Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode (39)


__ADS_3

Ujian akhir sekolah telah selesai ini saat nya Vicko untuk bisa menagih janji Tante Sabilla, dia ingin segera bertemu dengan Tante Sabilla.


" ATM ku, Tante Sabilla adalah mesin ATM ku. Akhirnya aku mempunyai usaha sendiri, di saat aku yang baru saja lulus sekolah SMA."


Vicko mengeluarkan handphone dia mengirimkan pesan kepada Tante Sabilla.


* Tante Sabilla sayang, aku datang untuk menjemput uang yang akan kamu berikan kepada ku*


Di saat hendak mengirimkan pesan Monica tidak sengaja menabrak Vicko sehingga handphone Vicko terjatuh.


" Astaga Vicko maafkan aku."


Monica mengambil handphone Vicko yang masih dalam keadaan menyala dia tidak sengaja membaca pesan yang di kirimkan oleh Vicko.


Mini dengan cepat mematikan handphone Vicko dia langsung memberikan kembali handphone Vicko.


" Vicko aku minta maaf yaa, ini handphone kamu Vicko."


Monica langsung berlari dan Vicko melihatnya keadaan handphone nya yang tidak aktif.


" Huh, untung saja layar handphone mati. Monica tidak membaca pesan ku untuk Tante Sabilla, sekarang sambil menunggu balasan dari Tante Sabilla aku menunggu di mobil saja."


Vicko berjalan masuk ke mobil dia melihat Monica sedang bersama dengan Felia, tatapan mata Monica begitu sangat sinis sekali kepada Vicko.


Tapi Vicko tidak berpikir negatif karena dia yakin Monica tidak membaca pesan nya.

__ADS_1


Setelah Vicko masuk ke dalam mobil nya, Monica bicara dengan Felia.


" Aku membaca pesan Vicko, dia meminta uang kepada Tante-tante. Aku berpikir jika Vicko itu adalah simpanan Tante-tante, seperti nya apa yang dia dapatkan itu dari Tante itu."


Felia seketika dia langsung terkejut ketika mendengar perkataan Monica.


" Hah, simpanan Tante-tante. Maksud seperti menjual diri kepada Tante-tante gitu yaa, astaga memalukan sekali."


Monica menutup mulut Felia dengan tangan nya.


" Jangan kencang-kencang bicara nya, nanti ada yang dengar karena kita belum punya bukti."


Felia menganggukkan kepalanya dan dia melihat Devano yang sudah menjemput nya.


" Aku pulang duluan yaa."


" Jaga rahasia yaa, jangan banyak bicara dengan siapa pun."


Felia menganggukkan kepalanya dia langsung berlari menuju ke mobil Devano.


Devano membuka kan pintu mobil.


" Hari ini hari terakhir ujian akhir sekolah, bagiamana perasaan mu?."


Felia langsung tersenyum manis kepada Devano.

__ADS_1


" Aku yakin akan mendapatkan nilai yang terbaik, sangat yakin sekali."


Devano mengelus rambut panjang Felia dia langsung menyalakan mesin mobil nya.


" Nanti jika kamu lulus dengan nilai yang terbaik, kita pergi ke Villa di Bogor untuk merayakan nya bersama dengan Ibu dan Papa yaa."


Devano sudah merencanakan sesuatu untuk adik tercinta nya.


" Baiklah, kita akan merayakan bersama dengan keluarga kita."


Devano memandangi wajah Felia, dia semakin tidak mau berpaling dari Felia.


" Di saat kamu lulus sekolah, aku lulus kuliah kamu akan masuk ke universitas yang sama. Kamu harus janji selalu ingat aku yaa, di saat nanti banyak kakak-kakak senior untuk pasti akan mendekati mu."


Felia seketika langsung tersenyum tipis kepada Devano.


" Baiklah, aku akan selalu ingat jika aku mempunyai Kakak Tiri Yang Nakal di rumah. Kakak tiri yang sudah tidur bersama dengan ku, yang sudah mengambil semuanya."


Wajah Devano seketika langsung memerah ketika mendengar perkataan Felia.


" Iya aku tahu ini sangat salah, tapi aku tidak boleh menahan semuanya."


Devano memberhentikan sementara mobil nya dia memegang tangan Felia.


" Maafkan aku yaa."

__ADS_1


Devano merasa menyesal tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya kepada Felia.


__ADS_2