Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 34.


__ADS_3

Vicko melihat Devano dan Kelvin yang datang ke cafe yang sebentar lagi akan menjadi milik nya.


Vicko hanya tersenyum tipis ketika melihat Devano dan Kelvin dia tidak mau menghampiri nya.


" Sombong sekali wajah adik nya Febia, padahal harta kekayaan dari orang tua saja."


Kelvin mulai merasa kesal melihat wajah Vicko.


" Febia terus saja menelephone, cinta paksa an sedikit pun tidak ada rasa suka."


Kelvin memperhatikan Devano yang sekali jarang berkencan dengan banyak wanita.


" Vano, di saat tidak ada rasa cinta kepada Febia. Terus sekarang loe lagi dekat sama siapa,? Akhir-akhir ini gue ga pernah liat loe bersama dengan para wanita-wanita cantik."


Devano tersenyum tipis kepada Kelvin.


" Sekarang gue udah bukan pemain cinta, sekarang gue harus fokus pada satu wanita."


Kelvin merasa tidak percaya dengan perkataan Devano.


" Satu wanita,? Serius loe gue nggak percaya."


Devano yang mengenal Kelvin sejak dulu dia percaya dengan Kelvin.


" Satu wanita yaitu Felia."

__ADS_1


Kelvin seketika langsung terkejut ketika melihat nama Felia.


" Devano loe nggak bercanda kan,? Felia itu adik perempuan loe."


Kelvin sampai menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Felia adik tiri gue, bukan adik kandung gue."


Devano tidak bisa membohongi perasaannya kepada Felia.


" Gue tau ini salah dan di larang, tapi gue nggak bohong dengan perasaan gue. Gue sayang Felia, aku akan setia kepada Felia."


Kelvin belum pernah melihat wajah Devano bicara serius seperti ini.


" Terus gimana kalau orang tua loe tau, mereka pasti kaget dan nggak mungkin kasih restu untuk hubungan kalian berdua."


" Vano, lebih dari loe akhiri hubungan loe ini. Kasihan Felia, karena kalian yang itu nggak mungkin bisa bersama."


Kelvin terus saja mengingat kan Devano.


" Gue sayang Felia, gue nggak peduli apapun yang terjadi dengan kita berdua. Gue akan selalu bersama dengan Felia, sampai kapan pun."


Devano menghabiskan minuman yang ada di hadapannya, dia langsung pergi meninggalkan Kelvin sendiri di cafe.


Kelvin tidak bisa banyak bicara lagi dia hanya bisa menyimpan rahasia mereka berdua.

__ADS_1


Melihat Devano pergi, Kelvin pun memilih untuk pergi dan membayar minuman yang sudah dia pesan.


Di saat Kelvin hendak membayar dia melihat Vicko yang sedang memegang handphone, suara Vicko terdengar jelas di telinga Kelvin.


* Tante, aku sudah membayar setengah nya. Nanti Tante jangan lupa untuk mentransfer sisa uang nya yaa Tante.*


* Apakah kamu yakin jika cafe itu akan banyak pengunjung yang datang, bagiamana dengan tempat nya*


* Pokonya Tante tenang saja yaa, yang penting sekarang Tante harus siapkan sisa uang nya saja*


* Baiklah Vicko akan Tante usahakan yaa*


* Terimakasih banyak Tante*


Vicko mengakhiri panggilan telephone nya, Kelvin mendengar jelas semuanya percakapan Vicko.


Ketika membalikkan badannya Vicko begitu sangat terkejut sekali melihat Kelvin yang ada di belakang nya.


Vicko terdengar tipis kepada Kelvin, tapi Kelvin tidak membalas senyuman tersebut Kelvin memilih berjalan cepat menuju ke mobil nya.


" Astaga kenapa ada lele itu, dia mendengar tidak yaa percakapan ku dengan Tante Sabilla."


Vicko yang mengetuk jika Kelvin teman baik Devano.


" Beruntung aku tidak menyebutkan nama nya, jika sampai itu terjadi aku akan gagal mendapatkan cafe ini."

__ADS_1


Vicko pun langsung pergi dia ingin melihat sekeliling cafe tersebut.


__ADS_2