
Devano dan Sabilla akhirnya sampai di depan gedung Apartemen milik nya, mereka bisa berdua masuk ke dalam lift.
" Mama tidak memberitahu Felia, biarkan ini menjadi kejutan untuk nya."
Ketika keluar dari Lift Sabilla melihat Robby yang baru saja keluar dari pintu Apartemennya, Sabilla melihat Robby seperti kesakitan memegang kepalanya.
Karakter tidak mau ketahuan oleh Devano, Sabilla mencoba untuk mengalihkan pandangan Devano.
" Devano dengarkan perkataan Mama, kamu harus bertanggung jawab atas kehamilan Felia dan kamu juga harus jujur kepada Papa mu."
Devano mengagukkan kepalanya.
" Tapi tetap saja aku harus menikah dengan Febia, yang sebenarnya tidak aku cinta."
Sabilla merasa sangat bersalah sekali dengan Devano.
" Mama minta maaf atas kebodohan Mama, lagi pula jika hal ini tidak terjadi. Belum tentu juga kamu bisa menikah dengan Felia, dia adik tiri mu."
Melihat Robby yang sudah pergi jauh, Sabilla pun langsung menarik tangan Devano untuk segera masuk ke dalam Apartemen.
Devano melihat pintu Apartemen yang terbuka, Sabilla pun mulai resah apa yang sebenarnya terjadi di dalam Apartemen nya.
" Maaaa, ada apa ini pintu Apartemen Mama sudah terbuka."
__ADS_1
Devano berlari masuk ke dalam dia membuka kamar Felia yang kelihatan sangat rapih sekali tapi tidak ada Felia di dalam nya.
Sabilla melihat pintu kamar nya yang terbuka dia pun langsung masuk dan melihat botol kaca yang pecah dan kamar yang berantakan.
" Astaga apa yang sebenarnya terjadi di Apartemen ini."
Devano masuk ke dalam kamar Mama nya.
" Felia tidak ada di sini, apakah ada seseorang yang membawa Felia pergi."
Devano merasa sangat lemas sekali karena dia mengetahui Kon Felia yang sedang hamil muda.
Sabilla berlari masuk ke dalam kamar Felia ternyata Felia tidak membawa handphone.
Tangan Sabilla sampai bergetar dia memikirkan bagaimana kondisi Felia sekarang.
" Kemana Felia Mam, aku sangat merindukan Felia dan kenapa Apartemen Mama sampai berantakan seperti ini."
Devano menangis dan Sabilla tidak tahu harus bagaimana lagi.
" Maafkan Mama, karena Mama tidak tahu akan seperti ini."
Devano memilih untuk pergi dari Apartemen Mama, dia sejak kecewa sekali dengan Mama nya.
__ADS_1
" Devano, kenapa kamu marah. Mama tidak tahu kenapa harus seperti ini, Mama menjaga Felia dengan sangat baik di sini."
Devano mengabaikan perkataan Mama nya dia memilih untuk pergi.
" Robby, dia sangat kurang ngajar yaa. Apa yang dia lakukan kepada Felia, dia seperti nya menginginkan Felia."
Sabilla mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Robby.
* Apa yang sudah kamu lakukan di Apartemenku ku, kamar ku berantakan dan Felia tidak ada di Apartemen ku*
* Aku ingin tidur bersama dengan Felia, dia masih muda dan segar*
* Kamu tau punya pikiran yaa, Felia itu adalah anak perempuan ku. Dia sedang hamil, dan mempunyai suami.*
* Aku tidak peduli yaa, yang penting dia wanita yang sama cantik untuk ku*
* Apakah kamu sudah menyentuh tubuh Felia*
* Hahaha, hanya aku dan Felia yang mengetahui nya*
Sabilla langsung memblokir nomor handphone Robby.
" Sekarang Felia pergi ke mana yaa, handphone dia tidak di bawa uang dia tidak punya."
__ADS_1
Sabilla mencoba untuk mencari Felia, karena Felia adalah tanggung jawab nya.