
Devano seperti terburu-buru keluar dari kamar nya, dia melihat Felia tapi mengabaikan nya.
Devano ingin secepatnya bertemu dengan Mama nya.
" Mau pergi ke mana yaa, kenapa kelihatan sangat terburu-buru sekali."
Felia memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dia merasa itu adalah privasi Devano.
Devano dengan cepat dia masuk ke dalam mobil nya, dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Melani yang memperhatikan Devano dia merasa hawatir melihat Devano.
" Ada apa dengan Devano, tadi dia baik-baik saja tapi kenapa dia tiba-tiba seperti sedia kesal yaa."
Devano merasa Mama nya tinggal di rumah nya yang lama, dia langsung saja pergi ke sana.
Devano akhirnya sampai dia keluar dari mobil nya berlari masuk ke dalam rumah, Sabilla yang sedang memasak dia begitu sangat terkejut sekali dengan kedatangan Devano.
" Devano, ada apa kenapa wajah mu tidak seperti biasanya?."
Devano menghampiri Mama nya dia menangis di hadapan Mama nya.
__ADS_1
" Devano sayang ada apa Nak,? Kamu di usir oleh Papa mu dari rumah yaa."
Sabilla merasa sangat binggung sekali melihat Devano yang menangis tanpa sebab.
" Mam, aku mau jujur kepada Mama. Aku pun punya kesalahan, aku mencintai adik tiri ku sendiri."
Sabilla begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.
" Aku sadar cinta ku itu sangat terlarang sekali, tapi aku mencintai nya. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi bersama dengan nya, karena aku harus terpaksa menikah dengan wanita yang tidak aku cinta."
Devano memberikan photo dan video Sabilla yang sangat tidur pantas untuk di lihat.
Sabilla samping bergetar kenapa sampai ada yang berani mengambil photo ini semuanya.
Sabilla menangis di hadapan Devano.
" Devano, maafkan Mama sayang. Mama tidak bermaksud seperti itu, Mama nyesel sayang."
Sabilla kelihatan sangat ketakutan sekali dia memegang tangan Devano.
" Semuanya sudah terlambat Mam, nanti malam Febia datang bersama dengan keluarga nya ke rumah."
__ADS_1
Devano menghelakan nafas panjang nya.
" Mam, aku mohon jadikan ini sebagai pelajaran untuk kehidupan Mama. Sudah tinggalkan dunia Mama yang seperti itu, jika Mama ingin bersama dengan lelaki carilah lelaki yang baik dan bertanggung jawab seperti Papa."
Devano memilih untuk pergi dia ingin bertemu dengan Kelvin, Devano ingin mencurahkan isi hati nya kepada Kelvin.
Sabilla menangis histeris dia tidak menyangka jika Vicko bisa seperti ini kepada nya.
Sabilla mencoba untuk menelephone Vicko dia ingin mendapatkan penjelasan dari Vicko.
Vicko yang sedang kacau pikiran nya, dia melihat Sabilla menelephone nya.
Vicko menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Vicko, kamu kenapa sangat jahat sekali kepada Tante. Kenapa kamu membuat video dan photo kita berdua, dan bisa sampai ada pada Devano*
* Maafkan aku Tante, Kakak perempuan ku yang mengambilnya dia sangat menginginkan menikah dengan Devano cara apapun dia pasti lakukan*
* Tapi Devano tidak mencintai kakak perempuan mu, Devano mencintai adik tiri nya*
* Apa,? Devano mencintai Felia. Sudah ku duga Devanka memiliki perasaan terhadap Felia tapi sekarang itu sudah tidak akan pernah bisa terjadi karena Devano akan menikah dengan Kakak perempuan ku. Aku memiliki banyak photo kebersamaan kita berdua, jika sampai Tante membocorkan rahasia hubungan kita pergi aku akan menyebarkan semua photo dan video tersebut*
__ADS_1
Vicko mengakhiri panggilan telephone nya, dan Sabilla menjadi benci kepada Vicko.