Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 24.


__ADS_3

Dia Melani menghawatirkan kondisi Felia dan Devano, di tempat yang berbeda Felia begitu sangat bahagia sekali dia mengabadikan momen di tempat indah tersebut.


" Aku sangat senang sekali."


Teriak Felia sambil menghampiri Devano yang dengan setia dia menjadi photograper Felia.


" Sudah sangat banyak sekali photo yang aku ambil, sekarang kita makan dulu yaa aku lapar. Dan lihat juga sudah mulai mendung, tadi ibu bilang di sana hujan deras."


Felia sebenarnya masih ingin berlama-lama berada di tempat tersebut, tapi Felia juga harus mengikuti apa yang di katakan oleh Kakak nya.


" Baiklah kita pulang sekarang."


Wajah Felia kelihatan sangat sedih sekali."


Devano pun mencoba untuk menghibur Felia.


" Aku janji nanti kita pasti akan kembali ke tempat ini lagi yaa, kamu jangan nangis yaa Felia adik ku sayang."


Devano membawa Felia ke tempat makan yang tidak jauh dari taman wisata itu.


Ketika Devano memesan makanan, Felia sibuk melihat hasil pengambilan photo yang di ambil oleh Devano.


Felia tersenyum manis karena di photo tersebut hanya ada dirinya saja tidak ada Devano.


Makanan dan minuman datang langit semakin mendung, Devano menghawatirkan hujan deras pun akan datang.

__ADS_1


" Simpan dulu handphone mu Felia, lihat langit yang sudah mendung. Sekarang lebih baik kita cepat-cepat makan, agar bisa cepat pulang."


Felia menyimpan handphone nya, dia pun menikmati makanan yang sudah di pesan oleh Devano.


" Makanan sangat enak sekali yaa, di tambah pemandangan yang sangat luar biasa sekali."


Devano tersenyum akhirnya dia bisa membuat Felia bahagia.


Setelah makan tiba-tiba saja hujan deras pun datang di sertai oleh petir, Felia langsung memeluk Devano karena dia sangat takut sekali dengan petir.


" Devano, aku takut petir, aku tidak mau pulang."


Devano begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Felia.


" Felia, apa maksud nya kamu tidak mau pulang."


" Aku takut petir, dan ibu pun mengetahui nya."


Felia pun mengambil handphone nya, dia mencoba untuk menghubungi ibu nya.


Melani yang sedang mengobrol dengan suaminya, dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Felia.


" Felia, ada apa yaa dia telephone."


Melani kelihatan sangat panik sekali dia langsung menjawab panggilan telephone tersebut.

__ADS_1


* Iya sayang ada apa sayang*


* Bu, di sini hujan deras Bu dan banyak petir aku takut sekali aku tidak mau pulang*


* Astaga Felia, ini yang sebenarnya ibu takutkan kamu ini sangat takut dengan petir*


Melani mendengar suara Felia yang sedang menagis, dia juga mendengar suara Devano yang mencoba untuk menenangkan perasaan Felia.


" Bagaimana ini di sana hujan deras dan juga petir, Felia sangat takut dengan petir bahkan dia tidak mau pulang."


Melani kelihatan sangat panik, Rendy pun mengambil handphone dari tangan Melani.


* Hallo Felia, tolong berikan handphone nya kepada Devano yaa*


Felia memberikan handphone nya kepada Devano.


" Ayah ingin bicara dengan mu."


Felia memeluk kembali tubuh Devano karena dia merasa sangat ketakutan sekali.


* Hallo Papa ada apa*


* Devano lebih baik kamu mencari penginapan saja, tapi ingat pesan dua kamar yaa kamu pasti mengerti apa maksud Papa. Sekarang percuma juga jika kalian berdua memaksakan pulang ke rumah, di saat hujan deras seperti ini*


* Baiklah Papa, aku mengerti apa maksud Papa*

__ADS_1


Devano mengakhiri panggilan telephone nya.


__ADS_2