
Mendengar apa yang baru sjaa dikatakan Christian, refleks Azel menggenggam erat tangan Carina, Carina tampak menoleh lalu tersenyum, seakan dia memberi tahu jika semuanya akan baik baik saja
"Tenanglah Zel, kau tidak perlu takut kakakku bukan serigala, semuanya akan baik baik saja, aku akan menunggu diluar, kalian selesaikanlah apa yang menjadi urusan kalian berdua"
Ucap Carina sambil melepaskan genggaman tangan Azel lalu segera keluar dari ruangan itu
Azel nampak cemas, ia menghela nafasnya berat, benar apa ynag baru saja dikatakan oleh Carina, bahwa ia harus menyelesaikan semua masalah ini
Ditengah kegundahan hati Azel, Christian tampak tersenyum menyeringai ia lalu menyuruh Azel untuk duduk disofa yang ada di ruangan kerjanya
"Apa kau merindukanku?" tanya Christian sambil tersenyum kearah Azel
"Whattt... apa laki laki ini sudah tak waras" gumam Azel dalam hatinya
"Kenapa kau hanya diam dan memandangi wajahku yang tampan ini?? tanya Nelson sambil mengulas senyum diwajahnya
"Entah apa yang ada dipikiran laki laki mesum ini, bisa bisanya dia berpikir jika aku datang menemuinya karena aku merindukan tampangnya yang menyebalkan itu" gumam Azel lirih
"Apa yang barusan kau katakan, aku tak bisa mendengarnya?" Tanya Christian sambil menatap wajah gadis yang sangat ia rindukan itu
"Sebenarnya aa-ku kesini ingin berbicara penting denganmu!" ungkap Azel
"Baiklah, apa kau sudah berubah pikiran?" Tanya Christian to the point setelah mendudukkan dirinya disofa yang berhadapan dengan Azel
"Kenapa kau mengusik dan membuat perusahaan ayahku bangkrut! Sudah aku katakan , bahwa keluarga ku tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini!" Geram Azel sambil menatap tajam kearah Christian dan mencoba menepis rasa takut dihatinya
Christian hanya tersenyum menyeringai kearah Azel
__ADS_1
"Bukannya sudah aku katakan sebelumnya, bahwa aku akan melakukan apa saja, untuk mendapatkan apa yang aku mau!"
Azel menatap kesal kearah Christian dan berusaha menahan emosinya, ia benar benar merasa akan gila jika berlama lama disini
"Chris, ku mohon jangan sakiti keluargaku" pinta Azel dengan mata yang sudah nampak berkaca kaca
"Baiklah, aku tidak akan menyakiti keluarga mu, asal kau mau menuruti permintaanku" ujar Christian datar
Azel mendesah malas, apalagi yang diinginkan laki laki ini
Akhirnya Azel menyerah dengan kondisi nya saat ini, ia akan melakukan apa saja yang diminta oleh laki laki itu demi menyelamatkan keluarganya
" Baiklah, aku akan menuruti semua permintaan mu" Gumam Azel ragu
Christian bersorak dalam hatinya, BINGO!!! batinnya berteriak
"Jadi apa yang kau inginkan dariku?" Tanya Azel tak sabar karena segera ingin mengakhiri perbincangan dengan laki laki yang membuatnya kesal ini
"Menikahlah denganku!"
Azel tersentak kaget dengan apa yang baru saja ia dengar, Christian sudah benar benar tidak waras!
Laki laki itu memintanya untuk menikah dengannya, apa dia tidak bisa berpikir dengan jernih!
Azel saja masih berusia 18 tahun saat ini, boro boro menikah, Lulu sekolah menengah atas saja belum
"Apa yang kau bicarakan, apa saat ini kau sedang mabuk? Atau kau baru mengalami benturan sehingga menyebabkan otakmu bergeser? cecar Azel sambil berdiri dan mendekati Christian
__ADS_1
"Aku tidak sedang mabuk, aku sadar dengan apa yang ku katakan" jawab Christian acuh
"Lalu apa maksudmu menyuruhku untuk menikah dengan mu? Apa kau pikir pria seperti mu yang bisa dibilang seorang fedofil bisa berkata demikian?"
geram Azel sambil berusaha mendekati Christian dan mencoba melayangkan tangannya kearah wajah tampan laki laki itu
Christian langsung menangkap pergerakan tangan gadisnya itu, dan seketika membawa Azel dalam dekapannya, kedua mata mereka bertemu dan saling tatap
"Aku tidak pernah bercanda dengan ucapan ku, aku ingin menikah denganmu dan ingin bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan" ucap Christian tulus sambil tetap mendekap tubuh Azel
Azel nampak tertegun dengan apa yang baru saja ia dengar, ia seolah terbuai dengan perkataan laki laki didekatnya itu. Ia tak dapat menemukan kebohongan dimata laki laki yang masih mendekapnya, seketika pikiran dan hatinya melunak
Namun seketika ia tersadar dari lamunannya
"Apa kau yakin dengan apa yang baru saja kau ucapkan?"
"Cihh.... kau memang pria brengsek yang suka mempermainkam kehidupan orang lain" gumam Azel datar
Christian nampak merapatkan dekapannya , dan mengelus sayang wajah gadis diperlukannya itu
"Percayalah, aku sungguh-sungguh ingin bertanggung jawab dengan perbuatanku padamu" lalu tanpa diduga oleh Azel, Christian mengecup bibir mungilnya, Azel nampak terkejut namun didalam hatinya ia merasakan sesuatu yang aneh yang membuatnya menerima kecupan itu dan seakan menikmatinya
Christian melu*** bibir gadisnya itu dengan menggebu-gebu, ia berusaha mencari cela agar gadisnya itu membalas ciumannya, hingga akhirnya tanpa Azel sadari ia tengah mengikuti permainan Christian yang mencecap mesra bibir pink nya
to be continued...
Jangan lupa untuk terus dukung karya Author ya
__ADS_1
untuk memberikan Like, komentar dan vote disetiap episode nya