Kakak Tiri Yang Nakal

Kakak Tiri Yang Nakal
Episode (51)


__ADS_3

Devano hanya menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Felia, pernyataan Febia membuat kedua orang tua mereka merasa sangat terkejut sekali.


Karena mereka mengetahui jika Devano itu tidak ada perasaan cinta terhadap Febia.


" Kenapa kalian semuanya terdiam seperti ini, apakah kalian semua tidak senang jika aku dan Devano menikah?."


Devano mencoba untuk melepaskan genggaman erat tangan Febia.


" Ayo kita makan aku sangat lapar sekali."


Devano mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak lagi membahas tentang masalah pernikahan.


Felia menahan rasa sakit hati nya, dia juga menahan air mata nya.


Felia mencoba untuk tersenyum manis kepada Devano dan Febia.


" Selamat yaa untuk kalian berdua, aku tidak sabar ingin melihat kalian berdua menikah."


Febia tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Felia.


" Menikah dan mempunyai anak, aku akan menjadi keluarga yang sangat bahagia sekali."


Vicko merasa tidak tega melihat Felia, dia pun berdiri dari tempat duduk nya.


" Felia, lebih baik kita berdua pergi saja karena ini bukan acara kita berdua."


Vicko menjulurkan tangannya kepada Felia, Devano seketika dia langsung cemburu melihat Vicko yang berani mengajak Felia pergi.

__ADS_1


" Iya Vicko, lebih baik kita berdua pergi saja."


Felia memegang tangan Vicko dan mereka berdua pun memilih untuk pergi.


Devano berdiri dari tempat duduk nya.


" Mau pergi ke mana kalian berdua,?"


Teriak Devano yang merasa sangat cemburu sekali.


Felia menghentikan langkah kaki dia pun membalikkan badannya dan tersenyum manis kepada Devano.


" Mau pergi ke mana pun, itu bukan urusan mu. Lebih baik fokus saja dengan rencana pernikahan mu, dan program anak yang banyak."


Felia pergi bersama dengan Vicko, Devano merasa sangat emosional sekali dia ingin mengejar Felia tapi tangan Febia menahan nya.


Febia menahan tangan Devano dengan tatapan mata yang tajam, Devano pun akhirnya luluh dengan Febia dia kembali duduk.


Rendy merasa sangat curiga terhadap perubahan sikap Devano yang tidak seperti biasanya, Rendy merasa Febia seperti mengancam Devano.


Mereka menikmati makan malam bersama, sedangkan Felia dan Vicko mereka berdua lebih memilih untuk pergi ke cafe Vicko.


Vicko merasa sangat senang sekali ketika dirinya akhirnya bisa bersama dengan Felia walaupun harus dengan cara seperti ini.


Vicko dan Felia akhirnya sampai di Cafe, Vicko ternyata di hampiri oleh para karyawan nya.


Melihat Vicko yang sibuk, Felia mengeluarkan handphone nya dia ingin berbagi cerita dengan Monica.

__ADS_1


* Monica aku merasakan sakit hati setelah aku merasakan indahnya jatuh cinta pada cinta pertama ku, bulan depan Devano dan Febia akan menikah*


Monica yang sedang makan malam bersama dengan orang tua nya dia sampai tersedak ketika membaca pesan dari Felia.


" Monica sayang, simpan handphone nya kamu jangan fokus pada handphone."


Monica pun memilih untuk tidak menyelesaikan makan malam nya.


" Mom, aku sudah yaa makan nya."


Monica langsung berlari menuju ke kamarnya.


Monica memilih untuk menelephone Felia dia merasa sangat menghawatirkan kondisi Felia sekarang.


* Hallo Monica*


* Felia, kamu baik-baik saja kan*


* Aku baik-baik saja, tapi rasa sakit ini sangat meresapi perasaan ku*


* Astaga Felia, kenapa bisa sampai seperti ini sih*


* Semuanya terjadi begitu sangat cepat sekali, sikap Kak Vano langsung berubah menjadi diam dan tidak mau bicara dengan ku*


* Apa yang sudah di lakukan oleh wanita itu yaa, sampai bisa membuat hati Kak Vano berubah*


* Aku tidak tahu Monica, Monica sudah dulu ya sekarang aku sedang bersama dengan Vicko*

__ADS_1


Felia mengakhiri panggilan telephone nya karena Vicko menghampiri nya.


__ADS_2