
Kelvin berbisik dan mengatakan jika dia sudah bertemu dengan Felia, Monica seketika dia merasa sangat senang sekali dengan kabar yang di katakan oleh Kelvin.
" Di mana Felia sekarang, aku ingin bertemu dengan nya."
Monica begitu sangat bersemangat sekali.
" Felia sekarang berada di Apartemen ku, sekarang aku akan membelikan handphone untuk Felia."
Monica menghampiri Mama nya, dia meminta ijin untuk bertemu dengan Felia.
Monica di berikan ijin dan Kelvin memberitahu Apartemen nya kepada Monica.
" Baiklah terimakasih banyak Kak Kelvin."
Monica pergi ke Apartemen dia sangat tidak sabar untuk bisa bertemu dengan Felia.
" Felia, akhirnya aku bisa bertemu dengan mu."
Monica akhirnya menemukan pintu Apartemen dia pun langsung menekan tombol bell dan Felia langsung membukakan pintu dan begitu sangat terkejut nya Felia ketika melihat kedatangan Monica.
" Ahhhh Monica, aku sangat senang sekali."
Felia berpelukan dengan Monica.
" Felia, kamu membuat ku hawatir sekali."
__ADS_1
Monica sampai meneteskan air mata nya.
" Monica maafkan aku, setelah aku di usir dari rumah aku di bawa oleh Tante Sabilla dia Mama nya kak Devano."
Monica selalu berpikiran negatif terhadap Tante Sabilla.
" Lalu bagaimana ceritanya, kamu bisa bersama dengan Kak Kelvin sekarang?."
Felia menundukkan kepalanya dia merasa sedih jika harus menceritakan semuanya kepada Monica.
" Tante Sabilla mempunyai teman lelaki, dan keesokan harinya lelaki itu datang di saat Tante Sabilla tidak ada di rumah. Dia ingin menyentuh ku dan itu membuat aku terpaksa pergi dari rumah, aku sangat ketakutan sekali."
Monica semakin mencurigai jika Tante Sabilla itu juga yang berhubungan dengan Vicko, yang membiayai Vicko.
" Bukan wanita baik-baik, pantas saja Papa nya lebih memilih Ibu mu karena memang yang terbaik."
" Sekarang kandungan mu sudah berapa Minggu, kamu harus selalu mempertahankan nya dan bicara jika itu terjadi anak mu dengan kakak tiri mu."
Felia terdiam dia seperti masih ingin merahasiakan semuanya.
" Felia, kamu harus memikirkan dirimu juga jika perlu kamu batalkan saja rencana pernikahan Devano dan Febia. Karena kamu yang sedang hamil anak Devano, jadilah acara itu menjadi pernikahan kalian berdua."
Felia seperti kebingungan dia hanya menunduk sedih.
" Felia, aku sayang kamu. Aku ingin kamu kembali kuliah, kamu pasti akan menjadi mahasiswa yang berprestasi karena kamu itu sangat pintar sekali Felia."
__ADS_1
Monica memegang tangan Felia.
" Untuk sementara aku ingin di sini saja, aku ingin menenangkan pikiran dan perasaan ku."
Monica merasa tidak tega melihat Felia.
" Aku akan selalu bersama dengan mu, aku berdoa semoga kamu mendapatkan yang terbaik."
Felia memeluk erat tubuh Monica.
" Terimakasih banyak yaa Monica kamu yang terbaik."
Felia dan Monica mengobrol asik dan tak tiba-tiba saja tombol bell berbunyi, Monica yang membukakan pintu dan ternyata Kelvin datang dengan membawa makanan dan minuman.
Kelvin juga memberikan handphone baru untuk Felia.
" Ini handphone baru untuk mu yaa, supaya kamu tidak bosan sendirian di sini."
Monica memperhatikan Kelvin yang sangat baik sekali kepada Felia.
" Apakah ini semua Devano yang meminta,? Agar kebutuhan Felia terpenuhi."
Kelvin tertawa mendengar perkataan Monica.
" Devano tidak memperdulikan Felia, dia sekarang mungkin sedang sibuk dengan rencana pernikahan nya. Agar lepas dari tanggung jawab, ahhhh benci sekali dengan dia yang sekarang."
__ADS_1
Monica langsung menatap wajah Felia, Felia hanya bisa terdiam saja dengan sikap Devano kepada nya.