Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 64.


__ADS_3

Felia merasa sangat kesepian sekali karena nomber handphone nya yang di ganti, dia melihat kalender di handphone nya.


" Sepertinya mereka sedang sibuk merencanakan hari pernikahan Devano dengan Febia, berinteraksi sekali aku tidak harus melihatnya."


Sabila mendengar perkataan Felia, dia pun langsung menghampiri Felia.


" Kamu nggak usah sedih yaa, karena walaupun kamu yang menikah dengan Devano kamu sekarang sedang mengandung anak pertama Devano."


Sabilla mengelus perut Felia yang masih rata.


" Tapi bagi dengan nasib anak ku ini, dan saat besar past akan mempertanyakan tentang Ayah nya. Anak ku tidak punya Ayah, kasihan kepada."


Felia meneteskan air mata nya, membuat Sabilla kasihan melihat Felia. Semua karena dirinya, kebahagiaan Felia dan Devano harus berakhir seperti ini.


" Felia, bagaimana mungkin Ibu bisa menerima kenyataan jika kamu sekarang sedang hamil anak Devano. Devano yang merupakan Kakak tiri mu, mereka akan semakin benci kepada kalian berdua."


Sabilla memegang tangan Felia.


" Jika Devano sudah menikah dengan Febia, Tante akan memberitahu kepada Devano jika kamu aman tinggal bersama dengan Tante di sini."


Felia merasa Sabilla mendukung pernikahan Febia dan Devano.


" Aku ingin istirahat Tante."


Sabila pergi dari kamar Felia ketika mendengar Felia ingin beristirahat.


" Aku merasa tak berdaya tinggal di rumah ini, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Tante Sabilla mau mengurus ku yaa, sebenarnya apa yang terjadi."

__ADS_1


Felia tidak tahu dia harus bagaimana, dia tidak bisa menghubungi Monica.


" Aku tidak bisa menghubungi siapa pun, dan aku juga tidak punya uang untuk bisa pergi dari sini."


Felia memikirkan kehamilan nya, dia dia keluar dari Apartemen ini bagaimana jika dia sampai tidak bisa makan.


Felia terus saja memikirkan bagaimana kelanjutan kehidupan nya, jika terus saja berada di bersama dengan Sabilla.


Felia mendengar pintu kamar nya seperti di kunci dari luar, Felia pun langsung mendekati pintu dia seperti mendengar suara lelaki.


" Itu bukan suara Devano, lalu itu siapa yaa."


Felia mengintip dari lubang kunci dia melihat Sabilla membawa seorang lelaki ke Apartemen nya.


Felia seketika dia pun langsung terkejut melihat nya.


Felia kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia menarik selimut dan berpura-pura tidur.


Sabilla membuka pintu kamar Felia, dia memastikan apakah Felia sudah tidur atau belum.


" Seperti nya Felia sudah tidur, aku akan bersenang-senang bersama lelaki muda ku di dalam kamar ku."


Sabilla kembali menutup rapat pintu kamar nya, dia mengunci kembali kamar Felia.


Felia langsung terbangun dan merasa sangat terkejut mendengar perkataan Sabilla.


" Jadi lelaki muda itu siapa yaa, dia lelaki bayaran kah. Astaga, aku tidak menyangka jika Tante Sabilla seperti ini."

__ADS_1


Felia harus bisa tahan di dalam kamar sampai Sabila membuka lembaran kunci kamar nya.


Felia memegang perut nya, dia merasa sangat lapar sekali.


" Seperti nya semua sudah di siapkan yaa, makanan dan minuman serta buah-buahan sudah siap."


Felia menikmati makanan yang sudah di siapkan sambil memainkan handphone nya.


Sabilla menutup rapat pintu kamar nya dia mendapatkan lelaki yang jauh lebih tampan dari Vicko.


" Kamu sangat tampan sekali dan lihatlah badan mu sangat menggoda sekali, jika kamu bisa memuaskan ku hari ini maka aku akan selalu tidur bersama dengan mu."


Sabilla seperti tidak takut akan terulang kembali apa yang sebelumnya terjadi dengan nya.


" Aku bermain sesuai dengan bayaran Tante, jika Tante membayar aku banyak maka aku akan membuat Tante tidak mau berpaling dengan ku."


Sabilla mengeluarkan uang 30 juta, lelaki muda itu pun seketika langsung tersenyum dan mengambil uang tersebut.


Sabilla merasa lelaki setuju dengan bayaran nya, merasa berdua pun langsung melakukan permainan nya walaupun di siang hari.


Sabilla seperti tidak merasa hawatir bagaimana jika Felia mengetahui nya, Sabilla juga seketika dia melupakan Vicko.


Sabilla mengambil handphone lelaki tersebut.


" Aku tidak mau di rekam walaupun itu untuk koleksi pribadi, berikan handphone mu kepada ku atau kembali uang ku dan aku akan memilih lelaki yang lain."


Lelaki tersebut memberikan handphone nya kepada Sabilla, Sabilla tidak mau mengulangi kebodohan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2