
Felia tidak konsentrasi di dalam kelas nya, dia diam dan terus melamun sambil memegang perut nya.
Felia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan keluarga yang mengetahui hubungan terlarang dirinya dengan Devano.
Monica memperhatikan Felia, dia berharap Felia tidak sampai hamil.
Jam pelajaran selesai sesuai dengan janji Monica mereka berdua akan pergi ke apotek untuk membeli tes kehamilan.
Felia menghampiri supir pribadi dia bilang akan pergi bersama dengan teman nya, Felia meyakinkan kepada supir pribadi nya jika Ibu nya mengenal dekat dengan Monic.
Setelah bicara panjang lebar akhirnya supir tersebut pun membiarkan Felia bersama dengan Monica.
Beruntunglah Monica yang membawa mobil sendiri dia tidak menggunakan supir pribadi, Felia langsung masuk ke dalam mobil.
" Monica, lebih baik kita mencari apotek yang jauh saja yaa aku takut ada yang mengenal kita berdua."
Monica mengikuti apa yang di katakan oleh Felia, dia mencari apotek yang lumayan jauh.
Monica dan Felia pun turun dari mobil, mereka berjalan cepat menuju ke Apotek.
" Mbak, aku ingin tes kehamilan yang sangat akurat yaa."
__ADS_1
Monica yang bicara langsung, Felia hanya bisa terdiam saja.
Apoteker pun langsung memberikan tes kehamilan tersebut kepada Monica, ketika mengambil ada wanita yang juga mau membeli obat.
" Felia, kamu simpan baik-baik tes kehamilan ini yaa. Jangan sampai ada yang tahu, jika sudah ketahuan hasil nya kamu beritahu aku dulu dan setelah itu berikan kepada Devano."
Felia menutup mulut Monica ketika dia menyebut nama Devano.
" Jangan keras-keras Monic, nanti ada yang dengar."
Mereka berdua pun langsung pergi ke dalam mobil, tanpa sepengetahuan Felia wanita yang ada di samping nya itu adalah Sabilla Devanka Mama dari Devano.
Sabilla yang sudah mengambil obat dia langsung pergi.
" Devano pernah bilang dia mempunyai cinta terlarang dengan adik tiri perempuan nya, apa gadis cantik itu yang di maksud dengan Devano. Dia membeli tespek, apakah dia sekarang sedang hamil anak Devano di saat Devano harus menikah paksa dengan wanita yang mengancam Devano."
Sabila masuk ke dalam mobil nya dia merasa sangat kasihan sekali melihat gadis tersebut.
" Aku juga mengikuti gadis itu, aku harus memastikan apakah benar gadis itu hamil anak Devano."
Sabilla menjalankan mobilnya dia kembali ke rumah nya, sedangkan Felia tangan nya terus saja bergetar sambil memegang tas nya.
__ADS_1
" Felia, kamu jika sampai hasilnya positif aku mohon jangan kamu gugurkan kandungan mu. Jika sampai kamu di usir dari rumah, kamu bisa tinggal bersama dengan ku."
Monica yang begitu sangat sayang sekali dengan Felia.
" Masa depan ku hancur karena perlakuan bodoh ku, kenapa aku harus terjerat cinta yang salah."
Felia kembali menangis, Monica memilih untuk menghentikan mobil nya.
Monica mengambil tissue dia berikan kepada Felia.
" Sudah yaa jangan menangis, karena besok kamu baru tahu hasilnya."
Monica melihat ada Restoran di depan nya, Monica kembali menjalankan mobilnya dan memberhentikan mobilnya di depan Restoran.
" Kita makan dulu yaa, sudah jangan menangis."
Monica membukakan pintu mobil nya untuk Felia, Felia lebih memilih untuk menyimpan tas nya di dalam mobil Monica.
Mereka berdua pun duduk dan memesan makanan dan minuman, Felia merasa hilang selera makan nya.
Felia berlari untuk mencari toilet dia merasa ingin muntah.
__ADS_1