Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode (59).


__ADS_3

Keesokan harinya, Felia sudah terbangun dari tidurnya dia membereskan tempat tidur nya. Felia tidak lagi merasakan mual dan muntah, dia merasa lebih kuat dari sebelumnya.


" Aku harus mandi setelah itu aku harus membantu Tante Sabilla, karena aku yang harus tahu diri menumpang di rumah nya."


Felia masuk ke dalam kamar mandi, Sabilla masuk ke kamar Felia.


" Rajin sekali, pagi-pagi sudah bangun dan membereskan tempat tidur."


Sabilla mendengar suara air, Sabilla menyimpan sarapan pagi untuk Felia.


" Sudah cantik, sopan dan rajin."


Sabilla keluar dari kamar Felia, dia menutup rapat pintu kamar nya.


" Hari ini aku akan membawa Felia ke Dokter Specialis Kandungan, semoga kandungan Felia baik-baik saja."


Sabilla memainkan handphone nya dia melihat photo Vicko, Sabilla merasa sangat marah dengan Vicko.


" Aku benci sekali dengan nya, dia seperti sudah mencuri uang ku dan menjebak ku."


Sabilla menyimpan handphone nya, dia mencoba untuk melupakan Vicko.

__ADS_1


Felia datang dengan membawa makanan dan minuman yang sudah di siapkan oleh Sabilla.


" Aku ingin makan bersama di sini, aku tidak mau makan sendiri di dalam kamar."


Sabilla tersenyum melihat tingkah laku Felia.


" Makan yang banyak jangan mempedulikan berat badan mu yaa, karena sekarang ada bayi di dalam perut mu yang butuh nutrisi yang banyak."


Felia begitu sangat lahap sekali dia tidak merasakan mual dan muntah.


" Setelah selesai makan kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan yaa."


Sabilla mengambil tas di dalam kamar nya, sambil menunggu Felia selesai sarapan pagi.


Sabilla kembali dia melihat Felia yang sedang melamun.


" Kamu kenapa melamun,? kamu memikirkan ibu yang sudah mengusir mu. Sudahlah lupakan saja ibu itu, sekarang kamu bersama dengan ku. Kenyataan aku ini jauh lebih baik dari Ibu mu, ayo cepat kita berangkat sekarang."


Felia yang sudah menghabiskan sarapannya dia pun langsung pergi bersama dengan Sabilla.


Sabilla begitu sangat perhatian sekali dengan Felia, dia sampai menjaga Felia.

__ADS_1


Di saat di perjalanan menuju ke Rumah Sakit, Sabilla bertanya kepada Felia.


" Apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan Devano,? Kenapa cinta terlarang itu bisa sampai tumbuh dan mengakibatkan cinta yang keterlaluan seperti ini."


Felia mencoba untuk jujur kepada Sabilla.


" Sebelumnya aku belum pernah berpacaran, aku merasa jatuh cinta dengan Kak Vano. Awalnya aku hanya menyimpan rahasia ini, tapi ternyata Kak Devano pun mempunyai perasaan yang sama."


Felia menundukkan kepalanya sambil mengelus perut nya, terlihat jelas Felia merasa sangat menyesal.


" Aku juga tidak suka dengan dengan Febia, aku merasa sangat kecewa sekali kepada Kak Devano tiba-tiba saja sikap nya berubah, dia ingin menikah dengan Febia yang jelas-jelas sebelumnya Kak Devano sangat benci."


Felia menetes air mata nya, Sabilla memberhentikan mobilnya dia memberikan tissue kepada Felia.


Sabilla merasa sangat kasihan melihat Felia, Felia yang merupakan korban dari photo dan video nya.


" Kamu pasti akan mendapatkan Devano kembali, karena Devano harus tanggung jawab terhadap kehamilan mu ini. Kamu tidak usah hawatir yaa, aku akan membantu mu yaa."


Sabilla menyalakan mesin mobil nya kembali dia ingin secepatnya sampai di Rumah Sakit.


Sabilla masih memikirkan bagaimana cara nya dia bisa mendapatkan handphone Febia untuk menghapus video dan photo tersebut.

__ADS_1


Agar Felia dan Devano bisa bersama kembali.


__ADS_2