
Melani dan Rendy yang sudah pergi ke kantor polisi mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Febia.
Melani dan Rendy berharap jika Febia mau mengikuti keinginan mereka berdua.
" Aku tidak mungkin melakukan rencana pernikahan jika Felia belum di temukan, jika Febia tidak mau mengikuti keinginan ku sudah batalkan saja rencana pernikahan ini."
Melani kelihatan sangat emosional sekali.
" Sabar, ini akan menjadi alasan kita berdua yaa."
Di perjalanan Melani melihat photo Felia sambil menangis.
" Maafkan ibu yaa sayang, ibu yang telah mengusir mu. Ibu yang sudah terlalu emosi dengan mu, maafkan ibu yaa."
Melani menyesali perbuatannya dia ingin Felia kembali, sebelumnya Rendy sudah menghubungi orang tua Febia agar berada di rumah.
Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Febia, ekpresi wajah Melani kelihatan sangat berbeda. Rendy merasa istrinya pasti akan kesal, jika Febia tetap kekeh dengan keinginan nya.
Kedatangan Melani dan Rendy, di sambut baik oleh orang tua Febia dan mereka pun mengajak untuk bicara di ruangan keluarga.
Febia duduk di samping Papa dia karena Papa nya yang akan selalu membela nya.
__ADS_1
" Kedatangan saya dan suami ingin membicarakan tentang rencana pernikahan Devano dan Febia, saya ingin menunda pernikahan itu karena keluarga kami yang sedang mengalami musibah Felia yang belum juga pulang ke rumah."
Febia dia langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Kenapa harus di tunda, kenapa tidak sesuai dengan keinginan ku."
Febia begitu sangat emosional.
" Felia belum di temukan dia bagian dari keluarga saya, Felia itu adik nya Devano. Apakah kamu tidak punya perasaan,? di saat adik nya tidak ada di rumah Kakak nya melakukan pesta pernikahan."
Rendy mencoba untuk menenangkan istrinya.
" Tapi Tante, saya sudah memesan semuanya sesuai dengan tanggal yang sudah di tentukan."
" Yasudah batalkan saja pernikahan ini, kamu menikah bukan kesepakatan keluarga tapi mementingkan keinginan sendiri. Devano bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari kamu, belum menikah saja sudah membuat calon ibu mertua emosional."
Melani memilih untuk pergi dan Rendy langsung mengejar Melani.
" Febia, kenapa kamu seperti ini. Benar kata Ibu Melani sebuah pernikahan itu harus di bicarakan oleh kedua keluarga dengan memilih tanggal pernikahan yang terbaik."
Febia merasa kesal dia pun langsung masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
" Bagaimana ini Mam, belum menikah saja dia sudah berani dengan ibu mertua nya."
Kedua orang tua Febia merasa bingung dengan sikap Febia.
Febia menutup rapat pintu kamar nya, dia berteriak melampiaskan rasa kesalnya.
" Kenapa sih Felia harus kabur, sangat menyebalkan sekali dia. Gara-gara dia rencana pernikahan ku yang tinggal menghitung hari gagal, benci sekali aku dengan Felia."
Febia mengambil handphone dia melihat Devano yang meng-upload foto Felia, Devano mengungkap rasa rindu nya dengan Felia dengan sebuah kata-kata puitis.
" Apa lagi ini yaa, Devano dia semakin membuat aku kesel."
Febia melemparkan handphone ke atas kasur dia seperti ingin meluapkan emosi nya.
" Felia, aku merasa ini adalah rencana nya. Yaa, dia kabur supaya aku gagal menikah dengan Devano dia sangat licik sekali aku benci dia."
Febia kembali berteriak kencang membuat orang tua langsung berlari menghampiri kamar Febia.
" Febia kamu kenapa Nak,? Jangan membuat Mama dan Papa hawatir."
Mama nya mencoba untuk membuka pintu tapi ternyata Febia mengunci pintu kamar nya.
__ADS_1
Febia sengaja membuat orang tua nya hawatir agar mau membantu dirinya untuk bisa menikah di hari yang sudah di tentukan oleh dirinya.