
Vicko sampai di rumah nya dia melihat Kakak sedang menangis di samping Mama nya.
" Kenapa harus menangis karena Devano, aku merasa banyak lelaki yang lain yang lebih baik dari Devano."
Vicko berharap Febia tidak bersama dengan Devano karena dia juga menginginkan Felia.
" Kamu belum merasakan rasa cinta yang sebenarnya seperti apa, walaupun banyak lelaki yang tampan tapi aku tetap cinta Devano selamanya."
Vicko yang tidak mau berdebat dengan Kakak dia memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.
Vicko menyimpan handphone nya, dia tidak mau video dan photo itu sampai di lihat oleh keluarga nya.
Febia terus saja menangis di pelukan Mama nya.
" Febia sebenarnya apa yang membuat kamu menangis seperti ini,? dan kenapa di saat makan malam kamu pergi?."
Febia mulai bercerita dengan Mama.
" Aku berlaku kasar kepada Felia, karena aku tidak tahu jika Felia itu adalah adik Devano. Aku pikir Devano bersama dengan wanita lain, dan Devano pun langsung membenci ku."
Febia merasa sangat menyesal sekali dengan sikap nya itu.
" Febia, jadikan ini pelajaran untuk mu yaa. Jangan sampai kamu bersikap seperti itu lagi kepada orang lain, kamu harus bisa memperbaiki sikap mu mulai sekarang."
Mama nya Felia memilih untuk pergi karena dia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Febia dan Felia.
" Apakah aku harus meminta maaf kepada Felia,? Ini sangat memalukan sekali untuk ku. Aku tidak pernah meminta maaf kepada siapapun, walaupun aku sendiri yang bersalah."
Febia ngambil handphone nya, dia melihat unggahan photo Devano di sebuah toko kue.
" Devano dia sedang berada di toko kue,? Milik siapa yaa."
Febia mencari tahu tentang photo tersebut dan dia melihat ternyata ada orang tua dan juga Felia.
" Apakah toko kue ini milik Ibu nya Felia,? masa sih dia masih membuka toko kue nya. Padahal suaminya banyak uang, tapi dia masih mau melakukan hal seperti itu."
Febia berencana untuk datang ke toko kue itu di saat tidak ada Devano dan Felia.
" Aku tidak perlu meminta maaf kepada Felia, lebih baik aku mendekati ibu nya saja. Aku melihat ibu nya yang sangat sederhana sekali, jika aku bersikap baik dengan Ibu nya maka aku pasti akan di bela oleh ibu Melani."
Febia memilih untuk masuk ke kamar nya, dia ingin mandi dan setelah itu bersiap untuk pergi ke kampus.
__ADS_1
Di tempat yang lain Sabilla terbangun dari tidurnya, dia tidak melihat Vicko ada di samping nya.
" Vicko dia pergi ke mana yaa, dia meninggalkan ku sendirian."
Sabilla bangun dan mengambil pakaian nya, dia mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Vicko.
* Vicko kenapa kamu pergi begitu saja,? Tidak seperti biasanya*
* Maafkan aku Tante, di saat Tante sedang tertidur pulas aku di telephone Mama ku*
* Baiklah Vicko, tapi kamu janji yaa jangan meninggalkan Tante yaa*
* Tidak akan Tante*
Sabilla tersenyum puas dia begitu sangat bahagia sekali jika bisa dekat dengan Vicko.
" Aku merasa sangat nyaman sekali bersama dengan Vicko, tidak perlu ada ikatan pernikahan. Aku bisa bahagia bersama dengan Vicko, aku tidak akan pernah melepaskan Vicko dari pelukan ku. Jika sampai aku melihat Vicko bersama dengan wanita lain, akan aku buat wanita itu menyesal."
Sabilla sudah merencanakan rencana jahatnya untuk wanita yang mencoba untuk mendekati Vicko.
Tapi sebaliknya dengan Vicko dia merasa sudah tidak mau lagi bertemu dengan Sabilla.
" Aku yang sudah mempunyai video dan photo ini, kini saat aku melupakan Sabilla dan mendekati Felia. Aku harus bisa mendapatkan Felia, karena Felia sangat aku inginkan."
Di saat Vicko yang ingin bersama dengan Felia.
Felia terlihat sangat dekat sekali Devano, Felia yang tidak bisa membohongi perasaannya jika Devano yang memang sangat tampan sekali.
" Ibu, hari aku libur kuliah dan besok Felia libur sekolah. Bolehkah aku sekarang mengajak Felia pergi, aku ingin mengajak Felia ke Bogor ke Villa keluarga."
Melani dan Rendy mereka berdua tidak punya pikiran negatif terhadap mereka berdua, karena pikiran mereka hubungan antara adik dan kakak saja.
" Ibu mengijinkan tapi tidak untuk menginap yaa, tapi lebih baik tidak pergi ke Villa pergi ke tempat lain saja yaa."
Felia terdiam tapi sebenarnya dia merasa sangat senang sekali, apa yang sudah dia katakan di dapur semua hilang sudah.
" Iya Bu, aku mengerti kekhawatiran ibu terhadap kita berdua. Yasudah kita langsung pergi ya sekarang, untuk pakaian Felia nanti beli di toko saja."
Devano memegang tangan Felia di hadapan kedua orang tuanya.
" Ayo Felia kita pergi, simpan saja tas sekolah mu itu."
__ADS_1
Felia berpamitan dengan kedua orang tuanya dan mereka berdua pun akhirnya pergi.
Devano tersenyum manis kepada Felia, dia membukakan pintu mobil nya.
Rendy merasa sangat senang sekali dengan perubahan sikap Devano, Devano yang awalnya benci dengan pernikahan orang tua nya.
Sekarang Devano menjadi luluh karena kehadiran Felia.
" Apakah kita berdua tidak akan menambah anak lagi,? Memberikan adik kembar untuk mereka berdua?."
Melani tersipu malu-malu ketika mendengar perkataan suaminya.
" Lebih baik kita menunggu kehadiran cucu dari mereka berdua saja, aku sudah tua."
Rendy memegang tangan Melani.
" Terimakasih banyak kamu sudah mau kembali hadir di kehidupan ku, kamu juga bisa mengubah sikap Devano menjadi lebih baik."
Rendy mencium tangan Melani.
" Yang terbaik tetap ibu kandung nya, jangan pernah kamu melarang Devano untuk bertemu dengan ibu nya. Karena itu pasti sangat menyakitkan hati ibu nya, jangan jadikan aku sebagai penghalang hubungan Devano dengan ibu nya."
Melani beranjak dari tempat duduk dia berniat untuk menutup toko kue nya.
Rendy membantu istrinya, dia merasa sangat bangga sekali mempunyai istri seperti Melani.
Setelah selesai membereskan toko kue mereka berdua bersiap untuk pergi ke rumah.
Rendy membukakan pintu mobil nya dan Melani pun masuk ke dalam mobil nya.
" Rumah akan sangat sepi karena Devano dan Felia pergi."
Rendy pun berniat untuk mengajak Melani untuk pergi ke tempat yang biasa membuat Melani bahagia.
" Yasudah kita tidak langsung pergi ke rumah yaa, kita pergi ke tempat yang lain dulu."
Melani berpikir jika Rendy akan membawa nya ke restoran, Melani yang terlalu capek dia sampai ketiduran di dalam mobil.
Rendy sampai menghelakan nafas panjang nya dia melihat istrinya yang kelelahan.
" Suami yang sanggup mencukupi kebutuhan mu, tapi kamu lebih memilih untuk memilih mencari uang sendiri."
__ADS_1
Rendy memilih untuk tidak membangunkan istrinya dia turun dari mobil nya dan berlari masuk ke sebuah toko perhiasan.
Rendy ingin memberikan cincin berlian untuk Melani.