Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode 58.


__ADS_3

Rendy dan Devano mencari keberadaan Felia tapi mereka berdua tidak menemukan nya.


" Felia, kamu pergi ke mana sih."


Devano seperti ingin menangis karena dia tidak bisa menemukan Felia.


Devano memberhentikan mobilnya dia mencoba untuk menghubungi Febia.


Febia yang sedang makan malam bersama dengan keluarga nya, dia begitu sangat senang mendapat telephone dari Devano.


* Hallo Devano sayang*


* Febia, berikan handphone mu kepada Vicko sekarang juga*


* Kenapa kamu jadi ingin berbicara dengan Vicko*


* Cepatlah berikan jangan banyak bertanya*


* Iyaaaa*


Febia memberikan handphone nya kepada Vicko.


" Devano ingin bicara dengan mu."


Vicko menggambil handphone Febia.


* Hallo Devano*


* Vicko bisakah kamu berikan nomber handphone Monica kepada ku*


* Untuk apa*


* Felia kabur dari rumah, aku berharap kakak mu jangan sampai mengetahui nya*


* Baiklah akan aku kirimkan*


Devano mengakhiri panggilan telephone nya.

__ADS_1


Vicko mengikuti apa kata Devano dia mencoba untuk tetap tenang di hadapan Febia.


" Apa yang di katakan oleh Devano di telephone,? Cepatlah beritahu aku."


Vicko hanya tersenyum tipis kepada Febia.


" Mam, aku keluar yaa. Aku lupa ada yang belum aku beli untuk stok di cafe ku, besok aku kuliah siang jika aku pulang malam Mama tidak usah hawatir yaa."


Vicko langsung pergi begitu saja, Febia merasa penasaran apa yang di katakan Devano kepada Vicko.


" Febia diam di rumah, tidak usah mengikutinya adik mu."


Mama Febia seakan mengetahui apa yang sedang di pikirkan oleh Febia.


" Iya Mam iyaa."


Febia kelihatan sangat kesal sekali tapi juga harus mengikuti apa yang di katakan oleh Mama nya.


Setelah berada di dalam mobil, Vicko memberikan nomber handphone Monica kepada Devano.


Monica yang bersiap untuk tidur dia melihat ada nomber yang tidak dia kenal.


" Nomber siapa yaa ini, apakah ini nomber handphone Felia yang baru yaa."


Monica langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Felia*


* Bukan, aku Devano. Monica apakah kamu sedang bersama dengan Felia sekarang*


* Ini sudah malam tidak mungkin Felia bersama dengan ku*


* Felia kabur dari rumah setelah bertengkar dengan ibu nya*


* Astaga Felia, apakah ibu nya sudah mengetahui semuanya*


* Mengetahui apa Monica, coba jelaskan*

__ADS_1


Monica langsung terdiam apakah dia hanya mengatakan semuanya kepada Devano.


* Monica jawab pertanyaan ku*


* Hmmmm, tidak ada yang harus di jelaskan*


Monica mengakhiri panggilan telephone nya.


" Ahhhhhh, apa yang harus aku lakukan. Bagaimana dengan kondisi Felia sekarang, kenapa dia tidak mengikuti apa yang sudah aku katakan kepada nya."


Monica merasa sangat gelisah sekali dia menghawatirkan kondisi Felia.


" Felia, kamu sekarang di mana."


Monica sampai menangis memikirkan kondisi Felia.


Devano merasa sangat kecewa sekali dengan Monica.


" Kenapa Monica tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dengan Felia, Felia kenapa kamu harus pergi seperti ini."


Devano melihat ada pesan masuk dari Papa nya.


* Papa belum menemukan Felia, sekarang Papa akan pulang*


Devano tidak tahu dia harus mencari Felia ke mana lagi.


" Felia, maafkan aku."


Devano merasa sangat bersalah sekali dia mencoba untuk mencari kembali Felia.


Devano berharap dia bisa menemukan Felia.


Di tempat yang lain Vicko pun mencari Felia, begitu banyak orang yang sayang dengan Felia.


" Felia, apa yang membuat mu sampai harus pergi. Apa karena pernikahan Devano dengan Kak Febia, mungkin kah itu yang membuat mu tidak sanggup untuk melihat nya."


Vicko terus saja mencoba untuk mencari Felia.

__ADS_1


__ADS_2