
Ditempat lain saat ini Azel sedang memejamkan matanya rapat-rapat, ia merasa jika ia harus segera bertemu dengan Christian dan menyelesaikan semua masalah mereka, karena ia tidak mau jika Christian bertindak nekat dengan menggunakan segala cara untuk menghancurkan keluarganya.
Beruntung kakaknya masih menyimpan nomor Carina, jadi Azel bisa meminta tolong pada wanita itu, dan Azel berharap jika Carina bisa menolongnya
***
Azel meremas kedua tangannya diatas meja sambil terus gelisah, saat ini ia tengah berada di cafe, tempat ia dan Carina berjanji untuk bertemu, ia nampak cemas dan ragu apakah keputusan yang ia ambil saat ini adalah tindakan yang tepat, ia semakin frustasi, tapi inilah satu satunya cara yang bisa ia lakukan demi keluarganya
"Hai, maaf aku sedikit terlambat, kau tau kan kalau Jakarta sangat macet" ujar Carina tersenyum merasa tak enak
Azel hanya menggeleng pelan dan tersenyum pada Carina
"Tidak, masalah kak"
"Okey, jadi apa tujuanmu ingin bertemu denganku disini, apa ada yang ingin kau sampaikan padaku?" Tanya Carina to the point pada Azel setelah mereka memesan minuman pada pelayanan cafe tersebut
Azel nampak ragu ragu dan ia berusaha menyembunyikan kecemasannya dengan menggigit bibirnya, Carina yang melihat Azel pun merasakan ada kegundahan pada raut wajah gadis dihadapannya itu
"Hey, Azel tenanglah, ceritakan padaku apa yang menjadi kegundahan hatimu, siapa tau aku bisa membantu mu"
ucapan Carina membuat Azel menghela nafasnya berat, benar jika ia harus mengatakannya sekarang
"Kak, aku mohon kau bisa membantuku untuk bicara pada Christian" ujar Azel menggantung, seketika Carina menaikan sebelah alisnya tak mengerti
" Baiklah, lalu apa yang harus ku bicarakan dengan kakakku?"
"Ku mohon beritahu dia, agar jangan mengganggu keluargaku, ini adalah masalah pribadiku dengannya, tidak ada sangkut pautnya dengan keluargaku" pinta Azel sambil menggenggam tangan Carina
__ADS_1
"Memangnya, apa yang sudah dilakukan kak Chris pada keluargamu?" tanya Carina penasaran
"Dia membuat perusahaan ayahku bangkrut kak, jadi ku mohon tolong jangan ganggu keluargaku, aku bersedia menanggung semuanya ini sendiri, asal jangan keluargaku"
Carina terkejut merasa tak percaya dengan apa yang baru saja diceritakan oleh Azel, kakaknya itu benar benar sudah kehilangan akal sehatnya, sehingga dia melakukan hal konyol itu kepada keluarga Azel
"Azel maafkan aku, sepertinya sangat sulit bagiku untuk memenuhi permintaan mu, kau pasti sudah tau bukan, bagaimana sifat kakakku, dia orang yang sangat egois, dan keras kepala, bahkan mungkin ucapan Daddyku pun akan dia abaikan"
Azel mendesah lemas, mendengar apa yang dikatakan Carina
"Kak, kumohon bantu aku. Aku yakin kau bisa membantuku untuk berbicara dengan Christian" gumam Azel pelan setelah beberapa saat ia terdiam, Carina menatap menyelidik kearah Azel menunggu gadis itu mengatakan sesuatu selanjutnya
"Kak, aku ingin bertemu dengan Christian"
***
Jerian yang baru saja keluar dari ruangan bossnya nampak kaget, melihat Carina yang sudah berada dihadapannya
"Selamat malam Nona, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jerian, sembari melirik perempuan cantik di sebelah Carina
"Aku hanya ingin bertemu dengan kakakku Jer, apa dia masih didalam?"
" Ya, Tuan Christian masih ada didalam, saat ini beliau masih sibuk dengan urusan pekerjaannya,mari saya antar" ucap Jerian yang hanya dibalas anggukan oleh Carina, Jerian lalu mengetuk kembali ruangan CEO muda itu
Setelah mendapatkan jawaban dari seseorang yang berada didalam sana, mereka segera memasuki ruangan itu, tentunya dengan Azel yang nampak sedikit takut dan berusaha bersembunyi dibelakang Carina, ia menggenggam tangan wanita itu dengan erat.
Carina tampak mengulas senyum melihat kelakuan Azel, gadis polos disampingnya ini benar benar berani, berhadapan dengan kakaknya yang dikenal arogant dan dingin itu.
__ADS_1
"Ada apa lagi Jer? Bukannya sudah ku bilang! Jangan ganggu aku sampai masalah Wiratama Corp' itu selesai!" gumam Christian masih fokus menatap berkas yang ada dihadapannya
Saat Jerian hendak menjawab pertanyaan bossnya, Carina langsung mengangkat tangannya, menginterupsi Jerian untuk diam, lalu menyuruhnya untuk keluar dari ruangan itu, dengan menggerakkan matanya, laki laki itupun segera bergegas meninggalkan ruangan tersebut
Dirasa tak ada jawaban, Christian menghentikan kegiatannya dan mendongak sambil mengerutkan keningnya
"Carin? Ada apa kau datang kemari?" tanya Christian sambil melirik gadis yang berada dibelakang Carina, ia tak bisa melihat dengan jelas, karena wajah gadis itu terhalang oleh Carina
"Ada yang ingin bicara denganmu, apa kau ada waktu kak?" tanya Carina sambil melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07.00 malam
"Maafkan aku Rin, tapi saat ini aku benar benar sibuk hingga harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan ku, lebih baik kau pulanglah, dan bawa siapapun yang bersamamu itu!" ucap Christian acuh, lalu kembali fokus pada berkas dihadapannya
"Ah sayang sekali ya Zel, kakakku tak bisa menemuimu, dia benar benar sibuk, baiklah ayo kita pulang sekarang" ujar Carina dengan menyebut nama Azel
Seketika Christian langsung menoleh, saat Carina mau mencapai pintu , dengan cekatan dan sedikit tergesa Christian menahan pintu itu
Carina pun menatap malas kearah kakaknya
"Kau bilang sedang sibuk kak! Baiklah aku dan Azel tidak akan mengganggumu! Lalu kenapa kau menahan pintu nya?" cicit Carina kesal yang tampak dibuat buat
"Aku berubah pikiran Rin, tolong tinggalkan kami berdua. Tampaknya gadis ini ingin berbicara padaku" ucap Christian yang seketika membuat Azel membelalakkan matanya
to be continued....
Jangan lupa untuk dukung Author ya..
dengan memberikan Like, Vote dan meninggalkan komentar kalian disetiap episode nya
__ADS_1
terimakasih para Readers yang baik 😁🙏🏼