Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 32.


__ADS_3

Febia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Devano, di saat Devano see duduk di ruangan keluarga.


Felia yang sudah selesai mengerjakan tugas sekolah, dia keluar kamar melihat Devano sedang memegang handphone nya.


" Febia, untuk apa dia menghubungi ku yaa."


Devano merasa ragu untuk menjawab panggilan telephone dari Febia.


" Felia dia sangat overprotektif dan cemburu, lebih baik aku main aman saja."


Devano mengabaikan panggilan telephone tersebut, dia memilih untuk menyalakan televisi saja.


" Kenapa kamu tidak menjawab panggilan telephone itu,?"


Devano begitu sangat terkejut sekali mendengar suara Felia.


" Astaga Felia, kamu membuat aku kaget saja."


Felia duduk di samping Devano matanya melirik sinis pada handphone Devano yang masih berdering kencang.


Karena merasa penasaran Felia mengambil handphone tersebut.


" Febia Aurora."


Tanpa berpikir panjang Felia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Vano, kenapa kamu susah sekali menjawab panggilan telephone dari aku*

__ADS_1


* Memang ada apa yaa, ingin bicara dengan Kakak ku*


* Felia, kenapa handphone Devano ada di kamu di mana Devano*


* Memang nya kepada jika handphone ada pada ku, kita berdua kan satu rumah*


* Felia aku ingin bicara dengan Devano*


* Tapi Kakak ku tidak mau bicara dengan mu*


* Felia, kamu kenapa sih seperti menghalangi hubungan ku dengan Devano*


* Iya aku tidak suka yaa sama kamu jadi sudah jangan lagi dekat dengan Kakak ku*


Felia mengakhiri panggilan telephone nya, dia juga menghapus nomor kontak Febia.


Felia memberikan handphone tersebut kepada Devano, dia langsung pergi begitu saja.


Devano hanya bisa terdiam saja karena dia mengerti dengan perasaan Felia.


Wajah Felia masih kelihatan sangat kesal sekali, Rendy memperhatikan wajah Felia.


" Felia, kenapa wajah mu cemberut seperti itu? Apakah kakak mu membuat mu kesal."


Rendy mencoba untuk menghampiri Felia.


" Aku tidak suka dengan Febia, aku merasa dia tidak cocok dengan Kak Vano."

__ADS_1


Felia lebih suka berkata jujur kepada Ayah nya.


" Apa yang membuat kamu tidak suka dengan Febia, dia cantik loh dan Ayah rasa dia juga baik."


Felia tertawa mendengar perkataan Ayah nya.


" Baik dari mana nya yaa, dia pergi berbuat kasar kepada ku di saat aku sedang bersama dengan Kak Devano. Dia tidak dewasa, dia seperti anak kecil."


Rendy tersenyum manis ketika mendengar perkataan Felia.


" Jadi kamu merasa jika Febia itu tidak baik untuk Kakak mu, lalu kamu berharap Kakak mu bersama dengan siapa?."


Felia tersenyum malu ingin rasanya dia berkata jika dia yang pantas bersama dengan Devano.


Melani yang memperhatikan Felia dan suaminya dia langsung menghampiri mereka berdua.


" Felia, kamu tidak berhak untuk bicara seperti itu. Mengatur kehidupan Kakak mu, jika Kakak mempunyai perasaan terhadap Febia bagaimana biarkan dia bahagia bersama dengan pilihan hati nya."


Felia langsung pergi begitu saja ketika mendengar perkataan Ibu nya.


Rendy mengejar Felia karena dia merasa Felia sedih dengan perkataan Ibu nya.


Devano melihat Ayah nya yang mengejar Felia ke kamar nya.


" Kenapa dengan Felia yaa, Papa sampai mengejar seperti itu."


Devano yang merasa hawatir dengan Felia dia pun berjalan menuju ke kamar nya.

__ADS_1


Felia lebih memilih untuk menutup rapat pintu kamar nya.


Rendy hanya bisa terdiam saja di depan pintu kamar Felia, dia akhirnya mengetahui rasanya mempunyai anak perempuan itu seperti apa.


__ADS_2