
"Seperti yang kau lihat" gumam Jack acuh
"Kau Sendiri? Dimana Tuan Paul, nyonya Julie dan Carina? Tadi Carina bilang akan mencari Julie, tapi sampai sekarang belum kembali" timpal Piter membuat perhatian Christian teralihkan kepada laki laki paruh baya itu
"Entahlah saya juga belum bertemu dengan Mommy dan Carina" sahut Christian yang memang tak berbohong
Christian lalu mengalihkan pandangannya pada Azel, gadis itu terlihat sangat gelisah, ia begitu merindukan wajah gadis cantiknya yang saat ini nampak ketakutan, Christian tertawa dalam hatinya, gadis dihadapannya ini memang sangat polos, dan untuk pertama kalinya ia sangat menyukai tampang polos dari gadisnya itu
"Akhirnya kita bertemu kembali Ivana Mazel" ucapan Christian berhasil membuat Azel menegang dan semakin menundukkan kepalanya karena ketakutan
Piter dan Naomi mengerutkan kening dalam
"Kau kenal dengan putri kami?
Aku kira adikku belum pernah bertemu dengan mu!!"
Tanya Jackson kepada Christian mewakili pemikiran Piter
"Ya aku pernah bertemu dengannya sebulan yang lalu" ujar Christian sambil menahan senyum melihat tangan Azel yang semakin keras memilin tangannya yang lain
"Oh ya, kamu nggak pernah cerita sama papi Zel?? Timpal Piter yang langsung membuat Azel gelagapan
"Eh iya pi, Azel lupa pi!!" Jawab Azel terbata bata, membuat Jackson merasa heran melihat sikap adiknya. Saat Christian kembali ingin bicara suara Paul tiba tiba menginterupsi nya
"Selamat malam... ternyata kalian semua berkumpul disini, aku mencari kalian semua, mari acaranya akan segera dimulai" ucap Paul sambil bercengkrama dengan Piter, membuat Azel bernafas lega
"Kau tahu Pit.. aku sangat bahagia akhirnya anakku dan anak mu bisa bertunangan dan kita bisa memenuhi janji orang tua kita" ujar Paul sambil tersenyum kearah teman baiknya itu
"Aku juga turut senang Paul, kita bisa jadi keluarga yang sesungguhnya sekarang" sahut Paul turut gembira
"Baiklah mari kita ke depan" ucap Paul lalu berjalan bersama Piter dan Jackson
"Mi.. Azel nunggu disini aja ya!!!" ujar Azel pelan, ia berharap Christian tak mendengar ucapannya
"Loh kenapa nggak ikut kedepan aja sayang??" sahut Naomi yang nadanya lebih keras sehingga perkataannya dapat didengar oleh Christian
Azel menggeram kesal "Azel kebelet pipis" kilahnya, Naomi hanya mengangguk dan tersenyum lalu bergegas menghampiri Paul yang sudah berada di depan
"Ayo Chris" ajak Julie
"Sepertinya Chris disini aja mom, Chris sedang menunggu Bimo dan Andre" ujar Christian membuat Azel membelalakkan matanya, maksud hatinya ingin menghindar malah membuat nya terjebak dalam situasi yang salah
__ADS_1
"Oh baiklah kalo begitu mommy duluan" ia pun menoleh ke arah Azel
" Tante kesana dulu ya cantik" ucap Julie ramah, Azel hanya mengangguk kikuk
Julie dan Carina pun segera melangkah kedepan, menyisakan Azel dengan ketakutannya, Ah ini gila kenapa ia benar benar merasa ketakutan, padahal terakhir kali ia bertemu dengan pria itu, Azel dengan lantang membentak dan kenapa sekarang nyalinya benar benar menciut
"Hai kita bertemu lagi, apa kabar Azel"
Azel masih diam mematung, ia benar benar ketakutan saat ini, entah ketakutan karena pria disampingnya itu atau ia takut kalau pria itu akan membongkar semuanya.
Tanpa sadar Azel mengigit bibir bawahnya, dan hal itu seketika membuat Christian yang sedang memandangnya menjadi menegang
"Oh Shittt!!!" Azel terlonjak kaget mendengar umpatan Christian,
"Jangan pernah lakukan hal itu lagi" ucap lirih Christian sambil membisik ditelinga Azel, membuat bulu kuduk gadis itu meremang
Azel sedikit bergeser dan menatap aneh kearah Christian
"Apa maks..." Belum sempat Azel meneruskan ucapannya tiba tiba perut Azel merasa seperti diaduk aduk, refleks dia menutup mulut dengan kedua tangannya dan segera berlari meninggalkan ballroom, ia tidak peduli dengan pandangan orang orang kearahnya, yang ada dipikiran Azel saat ini cuma satu, ia ingin segera ke toilet
Christian mengerutkan keningnya bingung, tapi ia bergegas mengikuti langkah Azel yang keluar dari ballroom
'huek...huek...huek..'
"Kenapa akhir akhir ini aku sering sekali muntah-muntah dan merasa pusing" gumam Azel pelan
Tiba tiba pintu belakang terbuka, dan sosok Christian muncul dari balik pintu itu
"Apa yang sedang kau lakukan disini" pekik Azel kaget
Christian membuka dua bilik toilet disana, setelah diyakininya toilet itu kosong, ia segera menutup pintu dan menguncinya, agar tak seroang pun masuk kedalam toilet itu
Azel merasa was was karena hanya ada dirinya dan Christian di toilet, laki laki didepannya ini bisa berbuat apa saja
Azel melangkah mundur saat Christian mendekatinya, namun sayang pergerakannya harus terhenti, karena punggungnya sudah menempel didinding
Christian menyeringai lalu mengukung tubuh Azel diantara kedua tangannya
Azel menelan salivanya susah payah, tenggorokannya terasa tercekat, pikirannya sekarang pun sudah buyar
"Apa yang akan kau lakukan?" ucap Azel
__ADS_1
"Apakah kau takut!!'' tanya Christian dengan smirknya menghiraukan kan pertanyaan Azel
'ya aku takut'
"Tidak!" jawab Azel cepat, gadis itu mengernyitkan dahi bingung, apa yang telah dikatakannya, berbanding terbalik dengan apa kata hatinya, ini sungguh malapetaka baginya, baginya wajah Christian sangatlah menakutkan menurutnya
Christian mengangkat alisnya sebelah
"oh ya?"
Azel mengigit bibir bawahnya sembari bergerak dengan gelisah, Christian menggeram kesal, lagi lagi gadis dihadapannya ini meruntuhkan pertahanannya
Tangan Christian bergerak, menyentuh bibir pink mungil Azel, membuat gadis itu menegang, ia berusaha mendorong Christian, tapi apalah daya, dia hanya seorang perempuan yang tak akan bisa melawan laki laki berbadan six pack itu
"Kau berusaha menggodaku hemm..?"
tanya Christian dengan suara seraknya
Azel memelolotkan matanya tak terima dengan apa yang baru saja diucapkan oleh lelaki dihadapannya, baru akan menyangkal ucapan Christian, laki laki itu sudah membungkam bibir Azel dengan bibirnya
Azel semakin memelolotkan matanya tak percaya, lagi?? Christian lagi lagi menciumnya
Azel berusaha memberontak, mencengkeram, memukul, mencakar, apapun yang sekiranya ia bisa lakukan untuk bisa membuat Christian melepaskan ciumannya, tetapi Christian benar benar tak gencar ia tetap memeluk rapat gadisnya itu dan terus melum*** bibir yang selalu membuatnya candu itu
Azel akhirnya hanya bisa pasrah, Christian tersenyum dalam ciumannya, ia terus menikmati bibir mungil sexy itu dengan lembut, Christian menggigit bibir bawah Azel, membuat gadis itu membuka mulutnya, Christian tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung menyelipkan lidahnya kedalam mulut Azel, lidahnya membelit lidah Azel mencecap setiap inci dari mulut gadis itu,
Azel tak kuasa menahan seluruh gejolak dalam dirinya, hingga membuatnya ikut hanyut dalam ciuman itu, dan tanpa sadar Azel membalas ciuman Christian, meskipun ia sendiri tak mengerti dengan jelas bagaimana caranya ia terus berusaha mengimbangi ciuman Christian, tapi semua itu malah membuat Christian semakin bersemangat, Christian semakin menyeringai, mulut gadis itu mungkin bisa berbohong, tapi tubuhnya tidak akan bisa menolak
Ciuman Christian benar benar memabukan, hingga membuat Azel ingin memuntahkan seluruh isi perutnya lagi!!
Entah mendapat kekuatan dari mana, akhirnya Azel bisa mendorong Christian hingga membuat laki laki itu mundur beberapa langkah, Azel langsung menuju wastafel, dan memuntahkan isi perutnya disana
Christian mengentikan dahi tak suka, apa sebegitu menjijikkan ciumannya hingga membuat gadis ini langsung memuntahkan isi perutnya
Setelah Azel membasuh mulutnya, Christian langsung menarik kasar tubuhnya hingga kini berhadapan langsung dengan Christian
to be continued.....
......Jangan lupa dukungan nya ya ......
...Biar author semangat nulisnya ceritanya ...
__ADS_1
...❤️❤️❤️ Terimakasih ❤️❤️❤️...