
Felia dan Devano sampai di rumah tidak ada sedikitpun rasa curiga orang tua nya terhadap mereka berdua.
Felia menghampiri ibu dia memeluk erat tubuh ibunya.
" Aku sangat kangen ibu."
Felia begitu sangat manja sekali kepada ibunya.
" Bagaimana kamu bahagia bersama dengan kakak mu,? Kamu merasa ada teman sekarang?."
Felia tersenyum malu-malu ketika di tanya oleh ibunya.
Melihat Felia yang sedang bersama dengan ibunya, Devano memilih untuk pergi ke kamar dia ingin menelephone Febia apa maksud dari pesan nya.
Devano masuk ke dalam kamar dia kunci pintu kamar nya.
Devano langsung menelephone Febia.
Febia tersenyum puas ketika Devano menelephone nya.
* Hallo Devano sayang*
* Febia apa maksud dari pesan mu itu*
__ADS_1
* Devano, kamu jangan marah-marah yaa. Aku tidak menyangka sekali ternyata Mama mu itu, Tante-tante pencinta lelaki muda yaa*
* Febia jaga perkataan yaa, jangan seenaknya saja kamu bicara*
* Devano sayang, aku mempunya video dan photo Mama mu sedang bersama dengan lelaki muda nya. Kamu bisa membayangkan bagaimana jika photo dan video ini tersebar, tubuh mulus Mama mu bisa di lihat oleh banyak orang*
* Febia, kamu sudah tidak normal kah. Kenapa kamu sampai bisa bicara seperti itu, apakah kamu sekarang sedang mengancam ku"
* Aku sedang mengancam mu, menikah dengan ku atau video dan photo Mama ku akan aku sebarkan. Aku tidak bercanda Devano, karena aku terlalu muak melihat kedatangan mu dengan Adik tiri mu itu*
* Febia aku mohon jangan seperti ini, jangan memaksa cinta karena percuma jika kita berdua menikah tidak akan ada cinta diantara kita berdua*
* Aku tidak peduli, jika kamu tidak mempunyai perasaan terhadap ku yang aku inginkan kita menikah bulan depan*
" Akhirnya Devano, kamu akan menjadi milik ku selamanya."
Febia begitu sangat bahagia sekali ini seperti sebuah kado untuk nya di hari kelulusan nya nanti.
Devano merasa sangat despresi sekali ketika Febia mengirimkan video dan photo Mama nya yang tidak memakai sehelai benang di tubuhnya.
" Kenapa wajah lelaki nya tidak terlihat, ini sangat licik sekali seperti nya Video ini memang sengaja di buat."
Devano mencoba untuk menenangkan perasaan dan pikiran di dalam kamar dia tidak mau keluar kamar karena hatinya sedang kacau.
__ADS_1
Devano memikirkan bagaimana dengan Felia, dia pasti sangat kecewa sekali jika mengetahui semuanya.
" Felia, maafkan aku."
Devano merasa sangat binggung apa yang harus dia lakukan, dia berniat untuk pergi ke rumah Mama tapi di saat kondisi nya sedang tenang.
Di saat Devano sedang sedih, Felia membicarakan tentang kuliah nya dengan Ibunya.
" Felia, ibu berharap di saat kamu kuliah nanti tetap menjadi mahasiswa yang berprestasi yaa. Kamu harus pertahanan beasiswa mu yaa, jangan berpikir kamu mempunyai seorang Ayah yang kaya raya."
Felia menganggukkan kepalaku sambil tersenyum.
" Aku mengerti Bu, aku tidak akan pernah membuat ibu kecewa aku tetap Felia yang dulu."
Melani merasa sangat senang sekali dia mempunyai anak seperti Felia.
" Bu, aku ke kamar dulu yaa.'
Felia pergi ke kamar nya tapi tatapan mata nya tertuju pada kamar Devano.
" Kenapa yaa aku jadi ingin mengetuk pintu kamar nya, tapi aku takut ibu sampai melihat."
Felia hanya memandangi pintu kamar Devano saja.
__ADS_1