
Devano bertanya kepada Papa nya, yang memilih untuk diam di depan pintu kamar Felia.
" Kenapa Papa diam di depan pintu kamar Felia, kenapa Papa tidak mengetuk pintu kamar ya saja."
Rendy menarik tangan Devano agar menjauhi pintu kamar Felia.
" Beruntung sekali kamu mendapat Adik perempuan seperti Felia, dia sangat perhatian sekali dengan mu. Dia merasa jika Febia itu tidak cocok dengan mu, Felia tidak suka dengan sikap Febia."
Setelah berbicara seperti itu Rendy pun langsung pergi meninggalkan Devano.
" Andaikan saja Papa mengetahui apa maksud dari perkataan Felia, Felia yang lebih menginginkan aku bisa bersama dengan dirinya."
Devano mencoba untuk menjaga jarak dengan Felia ketika berada di rumah, Devano juga harus bisa menjaga perasaan Felia karena sebentar lagi dia akan melakukan ujian sekolah.
Di tempat yang lain Febia merasa sangat kesal sekali dengan perkataan Felia terhadap nya.
" Dia itu kan cuma adik tiri untuk apa banyak bicara seperti itu, tidak sopan sekali sampai melarang aku untuk bisa bersama dengan Devano."
Vicko mendengar perkataan Kakak nya.
" Mungkin Felia tidak mau mempunyai Kakak ipar yang galak seperti mu, Felia pun ingin yang terbaik untuk masa depan Kakak nya."
__ADS_1
Febia menarik baju Vicko dengan sangat kasar sekali.
" Vicko apa maksud perkataan mu,? Oh jadi kamu lebih membela Felia dari pada Kakak kandung mu sendiri?."
Vicko melepaskan genggaman tangan Kakak nya pada pakaian nya.
" Kak, Devano itu tidak cinta sama loe. Dan untuk apa sih loe mengejar Devano terus, loe itu bisa dapat lelaki yang lebih dari Devano Mahendra."
Plaakkk
Febia menampar pipi Vicko dengan sangat keras sekali.
" Jangan pernah mengatur kehidupan ku, Devano harus menjadi milikku siapa pun yang menghalangi nya dia akan berhadapan dengan ku."
Vicko memilih untuk pergi saja dia ingin menikmati uang yang sudah di transfer oleh Sabilla.
Vicko mendapatkan kebahagiaan uang dari Sabilla, Vicko berencana untuk meminta kembali uang dari Sabilla dengan ancaman menyebarkan photo dan video dirinya.
Setelah itu mendapatkan banyak uang dari Sabilla, Vicko berjanji dia tidak akan pernah lagi bertemu dengan Sabilla dia akan fokus pada keinginan nya untuk bisa mendapatkan cinta Felia.
Vicko menyimpan handphone tersebut di dalam lemari kamar nya, dia merasa itu adalah tempat yang aman.
__ADS_1
Devano memilih untuk keluar dari rumah nya, dia ingin bertemu dengan sahabat nya Vicko Julian.
Devano dan Kelvin Sebastian bertemu di cafe favoritnya.
Ketika Devano dan Kelvin Sebastian sampai di tempat dia mendengar jika Cafe ini akan di jual dan sudah ada yang berminat untuk membelinya.
" Wah, siapa yang berani membeli cafe ini pasti harganya sangat mahal sekali."
Ucap Kelvin kepada Devano.
" Ntahlah, kita lihat saja siapa orang nya."
Pandangan mata Devano tertuju pada Vicko yang keluar dari mobil dia langsung menghampiri pemilik cafe tersebut.
" Oh ternyata Vicko, seperti nya dia beri uang oleh orang tua nya."
Devano merasa tidak terkejut karena orang tua Vicko yang memang dari keluarga kaya raya.
" Tapi gue pernah denger dari Febia, kalau Vicko ini sudah bisa cari uang sendiri. Bahkan Febian pun ngerasa aneh apa kerjaan Vicko ini, sampai pernah ngasih berlian ke Mama nya."
Devano seketika mengingat jika Mama yang meminta uang kepada nya untuk usaha membuat cafe.
__ADS_1
Devano mulai menghawatirkan Vicko dia menjadi lelaki bayaran Mama nya.