
Keesokan harinya Sabilla pergi meninggalkan Felia sendirian ternya dia ingin bertemu dengan Devano dan memberitahu Devano jika Felia aman bersama dengan nya.
Sabilla mengetuk pintu kamar Felia dia ingin berpamitan dengan Felia. Felia yang sudah selesai mandi dia langsung membukakan pintu kamar nya, dan melihat Sabilla yang sudah siap pergi.
" Tante pergi dulu yaa, kamu baik-baik di rumah jangan pergi ke manapun."
Felia bersalaman dengan Sabilla.
" Iya Tante aku mengerti."
Felia mengantar Sabilla sampai ke pintu dia pun menutup pintu.
" Hmmm, sekarang aku sendiri di sini sangat membosankan."
Felia mengambil makanan dan minuman dia menyalakan televisi tapi dia mendengar suara bell.
" Siapa yaa itu, seperti nya ada yang ketinggalan. Tante Sabilla itu pasti, padahal langsung masuk saja."
Felia dengan terburu-buru dia membuka pintu tersebut tapi begitu sangat terkejut nya Felia ternyata bukan Sabilla tapi ternyata lelaki yang pernah bersama dengan nya.
__ADS_1
" Hallo Felia, aku datang ke sini karena mau mengambil barang ku yang tertinggal di kamar Mama mu. Sebelumnya aku sudah meminta ijin kepada Mama mu yang sekarang sedang pergi."
Felia dengan terpaksa dia mempersilahkan lelaki tersebut masuk ke dalam kamar Sabilla, yang sebenarnya dia hanya berbohong kepada Felia.
Felia merasa sangat tidak nyaman dia terus saja memperhatikan lelaki tersebut yang masuk ke dalam kamar Sabilla.
Lelaki tersebut pun keluar tapi dia tidak menemukan apapun di dalam kamar.
" Kamu berbohong,? Sebenarnya tidak ada yang tertinggal di dalam kamar itu."
Lelaki tersebut pun tersenyum tipis kepada Felia dia menarik tangan Felia dan memaksa untuk masuk ke dalam kamar Sabilla.
" Lepaskan aku hei, apa yang kamu lakukan kepada ku."
" Aku sedang hamil, untuk apa kamu membawa ku ke dalam kamar."
Robby semakin terpesona dengan kecantikan Felia.
" Karena aku mengetahui kamu yang sedang hamil, aku tidak harus bertanggung jawab atas kehamilan mu. Tapi jika kamu ingin menjadi istri ku, aku sangat menerima nya."
__ADS_1
Felia begitu sangat panik karena dia tidak lelaki itu sampai menyentuh tubuh nya, Felia melihat ada botol kaca.
Felia mengambang botol kaca tersebut dan melempar kan tepat di depan wajah lelaki tersebut.
Lelaki tersebut langsung melepaskan genggaman erat tangan nya, Felia pun mendorong tubuh lelaki tersebut sampai terbentur dan tidak sadarkan diri.
Felia pergi dari Apartemen tersebut dia merasa sudah tidak aman berada di sana, Felia pergi tidak menggunakan sendal dia kelihatan sangat ketakutan sekali.
Felia akhirnya bisa keluar dari Apartemen tersebut, dia pun tetap berlari karena takut di kejar oleh lelaki itu.
Tapi di saat Felia berlari dia hampir saji jatuh karena menabrak seseorang, seseorang tersebut langsung memeluk erat tubuh Felia.
Felia sampai memejamkan mata nya, dia sudah sangat lemas sekali dan tidak sadarkan diri.
" Astaga Felia, kamu sampai tidak mengunakan sendal."
Felia di gendong masuk ke dalam mobil, Felia di bawa ke rumah sakit terdekat.
" Bertahan yaa Felia, kamu harus kuat kamu sehat pertahankan kehamilan mu ini."
__ADS_1
Setelah berkeliling mencari rumah sakit besar akhirnya ketemu, Felia pun langsung di bawa ke ruangan untuk melakukan pemeriksaan.
Felia melihat sangat lemah dan tidak berdaya karena dia yang sedang hamil muda.