
Vicko menarik tangan Felia di saat Felia ingin dekat dengan Monica.
" Heh Vicko kasar banget loe tarik tangan Felia, lepasin sekarang juga."
Vicko langsung melepaskan genggaman tangan nya.
Felia tidak menyangka Vicko sampai berani menarik tangan dirinya.
" Awas yaa kalau gue ngeliat loe kasar sama Felia, Felia itu bukan tipe cowok macam loe."
Monica mengajak Felia untuk pergi meninggalkan Vicko.
" Feli kamu nggak apa-apa kan,?"
Monica memeriksa tangan Felia.
" Aku nggak apa-apa tapi kenapa Vicko berani melakukan itu yaa, cuma karena semalam pertemuan dua keluarga."
Monica terkejut ketika mendengar perkataan Felia.
" Pertemuan dua keluarga Bapak Rendy Mahendra dengan Ronny Julian,? Untuk apa Felia? Apakah untuk berkerja sama bisnis?."
Felia yang merasa percaya dengan Monica dia pun menceritakan semuanya kepada Monica.
" Berawal pertemuan untuk mengucapkan selamat atas pernikahan orang tua ku, tapi berakhir dengan perjodohan Kakak lelaki ku dengan Kakak perempuan Vicko."
Monica yang sudah mengetahui tentang kehidupan kedua keluarga pembisnis tersebut dia hanya terdiam saja.
" Aku tidak menyangka ternyata Ayah sambung ku menjodohkan anak nya, tapi ada hubungan nya dengan bisnis perusahaan."
Monica pun memberitahu apa yang dia ketahui tentang keluarga Rendy Mahendra.
" Felia, aku mengetahui sedikit tentang Ayah sambung mu itu. Dia memang pengusaha yang sukses, tapi kesuksesan nya itu merebut dari kesuksesan orang lain. Dan jika kamu bicara jika Kakak lelaki mu di jodohkan dengan Febia, jelas saja karena orang tua Febia dia pembisnis yang sukses."
Felia akhirnya mengetahui semuanya.
" Seperti nya akan ada pernikahan paksa, karena Kak Vano dia sangat tidak suka dengan Felia."
Bell masuk sekolah berbunyi membuat Felia dan Monica berlari masuk ke kelas.
***
Di tempat yang lain Devano dengan Ibu sambung nya, Devano yang sebenarnya libur sekolah dia ingin membantu ibu sambung nya.
Devano membantu dari mulai mempersiapkan semuanya sampai buka toko.
" Devano, kamu tidak kuliah?. Jangan sampai ya gara-gara ibu, kamu jadi bolos kuliah."
Devano tersenyum manis kepada ibu nya.
" Aku libur Bu, aku ingin membantu ibu dan merasakan capek nya menjadi ibu."
Melani mulai membuka toko kue nya, dan dia pun di sibukkan dengan pesanan.
" Yasudah, kamu bantu menuggu toko yaa. Ibu di dapur untuk membuat kue pesanan."
__ADS_1
Devano menganggukkan kepalanya sambil tersenyum setiap ada yang datang kepada nya.
" Selamat pagi mbak, mau pesan kue atau ngambil pesanan?."
Para pembeli gagal fokus melihat wajah Devano yang tampan.
" Wah ganteng banget yaa, ternyata tidak hanya punya putri cantik Bu Melani punya anak ganteng juga yaa."
Para pembeli setelah memesan dan mengambil pesanan nya mereka meminta photo dengan Devano.
Devano merasa tidak keberatan jika nanti wajah menjadi viral di media sosial.
Mendengar suara berisik Melani pun langsung keluar dari dapur nya, dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Devano yang kewalahan untuk menulis pesanan.
Melani langsung menghampiri Devano dia membantu Devano.
" Kenapa jadi rame sekali seperti ini yaa, tidak seperti biasanya."
Melani merasa sangat aneh sekali dia tidak tahu jika Devano yang membuat ramai pengunjung.
Karena merasa kelelahan mereka memilih untuk menutup sementara di jam 12 siang.
Devano tidak menyangka jika menunggu toko kue itu sangat melelahkan sekali.
" Devano, lebih baik kamu pulang saja yaa."
Melani memberikan tissue kepada Devano.
" Tidak apa-apa Bu, akhirnya aku merasakan yang namanya bekerja seperti ini ya rasanya."
Karena terlalu capek, Devano sampai lupa menjemput Felia.
Felia yang sudah waktunya pulang dia tidak melihat keberadaan mobil Kakak nya.
" Kak Vanno mana yaa, apa dia masih kuliah yaa. Yasudah, lebih baik aku nunggu taksi saja."
Ketika Felia mau menunggu kedatangan taksi, Vicko lagi-lagi menghampiri Felia.
" Felia pulang bersama dengan ku saja yaa."
Vicko mendekati Felia sekarang dia berani memegang pipi Felia.
" Vicko kamu kenapa sih, semenjak pertemuan itu kamu jadi berani pegang-pegang aku."
Felia merasa tidak nyaman dengan sikap Vicko kepada nya.
" Felia bukan kah kamu sudah mengetahui jika aku menyimpan perasaan terhadap mu, sekarang kedua keluarga sudah sangat dekat."
Felia mendorong tubuh Vicko yang ingin berdekatan dengan Felia.
" Keluarga kita dekat karena ingin menjodohkan kedua Kakak kita, lalu apa hubungannya dengan kamu yang bersikap seperti ini."
Melihat sekolah yang sudah sepi Monica pun sudah pulang, ini kesempatan Vicko yang ingin menyentuh Felia.
Vicko yang sudah mengenal pergaulan bebas membuat Vicko merasa nafsu melihat Felia.
__ADS_1
" Vicko apa yang akan ingin kamu lakukan kepada ku,? Vicko pergi ihhhhhhh."
Di saat Vicko yang hendak mencium Felia, tiba-tiba saja Devano datang dan memukul Vicko.
" Berani yaa loe sentuh Adik perempuan gue, gue habisin nyawa loe."
Felia langsung berlari menghampiri Devano dia memeluk erat tubuh Devano sambil menagis.
Vicko yang terjatuh di tanah dia merasa malu karena sampai ketahuan Devano.
Devano segera pergi membawa Felia.
Vicko mencoba untuk bangkit, rasa dendam pun akhirnya tumbuh.
" Devano lihat saja loe yang akan menyesal, gue akan mempermalukan loe lewat Mama mu tercinta."
Vicko berencana untuk melakukan sesuatu yang menjijikan dengan Sabilla Devanka, dan akan mengirimkan kepada Devano.
Vicko pergi, Devano mencoba untuk menenangkan Felia dia membawa Felia ke dalam mobil nya.
Felia terus saja menangis di pelukan Devano.
" Sudah yaa, aku sudah memberikan pelajaran dengan anak itu. Aku tidak mengerti adik dan kakak mempunyai sikap yang sama, selalu saja memaksa untuk cinta."
Felia seperti tidak mau melepaskan pelukan erat nya.
" Yasudah yaa sekarang lepaskan pelukan nya yaa, Kakak mu ini harus mengendarai mobil yaa."
Felia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Nggak mauuuuu."
Teriak Felia dengan sangat manja sekali.
Tapi Devano mencoba untuk tetap sabar, dia mengelus rambut panjang Felia.
" Apakah kamu merasa nyaman berada di dalam pelukan ku,? Aku yang akan selalu melindungi mu."
Felia merasakan kenyamanan ketika dia berada di pelukan Devano, Felia tidak mengerti rasa nyaman ini apa namanya.
" Felia, aku tidak mau kamu sampai bersama dengan lelaki yang seperti itu. Vicko lelaki yang hanya meluapkan rasa nafsu nya, aku hawatir sekali dia semakin berani dengan mu."
Felia melepaskan pelukan erat nya, dia pun memandangi wajah Devano.
" Apakah kamu akan selalu menjaga ku,? Aku tidak mengerti kenapa aku merasa sangat nyaman sekali berada bersama dengan mu."
Felia mengungkap semuanya perasaan yang dia rasakan di saat bersama dengan Devano.
" Apakah rasa nyaman itu adalah rasa cinta,?"
Devano mendekati wajah membuat Felia seketika menjadi membeku.
" Aku pun mempunyai perasaan yang sama dengan mu, rasa nyaman yang berubah menjadi rasa cinta."
Devano dengan berani dia langsung mencium bibir mungil Felia, Felia yang baru merasakan dia langsung memejamkan mata nya.
__ADS_1