Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 70.


__ADS_3

Felia akhirnya sadar dia membuka mata nya dan merasa bingung ketika sudah ada di rumah sakit.


" Siapa yang membawa ku ke rumah sakit yaa, dan bagaimana dengan kondisi kandungan ku."


Felia memegang perut nya dia sangat menghawatirkan kondisi kandungan nya.


" Felia, kamu sudah sadar yaa '


Kelvin menghampiri Felia sambil tersenyum.


" Kak Kelvin, ternyata Kak Kelvin yang membawa aku ke rumah sakit yaa. Terimakasih banyak ya, aku sangat ketakutan sekali."


Kelvin mencoba untuk menenangkan perasaan Felia.


" Felia kamu tenang yaa, sekarang kamu aman yaa. Dan kamu tidak usah hawatir, kondisi kandungan mu baik-baik saja."


Felia menangis di hadapan Kelvin.


" Felia, bisakah kamu ceritakan semuanya. Semenjak kamu di usir dari rumah kamu tinggal di mana?."


Felia merasa Kelvin orang yang baik, Felia menceritakan semuanya kepada Kelvin.


" Aku di bawa oleh Tante Sabilla, Mama nya Kak Devano. Dia begitu sangat baik sekali kepada ku, sampai aku di bawa ke Dokter Specialis Kandungan. Tetapi dia membawa lelaki yang mungkin seumuran dengan ku, Tante Sabilla sampai mengunci pintu kamar dan kemudian pagi tadi lelaki itu datang ke Apartemen di saat Tante Sabilla tidak ada dia bersikap tidak sopan kepada ku."


Kelvin sampai memejamkan mata nya, dia merasa sangat kesal dengan Sabilla yang ternyata tidak ada kapok nya masih saja bersama dengan lelaki bayaran nya.

__ADS_1


" Sudah ya sekarang lupakan semua nya, setelah sehat kamu mau pulang atau tinggal di Apartemen kakak."


Felia seketika dia langsung terdiam karena dia yang tidak mau melihat acara pernikahan Devano dengan Febia.


" Kamu pasti sedang memikirkan acara pernikahan Devano dengan Febia yaa, yasudah lebih baik kamu tinggal sementara di Apartemen Kakak saja yaa. Kamu tenang saja Kakak tidur akan bersikap negatif, karena kamu yang sedang hamil anak Devano."


Felia tersenyum kelihatan sangat tenang.


" Aku belum berani bicara dengan Ibu, aku belum bisa menceritakan semuanya kepada Ibu. Karena aku tidak mau pernikahan itu gagal karya aku dan aku juga yakin mereka tidak ada yang percaya."


Kelvin semakin merasa kasihan melihat Felia, Devano yang mencoba untuk membela Mama nya tapi kenyataannya Mama masih melekat hal seperti itu.


" Aku masih saja memikirkan kenapa ya Tante Sabilla dia sangat baik dengan ku, padahal dulu sebelum Ibu menikah dengan Ayah Rendy. Aku sempet bertengkar dengan nya, dia pun kelihatan sangat benci dengan ku."


" Kamu itu wanita yang baik dan kuat, pantaslah jika banyak orang yang sayang dan baik kepada mu."


Di saat sedang mengobrol Suster datang membawa makanan untuk Felia.


" Waktunya makan ya Ibu Felia, bisa di suapi oleh suaminya supaya lebih lahap makan nya."


Felia menundukkan kepalanya dia merasa malu karena sebenarnya lelaki yang ada di hadapannya bukan suaminya.


Kelvin membawa kan makanan untuk Felia.


" Terimakasih ya Suster."

__ADS_1


Kelvin menyuapi Felia, Felia merasa sangat berat untuk membuka mulut nya.


" Ayo buka mulutnya, kasihan anak yang ada di dalam kandungan mu dia pasti sangat lapar sekali."


Felia mencoba untuk mengambil piring makanan nya, dia ingin makan sendiri.


" Sudah di suapi saja yaa."


Felia. pun akhirnya luluh dia mau di suapi oleh Kelvin.


" Kamu tau usah malu yaa, karena kamu itu adalah adik perempuan ku."


Felia tersenyum malu ketika mendengar dirinya adalah adik perempuan Kelvin.


" Felia, apakah kamu mengetahui apa yang membuat Devano mau menikah dengan Febia?."


Kelvin ingin sekali memberitahu semuanya kepada Felia.


" Mungkin karena Febia itu orang tua nya seorang pengusaha sukses sama seperti Ayah Rendy, mungkin itu alasan nya."


Felia kembali kelihatan sedih lagi.


" Walaupun Kak Devano tidak menikah dengan Febia, kita berdua tidak akan pernah bisa bersama. Jika sampai Ayah dan Ibu mengetahui nya, itu akan menjadi pemberitaan mempengaruhi nama baik Ayah Rendy."


Kelvin tidak menyangka Felia yang masih bisa memikirkan Rendy, padahal dirinya sendiri dalam kondisi yang menderita.

__ADS_1


__ADS_2