
Setelah Azel membasuh mulutnya, Christian langsung menarik kasar tubuhnya hingga kini berhadapan langsung dengan Christian
Wajah Christian terlihat merah padam menahan amarah, ia mencengkram kuat tangan Azel, membuat gadis itu mengadu kesakitan
"Apa sebegitu menjijikkannya aku! Sampai kau langsung muntah seperti itu!" Bentak Christian, dia benar benar marah saat ini, harga dirinya seperti di injak oleh gadis 18 tahun yang bahkan belum tamat sekolah itu.
"Lepaskan tanganku Chris! Aku tak bermaksud seperti itu" pekik Azel
"Lalu tadi apa maksud nya!!!" ujar Christian masih dengan intonasi yang tinggi
"Aku tak bermaksud apa apa, akhir akhir ini aku memang sering muntah dan pusing! itu juga kan bukan sepenuhnya salahku! Salahmu sendiri menciumku semaumu" teriak Azel kesal
Christian terdiam beberapa saat mencerna kata kata Azel, ia menatap dalam mata Azel, bukan bukan, ia sama sekali tak menyesali perbuatannya, yang ia pikirkan adalah perkataan gadis itu, yang mengatakan bahwa dirinya sering muntah dan merasa pusing
Tiba tiba berbagai pikiran aneh memenuhi pikiran Christian, ia langsung membuka pintu dan menarik Azel keluar dari toilet
Azel yang terkejut hanya bisa meringis dengan perlakuan lelaki yang menariknya sekarang
"Christian kau mau membawaku kemana?"
Teriak Azel masih dengan berusaha mengimbangi tarikan Christian
"Diamlah! Kau hanya perlu mengikuti ku!" Gumam Christian tanpa menoleh ke arah Azel
"Tapi kau menarik ku terlalu kencang! Kaki dan tanganku sakit!" sungut Azel, Christian pun berhenti lalu menghembuskan nafas lelah
Tanpa berpikir panjang Christian pun menggendong Azel ala bridal, membuat Azel menjerit kaget, entah sudah berapa kali gadis itu memekik selama ia bersama Christian
"Turunkan aku!!!!" teriak Azel meronta ronta, tapi Christian tak mengindahkan seruan Azel, ia malah terus berjalan
Namun baru beberapa langkah, kakinya harus terhenti bergerak saat suara bariton seseorang memanggilnya
"Christian!"
teriak Jackson dari arah belakang mereka, membuat Christian seketika menoleh, Azel menghela nafas lega, meskipun Jackson sangat menyebalkan, namun untuk kali ini ia sangat mensyukuri kehadiran kakaknya itu
"Kau mau membawa Azel kemana!! turunkan adikku!" bentak Jackson
Christian mendengus kesal lalu menurunkan Azel, gadis itu pun langsung lari kebelakang kakaknya, seperti bocah yang sedang ketakutan
__ADS_1
"Kak apa yang kau lakukan pada adiknya Jackson?" tanya Carina yang saat itu juga ada disana, gadis itu memandang kearah Azel yang sedang ketakutan
"Dek, kamu mau dibawa kemana tadi?" Tanya Jackson pada Azel, nada bicaranya pun berubah menjadi lembut
"Dia mau menculikku kak!"
Rengek Azel, Christian memelolotkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh gadis SMA yang memfitnahnya seperti itu, Carina menahan tawanya saat melihat wajah tak terima Christian
"Hei jangan sembarang bicara! Untuk apa aku menculik gadis bodoh seperti mu!" Sanggah Christian cepat
"Jaga ucapan mu Christian! Adik ku tidak bodoh" bentak Jackson membuat Christian memutar bola matanya malas
"Aku hanya mau membawanya kerumah sakit, dia bilang akhir akhir ini, dia sering merasa pusing dan muntah! Kau sendiri sebagai kakaknya kenapa tak peduli dengannya!"
"Lalu kau sendiri siapa? Kenapa kau tiba tiba saja peduli pada adikku, bukankah seorang Maurer tidak akan peduli dengan orang yang baru dikenalnya, jangkan orang yang baru dikenal, dengan orang yang sudah kau kenal pun tak pernah peduli!" sungut Jackson
Christian menggeram kesal, hari ini harga dirinya benar benar jatuh, ia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan Jackson dan langsung pergi meninggalkan mereka
"Jackson maafkan kakakku, dia memang seperti itu" ucap Carina merasa tidak enak, Jackson hanya mengangguk acuh
Mata gadis itu lalu berpindah pada Azel yang sedang menggenggam erat tangan kakaknya
"Azel maafkan kakakku ya, aku akan bilang pada papi agar dia dihukum nanti" ujar Carina sembari tersenyum ramah pada Azel
"Ya sudah aku harus menyusul kakakku dulu, aku permisi" ucap Carina lalu segera berbalik mengejar Christian yang sudah semakin jauh
Azel menghembuskan nafas lega, dan semuanya tak luput dari perhatian sang kakak
"Kok kamu bisa sama dia dek?" pertanyaan Jackson membuat Azel terlonjak kaget, ia hampir lupa keberadaan Jackson disamping nya
" iya tadi dia liat aku muntah muntah" jawab Azel gugup
Jackson memicingkan matanya curiga, tapi akhirnya ia menghentikan bahu acuh
"Kalau kamu sakit kok nggak bilang bilang sih dek? Ya udah kakak aja ya yang anterin kamu kerumah sakit, biar nanti kakak yang akan kabarin mami sama papi"
"Gak usah kak, aku gak apa apa kok"
"Gak apa apa gimana! Muka kamu tuh pucet gitu dek, pokoknya gak ada tapi tapian, sekarang kita harus ke rumah sakit" ujar Jackson, Azel hanya tersenyum sambil mengangguk pelan
__ADS_1
Merekapun mulai berjalan menyusuri lorong hotel untuk menuju lift
☘️☘️☘️☘️
Kakak perhatikan, emang kamu akhir akhir ini agak pucet ya dek!! celetuk Jackson tanpa mengalihkan pandangan dari jalan didepannya
"Nggak tau kak, emang akhir akhir ini aku sering mual trus gampang capek juga" gumam Azel
"Kenapa kamu nggak bilang aja sih dek kalau kamu sakit, kan kita bisa bawa kamu kerumah sakit lebih awal"
"Yah kakak gimana sih, kan kakak mau tunangan, masa iya aku harus ngomong gitu, yang ada nanti semuanya malah mikirin aku dan nggak konsen sama acara kakak" ucapan Azel membuat Jackson mendesah berat
"Malah bagus, kalau nggak jadi tunangan" ucap Jackson asal yang langsung mendapat cubitan dari Azel diperutnya.
"Ngomong apaan sih kak, kalau ngomong nggak boleh asal begitu!".
"Lah salah siapa coba? Dengerin ya dek, kakak itu nggak pernah mau dijodohin apalagi dijodohinnya sama keluarga Maurer, dipikir kakak kamu ini nggak bisa cari cewek apa!!" sungut Jackson
"Tapi kak, itu kan permintaan nya Opa"
"Nah itu dia yang masih buat kakak penasaran sampai sekarang, kenapa bisa bisanya Opa sahabatan sama keluarga Maurer, dan parahnya lagi kakak harus dijodohin sama Carina, yang bener aja" ujar Jackson dengan bersungut sungut
Azel terkekeh pelan melihat raut wajah Jackson yang memerah akibat menahan geramnya
"Ya udah sih kak, terima aja, lagian kak Carina itu cantik dan ramah lagi" ujar Azel santai membuat Jackson mendengus kesal
"Oh ya emangnya kamu kenal sama Christian dek?" seketika pertanyaan Jackson membuat raut wajah Azel menegang
"E-enggak kok kak" Azel menjawab kakaknya gugup
"Masa sih tadi dia bilang, dia pernah ketemu sama kamu sebulan yang lalu, trus tadi kakak perhatikan kayaknya kalian berdua deket banget" ujar Jackson tak percaya
Azel mulai merasa tak nyaman, karena pertanyaan yang dilontarkan oleh kakaknya, membuat laki laki itu menaikkan sebelah alisnya bingung
"iya emang pernah ketemu kak tapi cuma sekali doang" jawab Azel gugup
to be continued...
...Jangan lupa dukungannya ya...
__ADS_1
...Supaya Author semangat terus buat update...
...Terimakasih...