Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode (31)


__ADS_3

Setelah mengobrol Devano kembali mengingat pesan dari Mama nya, dia pun memilih untuk pergi.


" Aku pergi dulu ke kamar yaa."


Devano pun pergi tidak membuat orang tua merasa curiga terhadap nya.


Devano masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya, dia dengan cepat menghubungi nomer handphone Mama nya.


Sabila yang sedang melamun dia langsung menjawab panggilan telephone dari Devano.


* Hallo Mama*


* Hallo Devano sayang, Mama butuh uang Nak. Mama ingin membuat tempat usaha, seperti cafe atau tempat toko pakaian*


* Untuk apa Mama membukakan usaha kembali, buku kah usaha salon kecantikan sudah punya*


* Tapi Mama ingin menambah lagi sayang, bisakah kamu transfer 500 juta saja sayang*


* Yasudah untuk uang segitu tabungan ku ada, tapi ingat ya Mam untuk usaha bukan untuk membayar lelaki*


* Iya sayang*


Devano mengakhiri panggilan telephone nya dia langsung transfer untuk tersebut kepada Mama nya.


Sabilla tersenyum puas ketika Devano dengan mudahnya dia transfer uang kepada nya.

__ADS_1


" Terimakasih banyak Devano sayang."


Sabilla mentransfer kembali uang tersebut kepada Vicko, Vicko yang menginginkan 2 Milyar tapi Sabilla hanya transfer 1 milyar saja.


* Aku hanya punya uang 1 milyar saja*


Vicko tidak menyangka jika Sabilla langsung mengikuti apa yang dia inginkan walaupun tidak seperti yang dia minta.


" Uang 1 milyar ini akan aku pakai untuk membuat usaha, terimakasih banyak Tante kesehatan."


Vicko merasa sangat senang sekali dia yang masih sekolah SMA, tapi sudah bisa menghasilkan uang 1 milyar.


Devano memegang kepalanya, dia rasanya ingin dekat dengan Mama setiap hari agar Mama tidak selalu terbuai oleh lelaki muda.


Devano menghampiri Felia, dia ingin bicarakan dengan nya.


" Felia, kamu harus merahasiakan semuanya dari Ayah dan Ibu yaa."


Devano memegang tangan Felia.


" Iya, aku mengerti aku tidak akan memberitahu mereka."


Suara Felia kelihatan sangat jutek sekali.


" Kamu pergi ke kamar untuk apa,? Apakah Febi itu menghubungi mu yaa."

__ADS_1


Felia mulai mempunyai perasaan cemburu terhadap Febia.


" Tidak, aku tidak sedang berhubungan dengan Febia. Maksud ku, tidak sedang berkomunikasi dengan Febia."


Pandangan mata Felia kelihatan sangat sinis sekali kepada Devano.


" Tapi kamu satu universitas, besok kamu pasti bertemu dengan nya."


Wajah Felia memerah dia sangat cemburu sekali.


Devano pun langsung menarik tangan Felia, dia membuka pintu kamar Felia sehingga mereka berdua masuk ke kamar.


" Dengar yaa, aku tidak punya perasaan terhadap Febia. Aku sekarang hanya cinta dengan Adik tiri ku, aku tidak akan pernah berpaling hati dari adik tiri ku."


Felia tersenyum manis kepada Devano.


" Kamu adalah cinta pertama ku, kamu sudah melakukan itu dengan ku. Aku tidak peduli dengan apa yang terjadi, tapi aku ingin kita berdua harus bisa bersama selamanya."


Devano menganggukkan kepalanya dia mencium kening Felia, dan cepat-cepat keluar dari kamar Felia.


Felia yang sebenarnya ingin keluar dari kamar nya, dia menjadi kembali masuk ke dalam kamar.


Hari Felia berbunga-bunga walaupun dia jatuh cinta yang salah, Felia seperti tidak peduli dia hanya memikirkan cinta pertama nya bersama dengan Kakak tiri.


Felia duduk dia pun lupa jika mempunyai banyak tugas di sekolah, Felia memilih untuk mengerjakan tugas tersebut.

__ADS_1


__ADS_2