Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 62.


__ADS_3

Melani menyesali perbuatannya, dia yang sudah mengusir Felia tanpa memikirkan bagaimana perasaan Felia.


" Maafkan ibu Nak, tapi dengan siapa kamu sampai bisa hamil. Sebelumnya tidak pernah ada lelaki yang berani mendekati mu, siapa lelaki yang tega menghamili mu."


Melani terus saja menagis, dia mulai berani keluar dari kamar nya.


" Aku tidak bisa terus menangis seperti ini, aku juga harus mencari Felia."


Di saat Melani terburu-buru untuk pergi tapi ternyata Febia datang ke rumah nya, Febia menangis di hadapan Melani.


" Tante Melani, aku sangat sedih sekali kenapa Devano seperti mengabaikan rencana pernikahan ku."


Febia memeluk erat tubuh Melani.


" Febia, keluarga kita sekarang sedang fokus pada Felia. Felia kabur dari rumah, seperti nya Devano tidak bermaksud untuk cuek kepada mu."


Febia melepaskan pelukan erat nya.


" Apa yang menyebabkan Felia pergi dari rumah, apakah Felia bertengkar dengan Tante?."


Melani tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya terjadi dengan Felia.

__ADS_1


" Tante tidak bisa menjelaskan sekarang yaa, hmm Febia maafkan Tante yaa karena Tante harus pergi."


Melani mengabaikan Febia yang bertamu ke rumah nya, Febia pun semakin penasaran sekali dia bertanya kepada salah satu pegawai yang ada di rumah itu.


" Mbak maaf yaa, kalau boleh tau yaa Felia kenapa yaa dia pergi dari rumah?."


Pegawai tersebut seketika langsung terdiam karena dia tahu hal ini bisa sangat memalukan keluarga besar Mahendra.


" Maaf yaa mbak saya tidak tahu."


Pegawai tersebut tidak berani menatap wajah Febia.


" Kalau saya kasih uang 5 juta rupiah, apakah mbak masih tidak mau bercerita kepada saya."


" Baiklah Mbak saya akan menceritakan apa yang saya lihat dan dengar."


Febia mengajak pegawai tersebut keluar dari rumah, agar bisa bercerita lebih jelas.


Febia juga melihat Melani yang sudah pergi dari rumah.


" Saya melihat Bu Melani menampar wajah nona Felia, karena ternyata Nona Felia ketahuan positif hamil."

__ADS_1


Febia seketika dia langsung terkejut ketika mendengar cerita pegawai tersebut.


" Kamu tidak mengarang cerita kan,? Saya ngasih uang besar loh 5 juta rupiah. Kamu jangan mengarang cerita yaa, hanya karena ingin mendapatkan uang."


Febia merasa tidak percaya dengan perkataan pegawai tersebut.


" Benar mbak, saya tidak bohong. Sekarang Pak Rendy dan Tuan Devano, mereka sedang sibuk mencari Nona Felia."


Febia memberikan uang 5 juta itu kepada pegawai tersebut, pegawai tersebut pun langsung pergi meninggalkan Febia.


" Felia hamil, siapa lelaki yang menghamili Felia. Tidak mungkin kan Vicko, tapi hanya Vicko lelaki yang selalu ingin dekat dengan Felia."


Febia berjalan menuju ke dalam mobil nya, dia ingin bertemu dengan Vicko.


" Lihat saja Vicko jika sampai kamu yang menghamili Felia, sudah cukup aku sangat malu ketika dia menjadi lelaki simpanan Mama nya Devano sekarang aku menghawatirkan dia yang menghamili Felia."


Febia mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya, dia harus langsung bertemu dengan Vicko.


Di perjalanan menuju ke cafe, Felia tiba-tiba saja merasa malas dia memberikan mobilnya dan mengambil handphone nya.


Febia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Vicko.

__ADS_1


" Cepat jawab panggilan telephone dari ku ini Vicko, jangan membuat kakak mu ini menjadi emosional."


Nomber handphone aktif tapi Vicko tidak mau menjawab pertanyaan telephone dari Febia.


__ADS_2