
Sabilla sengaja menjual Apartemen nya demi untuk Vicko, dia ingin membahagiakan lelaki bayaran nya itu.
Sabila memilih untuk tinggal di rumah nya kembali.
" Aku tidak mau kehilangan Vicko, dia harus bersama dengan ku selamanya. Dan aku tidak akan pernah membiarkan Vicko bersama dengan wanita lain, selain aku."
Setelah memberikan uang yang banyak kepada Vicko, Sabilla mempunyai rencana untuk kehidupan nya.
Sabilla ingin bisa menikah dengan Vicko, dia seakan tidak peduli dengan umur Vicko yang jauh lebih muda dari umur Devano.
Sabilla mengirimkan pesan kepada Vicko.
* Setelah ujian sekolah mu berakhir datang kembali kepada ku, aku akan memberikan uang untuk mu*
Vicko yang sebelumnya sudah berdebat dengan Febia, dia tersenyum manis ketika mendapatkan pesan seperti ini dari Sabilla.
" Akhirnya, apapun yang aku inginkan bisa aku dapatkan. Terimakasih banyak Tante Sabilla, kamu memberikan uang secara mudah kepada ku."
Felia dan Monica melihat wajah Vicko yang tersenyum sendiri sambil melihat handphone nya.
" Sepertinya Vicko sedang kasmaran deh, syukurlah kalau begitu dia jadi nggak deket-deket lagi sama aku."
Felia menarik tangan Monica mereka berjalan menuju ke gerbang sekolah.
" Fel, kamu serius mau melanjutkan hubungan kamu dengan Kak Vano?."
Felia langsung menutup mulut Monica dengan tangan nya.
" Ihhhh, jangan bicara di depan umum seperti ini nanti ada yang dengar bahaya."
__ADS_1
Monica menganggukkan kepalanya dan Felia melepaskan tangan nya.
Tidak lama kemudian datang mobil Devano.
" Nah, itu Kak Vano datang."
Devano keluar dari mobil nya dia langsung menghampiri Felia.
Monica yang akhirnya bisa melihat Devano dari jarak dekat dia tidak bisa membohongi perasaannya jika Devano sangat tampan sekali.
" Monic, aku pulang duluan yaa."
Felia melambaikan tangan nya kepada Monica.
" Astaga ganteng banget Kak Devano, Felia pantesan aja jatuh cinta."
Felia memperhatikan wajah Devano yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
" Kamu kenapa,? apakah sedang kesel?."
Devano melirikkan matanya kepada Felia.
" Aku tadi pergi ke Apartemen Mama, tapi ternyata Apartemen Mama sudah di tempati oleh orang lain."
Felia merasa sedih mendengar cerita Devano.
" Kamu pasti kangen Mama kamu yaa, kenapa nggak coba datang ke rumah nya."
Devano pun tidak berpikir ke arah sana.
__ADS_1
" Yasudah, kita sekarang pergi ke rumah Mama yaa."
Felia langsung terkejut ketika dia harus bertemu dengan Mama Devano, sebelumnya dia pernah bertengkar dengan Mama nya Devano.
" Tidak mauuuu, aku ingin pulang saja yaa."
Felia merengek di hadapan Devano.
" Kenapa kamu juga harus kenal dekat dengan Mama, karena Mama nanti akan menjadi Mama mu."
Felia menggelengkan kepalanya berkali-kali wajah nya kelihatan sangat ketakutan.
" Tidak aku pulang saja."
Mata Felia sudah berkaca-kaca dan akhirnya Devano mengikuti apa yang di inginkan oleh Felia.
" Yasudah kita pulang yaa jangan menangis."
Felia menghela nafas panjang nya dia merasa sangat tenang.
Devano memperhatikan wajah Felia yang semakin hari semakin cantik.
" Aku tidak tahu bagaimana kisah kita selanjutnya, tapi aku berjanji akan selalu bersama dengan mu selamanya."
Devano memberhentikan mobilnya dia memegang tangan Felia.
" Felia, sekarang kita sembunyikan hubungan kita berdua. Nanti di saat aku sudah lulus kuliah dan bekerja, kita harus jujur dengan hubungan kita berdua ini. Apapun yang terjadi, kita harus bisa melewatinya."
Devano mencium kening Felia, dia begitu sangat cinta kepada Felia.
__ADS_1