
Hari kelulusan pun tiba Felia mendapatkan nilai yang terbaik di sekolah nya. Hal tersebut membuat orang tua nya sangat bahagia sekali, terutama Devano dia akan memberikan hadiah spesial untuk Felia.
Devano memuji kecantikan dan prestasi Felia di akun media sosial nya, sehingga membuat Febia merasa sangat risih membacanya.
" Berlebih-lebihan sekali Devano seperti kepada kekasih saja, demi apapun aku memang cinta kepada Devano tapi aku tidak suka dengan Felia yang terlalu overprotektif kepada Devano."
Febia menyimpan handphone dia memilih untuk diam di rumah di orang tua nya sedang berada di sekolah.
Febia memilih untuk pergi ke salon kecantikan saja, daripada dia emosional melihat Devano dengan Felia.
Suasana di sekolah begitu sangat haru sekali, Monica memeluk erat Felia.
" Felia aku tidak mau jauh dengan mu, aku pun ingin satu universitas dengan mu."
Monica dan Felia sudah berteman sejak SD.
" Iya kita satu universitas lagi yaa."
Devano menghampiri mereka berdua, dia melihat kedekatan Monica dan Felia.
" Kalian berdua tidak bisa terpisahkan."
__ADS_1
Ucap Devano kepada mereka berdua.
Vicko menghampiri Felia dan Monica.
" Felia dan Monica, nanti malam datang ya ke peresmian cafe ku."
Monica dan Felia yang sudah mengetahui sumber uang Vicko mereka berdua seketika langsung terdiam saja.
" Kenapa terdiam, pokoknya nanti malam datang yaa. Ini adalah cafe milik ku hasil kerja keras ku yaa, aku berjuang sendiri untuk mendapatkan cafe tersebut."
Monica tersenyum manis kepada Vicko.
" Iya Vicko, tapi aku tidak janji datang yaa karena orang tua ku juga ingin merayakan hari kelulusan ku."
" Felia pun sekarang akan langsung pergi ke villa di puncak Bogor, kita sekeluarga juga ingin merayakan hari kelulusan Felia."
Devano menarik tangan Felia untuk pergi.
Felia hanya bisa tersenyum manis kepada Felix dan melambaikan tangan nya kepada Monica.
" Aku merasa Devano terlalu berlebih-lebihan dengan Felia, dia seperti tidak mau Felia di dekati oleh lelaki."
__ADS_1
Monica yang sudah mengetahui hubungan mereka berdua dia hanya bisa terdiam saja dan juga meninggalkan Vicko.
Devano terus saja memegang erat tangan Felia, menghampiri kedua orang tuanya.
" Ibu dan Papa, hari ini kita jadi kan pergi ke villa di Bogor untuk merayakan hari kelulusan Felia."
Genggaman erat tangan Devano kepada Felia, membuat orang tua Febia merasa sesuatu yang aneh.
Orang tua Febia yang sedang mengobrol dengan Papa dan Ibu nya.
" Devano orang tua Febia, ingin merayakan hari kelulusan bersama di cafe baru Vicko. Bagaimana jika kita ke sana saja, tidak usah pergi jauh ke villa Bogor."
Devano merasa sangat kecewa sekali ketika orang tua Febia yang sudah membuat gagal rencana nya.
" Aku tidak mau, aku dan Felia kita berdua tetap akan pergi ke villa Bogor sekarang juga. Aku sudah berjanji kepada Felia, aku tidak mau membatalkan nya."
Devano menarik tangan Felia dia tetap ingin membawa Felia pergi, Melani hendak menyusul mereka berdua tapi di tahan oleh suaminya.
" Sudah biarkan saja, semuanya akan baik-baik saja percaya dengan Devano."
Melani pun mengikuti apa yang di katakan oleh suaminya, mereka berdua datang ke acara peresmian cafe terbaru Vicko.
__ADS_1
" Vicko sangat hebat sekali yaa, lulus sekolah sudah mempunyai usaha sendiri dia akan menjadi lelaki pejuang dan pekerja keras."
Melani memuji Vicko dia sangat kagum dengan Vicko.