiran negatif.
" Aku mual dan muntah, aku juga telat tiga hari."
Felia merasa ingin menangis karena dia sadar jika dia berbuat seperti itu dengan Kakak tiri nya.
Monica akhirnya keluar dari toilet dia langsung di hampiri oleh Felia.
" Aku ingin bicara dengan mu, tapi di tempat sepi yaa."
Felia menarik tangan Monica, mereka pun pergi ke tempat sepi.
" Felia, kamu kenapa sih wajah mu kelihatan sangat pucat sekali hari ini tidak seperti biasanya."
Monica merasa Felia yang sedang sakit.
" Aku telat datang bulan, tadi pagi aku mual dan muntah."
Monica pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan Felia.
__ADS_1
" Sebelumnya yang lalu aku dan Kakak tiri ku kita berdua pergi ke Villa di Bogor, dan kita berdua melakukan sepeda itu."
Monica merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
" Felia, kamu tidur bersama dengan Kakak tiri mu dan sekarang kamu telat datang bulan. Felia sepertinya kamu hamil, astaga aku bergetar mengatakan nya."
Felia langsung memegang perut sambal meneteskan air mata nya, Felia juga mengingat jika bulan ini Devano dan Febia akan menikah.
" Aku harus bagaimana, apakah aku hanya menggugurkan kandungan ku ini. Karena Devano tidak mungkin bertanggung jawab, dia akan menikah dengan Febia."
Tangisan Felia semakin kencang dan Monica mencoba untuk menenangkan perasaan Felia.
" Kamu tenang yaa, nanti pulang sekolah kita pergi ke apotek untuk membeli tes kehamilan yaa. Nanti pagi bangun tidur kamu tes, dan hasilnya kamu bawa ke kampus."
Monica memegang tangan Felia, dia sangat ketakutan sekali.
" Sudah yaa tenang semoga saja hasilnya negatif yaa, dan kamu mual dan muntah hanya karena kamu yang mempunyai penyakit lambung."
Monica membawa Felia masuk ke dalam kelas, dia tidak mau Felia sampai lemah di dalam kelas.
Di tempat yang lain Febia yang sangat senang sekali karena sebentar lagi dia akan menikah dengan lelaki idaman nya.
__ADS_1
" Devano Mahendra, dia akan menjadi suamiku."
Febia sengaja pergi ke kantor Devano dia ingin memberikan kejutan untuk Devano.
Tapi ternyata kedatangan Febia tidak sedikit pun membuat Devano merasa senang dia memasang wajah yang datar.
" Hallo calon suamiku, aku sangat merindukanmu mu."
Febia mencoba untuk mencium bibir Devano tapi Devano seketika langsung menghindari Febia.
" Aku sedang sibuk Febia, untuk apa kamu datang ke sini hanya untuk menggangu saja."
Devano tidak suka dengan kehadiran Febia di kantor nya.
" CEO tampan ku, aku datang untuk mengajak mu makan siang. Aku ingin kita berdua mencoba untuk semakin dekat, karena hitungan hari kita berdua akan menikah."
Febia begitu sangat senang sekali tapi Devano tidak menyukainya.
" Aku ingin pernikahan kita berdua di undur saja di akhir bulan, karena aku sekali sedang fokus pada pekerjaan ku."
Devano berharap Febia mau mengikuti keinginan nya.
__ADS_1
" Devano kamu masih ingat kan jika photo dan video Mama mu ada pada ku, jadi sudah jangan mencoba untuk mengulur-ulur waktu yaa sayang pernikahan kita tetap akan di laksanakan Minggu depan."
Febia semakin membuat Devano benci kepada nya, Devano tidak akan pernah bisa cinta kepada dirinya.