Kalau Cinta Jangan Marah

Kalau Cinta Jangan Marah
Episode 7


__ADS_3

Bimo memandang kearah sahabatnya


"Ada apa sih bro


? Apa ONS Lo, masih ngeganggu? karena Lo udah gak mau ngajak mereka ber***** lagi?" tanya Bimo


"Ck! jangan sebut nama biadab itu lagi Bim, Lo tau gak sekarang gue lagi menyesali keberadaan mereka semua!" umpat Christian


Andre dan Bimo kompak mengerutkan kening mereka bingung


"Apa ada salah satu dari mereka yang terobsesi sama lo, sampe pengen ngebunuh Lo Chris?" tanya Andre


Saat akan menjawab pertanyaan bodoh dari Andre, tiba tiba ponsel Christian berbunyi dengan sikngkat, secepat kilat ia menyambar ponselnya dan langsung membuka pesan yang ternyata Email dari asisten pribadinya


'Tuan saya sudah mendapatkan info tentang gadis itu'


Nama : Ivana Mazel Wiratama


umur : 18 tahun


TTL : Jakarta, 18 Juli 1998


Bersekolah di : 'Kusuma Bangsa School' (08.00-15.00)


- Anak kedua dari pasangan Piterson Wiratama dan Naomi Carmela Wiratama


-Adik kandung dari CEO muda 'Wiratama Corp' Jackson William Wiratama


Begitulah kira kira Email yang dikirimkan oleh Jerian, Christian langsung melihat jam yang ada dipergelangan tangannya, menunjukkan pukul 13.30


"Masih ada waktu 1 setengah jam, aku harus pergi sekarang juga" gumam Christian lalu segera berdiri, membuat Bimo dan Andre mengerutkan dahi mereka bingung


"Lo mau kemana Chris? kita baru aja nyampe" tanya Andre


"Gue ada urusan, Lo berdua bersenang senanglah" ujar Christian sebelum berlari keluar dari ruangannya


Bimo menatap penuh tanya melihat kepergian sahabatnya itu "Padahal gue baru mau nanya tentang gadis yg dibawanya semalam, eh udah main kabur aja tuh bos arogan" sungut Bimo


"Udahlah bim, Lo gak denger apa katanya tadi? Mari kita bersenang senang, kita berdua cabut aja dari sini, orang nya juga udah pergi" sahut Andre sambil berlalu meninggalkan ruangan boss besar 'Drako Excellent' itu.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


#Kusuma Bangsa School


Jam menunjukan pukul 15.05 saat ini didepan halaman Kumbang School sudah terdapat ratusan siswa yang menghambur keluar dari gedung sekolah itu yang siap pulang kerumahnya masing masing


Christian terus mengamati ratusan anak remaja yang keluar dari area sekolah dari dalam mobilnya, sedikit susah baginya, karena banyaknya siswa yang menghalangi pandangan Christian


"Argh! Sial! jangan sampai kali ini gadis itu lolos lagi, atau aku benar benar akan jadi gila" umpat Christian sambil memukul stir mobilnya, Christian memicingkan matanya saat sekilas melihat bayangan seorang gadis yang sedang ia cari


"Finally! I found you Girl!" ujar Christian sambil menyeringai, ia pun segera keluar dari mobil dan berlari menghampiri Azel


"Zel Lo mau bareng gue gak? Kebetulan gue free nih" tawar Reva


"Gak usah, gue dijemput kok sama mang eman"


"oh ya udah kalo gitu, gue duluan ya zel!! bye..."


"oke va, hati hati" jawab Azel sembari tersenyum


"Kenapa kau seakan menghindar dariku!" suara bariton yang dingin di belakang Azel, membuat gadis itu terkejut dan langsung menoleh kearah suara itu


Azel mempelototkan matanya tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, ia hampir saja ingin berteriak, jika tidak ingat kalo saat ini sedang berada dilingkungan sekolah


"Sial, tak memakai make up saja sudah membuatku ingin ******* bibirnya yang mungil itu saat ini juga'' batin Christian


"Daa.. dari mana kau tau alamat sekolahku" ucapan Azel terbata bata dan membuat Christian sadar dan segera merubah raut wajahnya menjadi seringai


"Aku tau semuanya tentang mu Ivana Mazel Wiratama" gumam Christian sambil menyeringai


"Azel mundur beberapa langkah saat Christian maju mendekatinya, alis Christian terangkat sebelah melihat kelakuan gadis didepannya


"Kenapa kau menghindari ku" geram Christian


"Darimana kau tau namaku?" ujar Azel tampak menghiraukan pertanyaan Christian


Christian menghembuskan nafas lelah "Apa kau lupa jika kita sempat bertemu diclub malam, dan mungkin kau perlu bertanya pada temanmu, yang seminggu lalu marah marah ditelepon dengan menyebutkan namamu" ucap Christian sambil menyodorkan ponsel Azel yang memang masih ia simpan sejak kejadian naas dimalam itu.


Azel melirik ponsel, bercase ungu muda yang dipegang Christian, secepat kilat ia merampas ponselnya dari tangan Christian, tak ada perlawanan, dan itu cukup membuat Azel menghembuskan nafas lega, setidaknya ia tak perlu memohon untuk mengambil kembali ponsel miliknya. Ponsel itu sempat menjadi pertanyaan keluarganya, saat dihubungi oleh sang Mami, Azel tak kunjung menjawab panggilan dari ibunya itu, sehingga lagi lagi dia harus berbohong

__ADS_1


"Aku harus pergi" ujar Azel segera beranjak dari tempatnya, namun sayangnya Christian langsung mencengkeram pergelangan tangan Azel kuat.


"Lepaskan!! Jangan sentuh aku" sentak Azel


"Kenapa kau tak bilang bahwa kau adalah adiknya Jackson! " Desis Christian


Azel menatap tajam laki laki yang berdiri dihadapan nya


"Apa kau keluarga ku, atau orang terdekat ku, sampai aku perlu memberitahu tentang diriku, Hei.. perlu kau ingat, kau bukanlah siapa siapa!! bagiku kau hanyalah bajingan yang tak punya hati.." teriak Azel membuat beberapa siswa tertarik untuk melihat kearah mereka


Christian melirik ke sekelilingnya, banyak siswa yang sedang berbisik bisik sambil menatap aneh kearah dirinya dan gadis yang ia cengkeraman tangannya, dan tanpa berpikir Christian langsung menarik Azel menuju mobilnya


"Lepas! Mau kau bawa kemana diriku" Azel memekik saat laki laki itu mulai membopong tubuhnya diatas pundaknya


"Hei, pemuda brengsek turunkan aku!! " pekik Azel sambil memukuli punggung Christian yang saat ini sedang memikulnya, tapi lelaki itu tidak menghiraukan nya sama sekali dan ia terus membopong Azel menuju mobil ya


"Sudah diamlah" ujar Christian, ia tidak peduli dengan tatapan heran orang orang disana, karena yang ia butuhkan sekarang hanyalah gadis yang ada digendongannya


Christian mendudukan Azel di jok sebelah penumpang dan langsung memakaikan gadis itu seat belt, ia memegang erat tangan Azel yang masih terus memberontak


"Dengarkan aku!


"Jika kau masih mencoba berteriak dan berusaha lari, aku tak akan segan segan untuk melakukan hal yang sama seperti seminggu yang lalu disini! Didepan semua siswa di sekolah ini!" Christian mengancam Azel dan seketika membuat Azel terdiam


" Bagus!"


Christian tersenyum puas sembari menepuk pelan kepala Azel beberapa kali, lalu ia mulai mengitari mobilnya menuju kemudi.


"Kau mau membawaku kemana!" pekik Azel saat Christian mulai menjalankan mobilnya, jelas sekali terlihat raut ketakutan dari wajah Azel


"Diamlah! Aku tidak akan berbuat apapun padamu, lagipula aku sudah tak bernafsu pada gadis bodoh sepertimu"


'Bohong! itu hanyalah alasan klise Christian, karena sebenarnya ia saat ini benar benar ingin menelanjangi gadis disamping nya itu sekarang juga, gadis yang tubuhnya sudah merupakan candu baginya.


'Apa kau sudah gila Christian.. kau nampak seperti seorang pedofil' batin Christian memperingati


...MOHON UNTUK MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA.....


...DISETIAP KARYA YANG DITULIS AUTHOR DENGAN CARA MEMBERIKAN LIKE, KOMENTAR DAN VOTE NYA...

__ADS_1


...SUPAYA MAKIN SEMANGAT BUAT CERITANYA...


...*** TERIMAKASIH ***...


__ADS_2