
Kondisi Felia semakin membaik dia sudah bisa pulang dari rumah sakit, Kelvin begitu sangat setia menemani Felia.
Kelvin merasa kasihan melihat Felia yang di abaikan oleh Devano, padahal sebelumnya itu kesalahan dari Mama nya Devano.
" Kita pulang ke Apartemen aku ya, nanti aku akan memberikan suster untuk menemani mu."
Felia tersenyum ketika melihat Kelvin yang sangat baik kepadanya.
" Terimakasih banyak yaa Kak, baik sekali kepada ku."
Felia dan Kelvin meninggalkan rumah sakit mereka berdua berjalan menuju ke mobil.
" Kak seperti nya aku tidak perlu Suster, aku bisa sendiri tapi aku butuh Monica untuk menemani ku."
Kelvin memperhatikan Felia yang tidak membawa handphone.
" Felia, di mana handphone mu?."
Kelvin membuka pintu mobil nya, dan Felia pun masuk ke dalam.
" Handphone ku di Apartemen Tante Sabilla, dia menganti nomber handphone ku."
Kelvin merasa apa yang sudah di lakukan oleh Sabilla keterlaluan.
" Nanti aku belikan handphone baru yaa."
Felia langsung memegang tangan Kelvin.
" Tidak usah, bagaimana aku bisa membayarnya."
Felia tidak mau berhutang banyak kebaikan kepada Kelvin.
__ADS_1
" Sudah tidak apa-apa yaa, kamu jangan memikirkan apapun yang penting sekarang kamu selalu bahagia."
Kelvin menjalankan mobilnya menuju ke Apartemen nya.
" Terimakasih banyak."
Felia berkata sambil menundukkan kepalanya.
" Felia, apakah kamu yakin tidak mau memakai suster di Apartemen?."
Felia menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Aku masih mampu dan tidak perlu Suster."
Kelvin mengikuti apa yang di katakan oleh Felia.
Mereka berdua akhirnya sampai di depan gedung Apartemen.
" Ayo kita turun dari mobil, kamu hati-hati yaa."
Kelvin membukakan pintu dan Felia melihat Apartemen yang sangat mewah sekali.
" Apartemen nya mewah sekali yaa."
Felia begitu sangat senang sekali ketika melihat apartemen tersebut.
" Ini Apartemen pemberian dari Mama, di hari ulang tahun ku."
Felia duduk di sofa Kelvin membukakan gorden jendela, terlihat sangat jelas pemandangan dari jendela kamar.
" Wah, sangat indah sekali yaa tapi bagaimana jika Mama nya mengetahui semuanya ini. Aku yang menempati apartemen ini, pasti sangat marah sekali."
__ADS_1
Felia kelihatan sangat ketakutan sekali.
" Tenang saja setelah ini aku akan bicara dengan Mama, semuanya akan aku ceritakan."
Kelvin mengingat Felia yang tidak punya handphone.
" Felia, sekarang lebih baik kamu istirahat yaa."
Kelvin pergi meninggalkan Felia tanpa memberitahu akan pergi ke mana.
Felia membaringkan tubuhnya di atas kasur dia merasa sangat nyaman sekali.
" Anak ku sayang, ibu merasa sangat beruntung sekali yaa bisa mendapatkan orang-orang yang baik seperti ini."
Felia membaringkan tubuhnya sambut memejamkan mata nya, di saat Kelvin akan pergi dia seperti melihat Monica yang sedang bersama dengan Mama nya.
" Monica, dia bersama dengan Mama nya. Apakah Monica juga mempunyai Apartemen di sekitar ini, jika sampai iya dia bisa bersama dengan Felia."
Kelvin menutup rapat pintu mobil nya, dia berjalan menuju ke Monica.
" Monica."
Monica membalikkan badannya ketika ada yang memanggil nama nya.
" Kak Kelvin."
Monica menghampiri Kelvin dan Mamanya memperhatikan mereka berdua.
" Siapa lelaki tampan itu ya, apakah dia kekasih Monica."
Kelvin tersenyum manis kepada Monica.
__ADS_1
" Monica, aku akan memberikan kabar baik untukmu mu."
Monica begitu sangat penasaran sekali apa yang akan di katakan oleh Kelvin kepada nya.