
Pagi ini masih menunjukan pukul lima pagi, tiba tiba Azel terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat mual, ada yang tidak beres dengan dirinya. Gadis itu nampak buru buru menuju toilet lalu memuntahkan seluruh isi perutnya, dia merasa kalau saat ini tubuhnya benar benar lemah dan sering mengalami morning sickness, ia menundukkan kepala dan mengusap perutnya lembut
"Apa kau baik baik saja didalam perut bunda nak?" gumam Azel yang merasa sangat bahagia, acapkali ia menyadari ada makhluk kecil yang telah tumbuh dalam rahimnya.Meskipun janin ini hadir karena sebuah kesalahan, tapi ia begitu menyayangi calon anaknya itu, ia rela melakukan apapun untuk mempertahankan kandungannya.
"Nak apa yang harus bunda lakukan, bunda harus bagaimana? Apakah bunda harus menerima ajakan ayahmu untuk menikah dengannya" Azel tersenyum datar dan mengelus perutnya, seolah mengajak anak dalam kandunganya itu berbicara, tatapannya haru dan tak bisa di elakkan lagi air matanya kembali menetes.
"Seandainya saja bunda bisa memilih pergi dan bisa terbebas dari ayahmu, bunda akan pergi sejauh mungkin yang bunda bisa lakukan, tapi ayah mu sungguh kejam, ia melakukan cara kotor untuk bisa membuat bunda tak berdaya dan harus mengikuti apa kemauannya" Azel terus menangis sesenggukan didalam toilet kamarnya. Tak lama kemudian dia bergegas mengisi air hangat di bathtub dan berendam cukup lama didalam sana
****
Christian yang saat ini juga sudah bangun, semalaman ia tak dapat tidur tenang, pikirannya selalu terganggu dengan keberadaan gadis belia yang akhir akhir ini selalu ia rindukan, Christian menoleh kesamping tempat tidurnya. Dia mengambil ponsel yang terletak diatas nakas, dan mencari kontak seseorang diponselnya, dan mencoba mengirim pesan pada orang itu
✉️ Christian : "Apa kau sudah bangun?
ia mencoba mengirimi Azel pesan, namun sepuluh menit berlalu gadis itu tak kunjung membalas pesannya, segera ia mencoba menghubungi Azel dengan melakukan panggilan video, entah kenapa ia begitu merindukan gadisnya itu, tapi setelah beberapa kali mencoba panggilan itu tetap tak direspon
✉️ Christian : Apa kau belum bangun??atau kau sengaja tidak ingin menjawab telepon dari ku..
pria itu nampak kesal "Bagaimana bisa seorang Maurer, bisa diacuhkan oleh gadis biasa" gerutunya dalam hati lalu beranjak dari tempat tidurnya. Ia duduk disofa sambil terus memperhatikan ponselnya, berharap gadis itu membalas pesannya, tapi setelah 30 menit ia menunggu sama sekali tak direspon oleh Azel.
__ADS_1
"huft.. ada apa denganku kenapa aku tiba tiba selalu memikirkan dia, apa benar aku sudah jatuh cinta padanya" pikiran Christian saat ini benar benar tidak sinkron dengan hatinya.. setiap kali ia merindukan gadisnya itu, otaknya selalu dipenuhi dengan bayangan Azel apalagi mengingat Azel tengah mengandung anaknya, perasaan ingin memiliki itu semakin besar.
Setelah berendam air hangat dan membersihkan tubuhnya Azel keluar dari kamar mandi, lalu mengenakani seragam sekolahnya, gadis itu sedang siap siap berangkat sekolah lebih awal. Karena hari ini ada ulangan semester di sekolahnya. Ditambah saat ini lift menuju ke kelasnya sedang rusak jadi ia harus menaiki tangga sekolah beberapa tingkat untuk mencapai kelasnya. Dan ditengah kondisi Azel yang saat ini hamil muda tentunya ia harus sangat berhati hati, supaya janinnya jangan terganggu dan dijaga dengan baik
Azel menuruni tangga rumah beralih ke ruang makan, dimana mami papi dan kakaknya berada untuk sarapan bersama
"Selamat pagi semua" sapa Azel pada keluarga, Naomi segera beranjak dari kursinya dan mengajak anak bungsunya untuk menikmati sarapan yang sudah ia sediakan.
" ayo dek, kamu sarapan dulu sebelum berangkat, dan tumben banget pagi pagi begini sudah mau berangkat" tanya Naomi heran pada anak bungsunya
"Azel ada ulangan hari ini mih, jadi pergi lebih awal, Azel pamit yah mih, pih , kak.. " ucapnya
"Azel buru buru pih, kasian kakak kalau perginya kecepetan"
"Kamu yakin dek gak mau kakak anterin ke sekolah??" timpal Jackson
"iya kak Azel dianter mang Ujang aja kak"
" Ya udah hati hati dijalan, kalau memang gak sempat sarapan dirumah kamu bawa aja yah zel, sarapannya nanti bisa sambil makan dijalan" tambah Naomi
__ADS_1
Azel hanya mengangguk lemah "iya mi"
Azel beranjak dari ruangan itu tak lupa menyalami kedua orang tua dan juga kakaknya
****
saat diperjalan menuju ke sekolah dengan mobil yang dikendarai sang sopir pribadi keluarga nya,tiba tiba mobil nya dicegat oleh mobil seseorang
Mang Ujang tiba tiba mengerem mendadak dan membuat Azel terkejut
"Mang ada apa?" tanya Azel cemas melihat mobilnya dihadang oleh mobil lain yang tiba tiba berhenti didepan mobilnya
"Mamang gak tau non, ada mobil tiba tiba motong dan nyuruh kita stop mendadak" jawab mang Ujang yang mulai kesal dan juga panik takut majikannya kenapa kenapa
tiba tiba seseorang berjas turun dari mobil itu dan mendekati mobil yang ditumpangi Azel
dia mengedor pintu jendela mobil yang sedang dikendarai oleh sopir azel, mang Ujang pun membuka kaca mobil dan bingung dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut
"maaf anda siapa, ada perlu sebenarnya, dan mengapa anda memotong jalan didepan kami" tanya mang Ujang yang panik karena Christian menggedor kaca mobilnya
__ADS_1
Christian membuka kaca mata hitamnya lalu menunduk menoleh kearah Azel, lalu berusaha untuk menyuruh Azel turun dari mobil itu