Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 66.


__ADS_3

Menjelang malam Sabilla baru membukakan pintu kamar Felia, Sabilla yang memakai handuk kimono warna putih serta handuk pink di kepala nya.


" Ayo keluar waktunya untuk makan malam."


Ketika Felia keluar ternyata lelaki muda tersebut masih ada dia keluar dari kamar Sabilla.


Lelaki tersebut memandangi wajah Felia yang sangat cantik sekali.


" Dia Felia anak perempuan ku, dia sedang hamil dua bulan suaminya ada bisnis di luar kota."


Lelaki muda itu menghampiri Felia, dia ingin bersalaman dengan Felia.


" Maafkan aku tidak bisa bersalaman dengan mu, aku Felia."


Felia merasa tidak nyaman ketika lelaki itu terus saja memandangi wajah cantik nya.


" Felia sangat mencintai suaminya, dia selalu menjaga jarak dengan lelaki."


Lelaki tersebut pun berpamitan pulang dengan Sabilla tapi tatapan mata nya tetap tertuju pada Felia.


Setelah lelaki tersebut pergi Sabilla makan malam bersama dengan Felia, Felia memilih untuk diam dia tidak mau banyak bicara.

__ADS_1


Sabilla menyukai sikap cuek Felia, sehingga dia tidak perlu untuk mengunci pintu kamar Felia di saat ingin bermain dengan lelaki yang lain.


" Makan yang banyak Felia, besok kamu sendirian di rumah yaa. Tante ingin melihat bisnis Tante yaa, kamu baik-baik di rumah yaa Tante tidak akan lama pergi nya."


Felia menganggukkan kepalanya dia makan sangat lahap sekali, setelah makan Felia kembali ke dalam kamar karena dia tidak mau mengobrol dengan Sabilla.


Sabilla pun membereskan meja makan dan setelah itu dia masuk ke dalam kamar nya.


" Rasanya aku ingin bermain dengan beda-beda lelaki, aku tidak mau dengan lelaki yang sama nanti merasa hanya memanfaatkan ku saja."


Sabilla memainkan handphone dan ada pesan dari lelaki yang baru saja bermain cinta dengan nya.


* Tante, aku ingin kembali bermain bersama dengan mu besok*


* Oh Tante pergi ke mana, kapan kita bisa bertemu lagi di kamar itu*


* Aku tidak tahu ya, karena besok pun aku pergi sendirian dan harus meninggalkan Felia sendirian di Apartemen*


* Felia tidak ikut bersama dengan Tante*


* Felia diam di Apartemen kandungan nya masih muda, dia tidak boleh banyak pergi*

__ADS_1


* Baiklah Tante kalau begitu*


Mengetahui Sabilla yang tidak ada di rumah menjadikan kesempatan untuk bisa bersama dengan Felia.


" Felia begitu sangat cantik sekali walaupun dia sedang hamil muda tapi dia sangat cantik, suami nya pergi ke luar kota untuk bisnis. Sepertinya Felia pasti merasa sangat kesepian sekali, maka aku akan datang untuk menemani nya."


Robby lelaki bayaran Sabilla dia lebih tertarik dengan Felia daripada dengan Sabilla.


" Sebenarnya jika bukan karena uang, tidak mau aku tidur dengan Tante-tante seperti itu."


Robby menyiapkan rencana nya besok bisa bertemu dengan Felia.


Felia menutup rapat pintu kamar nya, dia pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya.


Felia merasa ingin tidur nya nyenyak dia harus bersih dan wangi.


" Hmmmm, jika seperti ini aku bisa tidur nyenyak."


Felia menarik selimut nya, dia juga mematikan lampu kamar nya tapi tiba-tiba saja Felia teringat Devano.


Felia memaksa untuk memejamkan mata nya tapi tidak bisa dia terus saja mengingat Devano.

__ADS_1


" Kenapa aku harus mengingat Devano sih, Devano akan menikah dengan Febia sudah jangan banyak memikirkan dia."


Felia menjadi gelisah dia pun menyalakan kembali lampu kamar nya, Felia mengelus perut nya dia berharap malam ini bisa tidur dengan nyenyak.


__ADS_2