Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 60.


__ADS_3

Sabilla memegang erat tangan Felia ketika dia sampai di depan Rumah Sakit.


" Aku akan mempertahankan kehamilan mu sampai melahirkan tiba, jangan pernah mempunyai pemikiran negatif jika Ibu mu tidak mau mengakui mu sebagai anak. Tenang saja, aku yang akan menjadi ibu mu."


Felia tidak menyangka jika Mama nya Devano begitu sangat baik kepada nya.


" Terimakasih banyak Tante Sabilla, yang begitu sangat baik sekali kepada ku."


Sabilla tersenyum kepada Felia, mereka berjalan menuju ke ruangan tunggu.


" Sekarang aku tidak merasakan mual dan muntah, aku seperti di berikan kekuatan saja."


Felia memegang perut yang masih rata.


" Semuanya sudah terjadi tidak usah di pikirkan lagi, sekarang fokus saja pada masa-masa indah kehamilan mu."


Nama Felia pun di sebut mereka berdua masuk ke dalam, Dokter mempersilahkan Felia untuk berbaring karena akan melakukan USG.


Sabilla tersenyum dia tidak menyangka jika sebentar lagi akan menjadi seorang nenek.


" Usia kandungan 7 Minggu yaa, di jaga baik-baik yaa dan jangan terlalu kecapean."


Felia akhirnya bisa tersenyum ketika dia melakukan USD kandungan.

__ADS_1


Setelah selesai mereka berdua keluar dari ruangan tersebut dan menunggu resep Dokter.


" Kamu cukup makan tidur saja yaa, sampai usia kandungan 4 bulan. Ingat jangan sampai kamu kecapean, jaga baik-baik anak yang ada di dalam kandungan mu itu."


Sabilla begitu sangat perhatian sekali dengan Felia, setelah mendapatkan resep obat mereka pun memilih untuk pergi kembali ke rumah.


Di saat Felia yang merasa senang karena sudah memeriksa kondisi kandungan nya, di tempat yang lain Devano mencari Monica di kampus.


Devano ingin bicara langsung dengan Monica.


Monica yang baru saja sampai dia langsung di hampiri oleh Devano.


" Monica apa yang sebenarnya terjadi dengan Felia, kamu seperti nya mengetahui semuanya."


" Monica, aku mohon ceritakan semuanya kepada ku."


Devano memegang tangan Monica.


" Apa yang membuat mu meninggalkan Felia , demi Febia?."


Monica berbalik bertanya kepada Devano.


" Kenapa kamu diam,? jika hanya ingin mempermainkan perasaan Felia. Tidak sampai keterlaluan, cinta kalian berdua itu sudah terlarang tapi kalian berdua malah melakukan cinta yang keterlaluan."

__ADS_1


Monica pun langsung pergi meninggalkan Devano.


" Apakah mungkin Felia hamil anak ku, dia hamil dan pergi."


Devano merasa sangat bersalah sekali dia menyesal dengan apa yang sudah di lakukan dengan Felia.


" Sekarang aku harus mencari Felia kemana, aku ingin bertanggung jawab atas kehamilan Felia tapi aku tidak mungkin membiarkan Febia menyebarkan video dan photo Mama."


Devano merasa sangat kebingungan sekali, Monica memperhatikan Devano.


" Jika aku melihat ada raut wajah yang merasa menyesal, tapi apa yang membuat nya sampai memilih Febia yang jelas-jelas bukan wanita baik."


Monica melihat Vicko dia berjalan di depan nya.


" Apakah kamu mengetahui jika Felia hilang,? Kenapa Felia sampai melakukan itu semua."


Monica tersenyum sinis kepada Vicko.


" Semuanya karena Kakak perempuan mu itu, sangat - sangat tidak suka aku dengan nya."


Monica pun langsung pergi dan Vicko merasa bersalah.


" Seperti nya yang membuat Felia kabur karena rencana pernikahan Kak Febia, tapi aku merasa Felia bukan tipe wanita yang seperti itu dia tidak mungkin sampai kabur jika bukan mempunyai masalah yang besar."

__ADS_1


Vicko terus saja mencari tahu tentang Felia.


__ADS_2