
^^^'Sial, bibirnya!' Batin Christian berteriak^^^
^^^ 'Masa cuma gara gara liat perempuan ini, junior gue langsung Turn on'^^^
^^^Christian langsung buru buru mengalihkan, pandangannya, sebelum ia kehilangan kendali^^^
^^^'Cowok ganteng asli ini!' batin Azel^^^
^^^"Kenapa kamu ngeliatin saya begitu?" Gumam Christian datar, berusaha menutupi kegugupannya, meski saat ini Christian juga sedang dalam pengaruh Alcohol, ia masih seperti orang sadar, ia tak pernah membiarkan Alcohol menguasai dirinya.^^^
^^^Azel terperangah kaget^^^
^^^"Eh enggak" jawabnya gugup, ia buru buru mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan sialnya dia malah melihat gambar orang berciuman disudut ruangan kamar Christian^^^
^^^Matanya langsung terbelalak kaget dan wajahnya merah karena malu, ia sering melihat orang berciuman, tapi hanya di Film Drakor yang selama ini sering ia tonton, dan saat ini ia tampak gugup berada satu ruangan yang baginya sangat asing dan berada sedang dengan seorang pria.^^^
^^^Christian kembali mengalihkan pandangannya kearah Azel, gadis itu hanya diam kaku sambil mengalihkan pandangannya dari pria itu, Christian mengerutkan keningnya bingung, ia lalu mengikuti arah pandangan Azel, tawanya hampir saja meledak saat melihat wajah merah Azel^^^
^^^"Apa kau sedang memikirkan hal digambar itu?"^^^
^^^"Apa kau juga mau merasakannya?" tanya Christian^^^
^^^Azel menoleh kembali pada laki laki disampingnya, alisnya bertaut saat mendapati laki laki itu sedang duduk dipinggiran ranjang, tepat disampingnya.^^^
^^^"Kau bertanya padaku?"^^^
^^^Tanya Azel sambil menunjuk dirinya sendiri^^^
^^^Christian menatap gadis sebelahnya itu^^^
^^^"Apa kau berpikir aku sedang berbicara dengan bantal?" Jawab Christian acuh^^^
^^^Azel mengedarkan pandangannya kembali, ia bingung sedang berada dimana ia saat ini.^^^
^^^Kepalanya masih terasa begitu berat dan pusing, akibat dari minuman yang diberikan oleh teman temannya tadi saat di Club.^^^
^^^Azel kembali menatap ke arah Christian^^^
^^^"Dimana aku berada saat ini, kemana kau membawaku??"^^^
^^^Azel berusaha berdiri dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya di atas ranjang kamar Christian. Ia tampak kesakitan dan terus menerus memegangi kepalanya"^^^
^^^"Apa kau ingin minum??, biar ku ambilkan!!" tanya Christian^^^
^^^"Tidak, terimakasih. Aku ingin pulang ini sudah larut malam" jawab Azel,berusaha bangkit dari ranjang^^^
^^^Christian langsung memegang tangan Azel.^^^
^^^"Hei diamlah.... saat ini kau sedang berada di apartemenku, sekarang sudah bukan tengah malam lagi, tapi sudah jam 2 pagi".^^^
^^^ujar Christian^^^
^^^Azel kaget mendengar ucapan Christian, dia pun menanyakan keberadaan teman temannya, dengan diliputi rasa cemas^^^
^^^"Dimana teman temanku berada, aku ingin segera pulang!! besok pagi aku harus sekolah"^^^
__ADS_1
^^^ia berusaha menepis tangan Christian yang memegang tangan nya^^^
^^^"Lepaskan tanganku, aku ingin pulang"^^^
^^^ucap Azel lirih^^^
^^^Christian tetap memegang tangan gadis itu dan menariknya^^^
^^^"sebaiknya kau menginap saja disini sampai pagi dan meredakan mabukmu" ujar Christian^^^
^^^Karena ditarik oleh Christian, Azel pun kehilangan keseimbangan, ia terjatuh keatas kasur, dan menimpa tubuh Christian.^^^
^^^Mereka pun saling menatap, Christian merasakan sesuatu dari balik celananya kembali menegang, ditambah saat ini posisi tubuh Azel memeluknya, wangi Lily dari rambut Azel langsung menguak menusuk hidung Christian,^^^
^^^Azel menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Christian, bahkan Christian dapat merasakan hembusan nafas dilehernya, dan itu membuatnya semakin menggila.^^^
^^^"Sial !!! Menjauhlah dari ku!!!^^^
^^^Atau kau akan menanggung sendiri akibatnya" gumam Christian dengan suara seraknya.^^^
^^^Azel tampak tak menjawab nya ia malah semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Christian^^^
^^^"Aku suka wangimu"^^^
^^^gumam Azel sembari menghirup wangi tubuh Christian^^^
^^^"Apa kau mencoba untuk menggodaku? Kau membuatku gila!" Desis Christian,^^^
^^^Cukup kesabarannya kini telah habis, gadis ini benar benar sudah membangkitkan singa yang sedang tidur^^^
^^^Christian sudah tidak bisa menahan lagi hasratnya, ia lalu membuka kancing kemeja yang ia kenakan " Kau mau apa?"^^^
^^^Tanya Azel sambil terbata dan melihat ke arah netra laki laki dihadapannya^^^
^^^yang sudah diliputi kabut gairah.^^^
^^^"Kau harus tanggung jawab karena sudah menggodaku!"^^^
^^^Desis Christian sambil terus melepas kemejanya memperlihatkan da** sixpack nya^^^
^^^Azel menelan salivanya dengan susah payah, jantungnya bekerja dua kali lebih cepat, berbagai pikiran buruk menghantui dirinya, kepalanya semakin sakit saja.^^^
^^^Azel melirik pintu yang berada di balik Christian, tidak mungkin ia berlari melewati pintu itu dengan keadaan setengah mabuk seperti ini, pasti dengan mudah laki laki di depannya ini akan menangkapnya,^^^
^^^Azel semakin beringsut ke belakang saat Christian mulai mendekatinya,^^^
^^^ia benar benar panik saat ini.^^^
^^^Tiba tiba ponsel yang ada didalam tas keciln yang masih dipakainya berbunyi, sontak mengalihkan perhatian kedua makhluk itu, dengan segera Azel mengambil ponsel didalam tasnya dan secepat kilat berusaha mengangkat telponnya itu;^^^
^^^"Tolo...."^^^
^^^belum sempat Azel menyelesaikan ucapannya, Christian sudah merebut ponselnya dan langsung mematikan sambungan telepon, lalu melemparkannya ke sembarang arah.^^^
^^^"Apa yang kau lakukan!!!" teriak Azel frustasi^^^
__ADS_1
^^^Christian mendindih Azel lalu mencengkeram kedua pergelangan tangan gadis itu^^^
^^^"Aku hanya tidak ingin ada yang menghalangi pekerjaanku"^^^
^^^Gumam Christian dan langsung membungkam bibir Azel dengan bibirnya, rasa aneh seketika menjalar menyelimuti diri Azel, antara terkejut, marah dan memabukan,^^^
^^^Christian terus ******* bibir Azel dengan pelan dan penuh kelembutan, meskipun saat ini Azel terus memberontak dibawahnya. Ia menggigit bibir bawah Azel sehingga membuat satu erangan lolos dar bibir mungil itu^^^
^^^a^^^
^^^Gumam Christian lalu kembali ******* Azel, buliran air mata mulai membasahi mata Azel^^^
^^^"Kumohon hentikan....aku masih seorang pelajar"^^^
^^^Christian menghentikan ci**annya, lalu menatap Azel lekat^^^
^^^"Are you kidding me? bahkan kau tidak nampak seperti seorang pelajar!"^^^
^^^ujar Christian sambil tertawa lalu menci*** leher Azel^^^
^^^"Aku mohon lepaskan aku, aku sungguh sungguh tidak membohongimu!",^^^
^^^"Aku masih seorang pelajar!"^^^
^^^"Ku mohon jangan merusak masa depanku"^^^
^^^teriak Azel sambil terus menangis frustasi, padahal selama ini Azel dikenal sebagai gadis yang tegar dan tidak gampang menangis, namun tidak dengan kondisinya saat ini.^^^
^^^Christian tidak menjawabnya, tangannya sibuk menyingkapkan dress yang Azel kenakan^^^
^^^"Kita bahkan baru saling kenal, kenapa kau tega melakukan ini padaku!"^^^
^^^Christian menghentikan aksinya sejenak, tangannya mulai menelusuri seluruh lekuk tubuh Azel^^^
^^^"Kau ingin mengenalku lebih dekat, baiklah kita mulai untuk mengenal lebih dekat"^^^
^^^ucap Christian sambil meremas salah satu da** Azel, membuat gadis itu mengerang, Christian menyeringai mendengarnya, gadis ini memang menolaknya, tapi tubuhnya tidak akan bisa menolak^^^
^^^"Kau begitu nikmat sayang.. sejak pertama melihatmu di Club tadi,^^^
^^^aku sudah tertarik padamu"^^^
^^^Ujar Christian sembari menenggelamkan kepalanya diantara kedua paha Azel, ia lalu mencium bagian sensitif milik Azel^^^
^^^Azel menegang dan mendesah dalam waktu yang bersamaan^^^
^^^"Tolong hentikan..ku mohon tolong hentikan ini"^^^
^^^Gumam Azel dengan sisa tenaganya berusaha mendorong kepala Christian^^^
^^^menjauhi tubuhnya^^^
^^^"Jangan menyentuhku lagi, aku mohon jangan menodai aku" ujar Azel sambil terengah engah^^^
^^^Christian tak menghiraukan perkataan Azel, ia lalu kembali mencengkeram tangan Azel, sambil menci*** gadis itu^^^
__ADS_1
^^^"Aku tak bisa berhenti untuk menjamahmu, kau benar benar membuatku hilang kendali" desis Christian^^^