
Ketika Felia sedang di rumah sakit Sabilla ingin bertemu dengan Devano, dia pergi ke kantor Devano tanpa memberitahu Devano.
Tapi di saat Sabilla sampai di kantor dia melihat Rendy yang sedang bicara dengan Devano.
" Mereka sedang membicarakan apa yaa, kelihatan sangat serius sekali."
Sabilla memilih untuk diam sambil memperhatikan mereka berdua.
" Devano yakin kah kamu akan menikah dengan Febia, Papa merasa dia bukan wanita yang pas untuk kamu."
Devano menundukkan kepalanya ingin rasanya dia berkata jika dia ingin menikah dengan Felia.
" Atau kamu lebih baik bertunangan saja dengan Febia, biarkan Papa dan Ibu mu yang bicara."
Devano masih tetap diam dia memilih untuk masuk ke dalam ruangan nya.
" Kenapa dengan Devano, aku melihat dia tidak punya perasaan cinta terhadap Febia. Lalu apa yang membuat dia terpaksa untuk ingin menikah dengan Febia, seperti nya ada yang di sembunyikan oleh Devano."
Sabilla mendengar jelas perkataan Rendy, Rendy mengambil handphone nya dia ingin menghubungi istrinya.
* Hallo Bu*
__ADS_1
* Iya Ayah ada apa*
* Seperti hari ini kita hanya bertemu dengan Febia, lebih baik mereka berdua tunangan saja dulu karena Ayah melihat tidak perasaan cinta di wajah Devano hanya ada perasaan terpaksa saja*
* Tapi lebih baik kita pergi ke kantor polisi dulu yaa, untuk melaporkan kehilangan Felia*
* Iya Bu, semoga saja Felia cepat ketemu yaa*
* Iya Ayah, sekarang ibu bersiap-siap dulu yaa*
* Iya Bu*
Rendy pergi ini waktu nya Sabilla masuk ke dalam ruangan Devano, Sabilla langsung masuk dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.
Devano merasa sangat malas sekali karena demi Mama nya dia harus menikah dengan wanita yang tidak dia cinta.
" Mama ingin mempertemukan kamu dengan Felia, dia yang sedang hamil anak mu SSK berada di Apartemen baru Mama. Kamu tidak usah hawatir dengan nya yaa, karena Mama sudah membawa nya ke Dokter Specialis Kandungan."
Devano merasa tidak percaya dengan perkataan Mama nya.
" Kenapa Felia bisa bersama dengan Mama, bagaimana ceritanya Mama bisa mengenal Felia."
__ADS_1
Sabilla sampai menghelakan nafas panjang nya, ketika Devano yang seperti tidak percaya.
" Mama bertemu dengan nya di Apotek, dia membeli tes kehamilan bersama dengan teman nya. Keesokan harinya Mama diam di depan rumah Papa mu, dan ternyata benar saja Felia di usir dan Mama langsung membawa nya ke Apartemen Mama."
Devano langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Ayo Mam kita pergi, aku ingin sekali bertemu dengan Felia."
Devano sampai menarik tangan Mama nya untuk cepat keluar kantor.
Mereka masuk ke dalam mobil masing-masing, dan ternyata Rendy belum pergi dari kantor dia melihat Devano dan Sabilla yang seperti sedang buru-buru.
" Mau pergi ke mana mereka berdua, sedang terjadi sesuatu seperti nya."
Rendy berniat untuk mengikuti mereka berdua tapi dia ingat jika dirinya harus pergi ke kantor polisi dengan istri nya.
Rendy pun masuk ke dalam mobil nya untuk menjemput istrinya.
Devano kelihatan sangat bersemangat sekali, dia yang akhirnya bisa bertemu dengan Felia.
" Felia, akhirnya kita berdua bisa bertemu aku sangat merindukan mu."
__ADS_1
Devano terus saja mengikuti mobil Mama nya, dia berharap Mama nya tidak berbohong kepada nya apalagi hanya menjebak nya saja.