
Di saat Felia sudah aman bersama dengan Sabilla diam di rumah nya.
Di tempat yang lain Melani terus saja menagis di dalam kamar nya, Melani seperti mendapatkan mimpi yang buruk di siang hari.
Devano dan Papa baru pulang kerja, dia melihat suasana rumah yang seperti tidak seperti biasanya.
Rendy di hampiri oleh salah satu asisten rumah tangga nya.
" Pak Rendy, tadi siang ibu Melani bertengkar dengan nona Felia. Ibu Melani samping menampar wajah nona Felia, dan Ibu Melani mengusir Nona Felia dari rumah."
Mendengar perkataan tersebut Devano dan Papa nya langsung berlari ke kamar Melani.
Rendy membuka pintu dia sedang melihat Melani menagis sambil memeluk guling.
" Aku merasa gagal menjadi seorang ibu, aku tidak bisa mendidik anak perempuan dengan baik. Felia anak perempuan ku yang aku kenal baik dan berprestasi di sekolah, dia hamil."
Devano dan Rendy sangat terkejut sekali ketika mendengar Felia hamil, Devano seketika dia langsung pergi begitu saja.
__ADS_1
Rendy membiarkan Devano pergi karena mengetahui pasti akan mencari Felia.
" Felia hamil,? kamu menampar nya ? dan kamu mengusir nya dari rumah? Melani kenapa kamu sangat jahat sekali."
Rendy merasa sangat kecewa sekali dengan istrinya.
" Aku paham kamu kecewa kamu marah dan melampiaskan dengan kekerasan, tapi kenapa kamu harus mengusir Felia dari rumah. Kenapa kamu tidak merendam kan emosi mu, dan setelah itu kamu bertanya siapa lelaki yang menghamilinya. Kita bisa meminta untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, dan Felia menikah dengan lelaki itu."
Rendy yang menghawatirkan kondisi Felia, dia pun memilih untuk pergi mencari Felia.
Melani pun langsung memikirkan Felia, Melani mencoba untuk menelephone Felia tapi ternyata nomber handphone Felia yang tidak aktif.
Sabilla memilih untuk memilih tinggal di apartemen nya bukan di rumah nya, apartemen Sabilla yang tidak di ketahui oleh Devano.
" Felia, masuklah ini adalah kamar mu yaa. Ingat kamu sudah di usir oleh Ibu mu, sudah lupakan saja mereka sekarang fokus pada kehamilan mu saja."
Felia masuk ke dalam kamar nya, dia merasa sangat nyaman sekali.
__ADS_1
Felia merasakan perubahan pada dirinya, dia tidak merasa lemah seperti biasanya. Felia merasa lebih sehat, Felia pun tidak terlalu merasa ingin muntah.
" Apakah anak ku ini sadar pada situasi Ibu nya, karena bagaimana pun yang mengurus ku bukan ibu kandung ku sendiri jadi aku tidak boleh manja."
Felia membaringkan tubuhnya dan tiba-tiba saja pintu kamar nya terbuka, Sabilla membawa susu hamil untuk Felia.
" Minumlah susu hamil ini yaa, setelah itu kamu istirahat dan besok kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan."
Sabilla menyimpan susu hamil di meja.
" Terimakasih atas kebaikan Tante kepada ku, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Tante begitu sangat baik sekali kepada ku, aku merasa sangat terharu sekali."
Felia meneteskan air mata nya karena kebaikan Sabilla.
" Sudah jangan menangis, kamu sekarang sedang hamil cucu pertama ku. Wajarlah, jika aku perhatikan kepada mu, sudah jangan di pikirkan yaa."
Sabilla keluar dari kamar Felia, dia merasa semakin bersalah kepada Felia.
__ADS_1
" Aku lebih setuju Felia bersama dengan Devano, Felia kelihatan anak yang baik."
Sabilla merasa sangat bersalah dan dia berjanji akan membuat Felia bahagia bersama dengan nya.