
"Iyaa Ivana! Nanti juga pemilik barunya bakalan kesini" ujar Anna, Azel hanya manggut-manggut mengerti
"Nah tuh orangnya Dateng!" Pekik Anna sambil menunjuk seorang lelaki berbadan tegap dengan balutan Jas yang sangat pas ditubuhnya
Azel menoleh ke arah yang ditunjuk Anna, matanya terbelalak kaget, saat melihat sosok tersebut
"Christian!"
Tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulutnya, membuat Anna menaikan sebelah alisnya
"Lo kenal sama dia?" pertanyaan Anna membuat Azel tersentak kaget, ia hampir lupa masih ada Anna disebelahnya
"Hah? Apa?' tanya Azel gugup
Anna mengerutkan kening aneh, lalu mengedikkan bahu acuh
"Gapapa, lupain aja"
Tepat setelah Anna menyelesaikan ucapannya, speaker sekolah berbunyi dengan lantangnya, meminta semua siswa untuk segera berkumpul di Aula
"Ayo Zel" ajak Anna lalu segera menarik tangan Azel yang masih diam mematung
☘️☘️☘️☘️☘️
"Selamat siang anak anak" sapa pak Agus selaku kepala sekolah KUMBANG
"Siang pak" jawab anak anak serentak
"Baiklah bapak disini tidak akan berbasa basi, bapak akan memperkenalkan kepada kalian semua, pemilik sekolah kita yang baru, dia adalah CEO muda dari 'Draco Excellent"
Mr. Janson Christian Maurer" tepuk tangan langsung membanjiri ruangan besar itu
Azel nampak gelisah saat pandangan Christian tak bisa lepas darinya, spontan tangan gadis itu menjitak kepala Anna karena memilih bangku dibarisan paling depan
"Awww.. kenapa sih Zel kok lo ngejitak kepala gue" sungut Anna
"Lagian kenapa sih Lo, pake acara milih tempat duduk dibangku paling depan, gerah tau nggak" gumam Azel kesal
"Lohhh justru duduk didepan yang enak, bisa langsung ngeliat ke depan dengan jelas" jawab Anna sambil terus senyum senyum dengan pemandangan yang ada didepannya
"Silahkan Tuan, jika ada yang ingin disampaikan" ujar kepala sekolah, Christian berdiri sambil membenarkan jasnya, membuat beberapa siswi disana memekik histeris karena sifat Christian yang cool itu, setidaknya itu pandangan mereka
Christian menerima mic itu, tapi pandangan matanya tak lepas dari Azel
__ADS_1
"Sebelumnya saya ingin berterima kasih, untuk antusias kalian menyambut saya, saya sangat menghargai hal itu, harapan saya untuk sekolah ini, semoga semakin sukses dan selalu menjadi sekolah terbaik di Jakarta" ucap Christian singkat
Ia lalu menyerahkan kembali mic itu kepada sang kepala sekolah dan ketempat duduknya
"Zel Lo perhatiin deh, kayaknya pemilik sekolah baru kita ini sama kayak cowok yang waktu itu, kenalan sama kita di Club malem itu nggak sih??" ujar Anna dengan mimik wajah penasaran dan nampak mengingat ingat sesuatu
"Apaaa... ah nggak mungkin lah, mungkin mata Lo salah liat" desis Azel tampak panik
"Beneran deh, kayaknya emang dia cowok yang waktu itu ikutan ngerayain party kakaknya Reva, gue inget kok!! seru Anna kembali
Azel terdiam dia tak menggubris pertanyaan temannya itu, ditengah acara tersebut Azel kembali merasa mual, refleks ia menutup mulutnya dan memegangi perutnya
'Jangan sekarang nak' batin Azel
Dan itu sama sekali tak luput dari pandangan Christian, Christian mengerutkan dahi tak suka
'Apa keluarganya tidak memeriksakannya? Keluarga macam apa itu' batin Christian
Tunggu dulu apa saat ini dia baru saja memikirkan orang lain, sejak kapan Christian memikirkan kepentingan orang lain
Azel yang sudah tak kuat menahan rasa mualnya itupun, segera berdiri dan langsing keluar dari aula, Anna hanya bisa mengumpat kesal melihat kelakuan Azel yang akhir akhir ini sangat aneh
Christian berdecak kesal saat melihat Azel keluar dari aula
"Jer!! Aku ingin keluar, cepat kau urus semua ini" ucap Christian, lalu segera berdiri dan keluar dari Aula menyusul Azel, membuat siswi siswi disana mendesah malas karena harus kehilangan pemandangan menarik mereka
☘️☘️☘️☘️☘️
"Hey, kenapa kau tak kedokter" suara bariton didepannya membuat Azel mengangkat wajahnya, terlihat Christian berdiri didepannya dengan wajah datar seperti biasanya
"Aku.." belum sempat Azel menyelesaikan ucapannya, kepalanya terasa berputar hebat, lalu ia kehilangan kesadarannya
Christian dengan sigap menangkap tubuh limbung Azel
"Hei Azel bangun!" ujar Christian sambil menepuk nepuk pipi Azel, namun apa yang ia lakukan tak mendapat respon dari gadis yang ada dalam dekapannya itu
Christian pun akhirnya memutuskan untuk menggendong Azel menuju ke dalam mobilnya
☘️☘️☘️☘️☘️
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Christian setelah dokter selesai memeriksa Azel yang sudah kembali duduk didepannya
"Dia baik baik saja, itu adalah hal yang biasa untuk ibu hamil pada umumnya, saya akan memberikan vitamin untuk mengurangi rasa mual yang dirasakan oleh nyonya Azel"
__ADS_1
Christian tampak kaget tak percaya dengan apa yang barusan didengarnya
"Ha-mil dok?"
Christian memandang kosong kearah gadis yang tengah berbaring dihadapannya, ia masih benar benar tak percaya dengan apa yang terjadi.
Tak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya, untuk segera memiliki seorang anak, bahkan saat ini Christian tengah menampar pipinya berulang ulang kali untuk memastikan, apa ia sedang bermimpi atau ini memanglah kenyataan
"Hamil" gumamnya lagi, kedua sudut bibirnya terangkat keatas membentuk sebuah senyuman
Christian memang sangat tidak menyukai anak kecil, tapi entah kenapa mendengar Azel hamil, justru membuat hatinya merasa bahagia
Meskipun tersisa sedikit rasa amarah dihatinya, karena gadis yang sedang terbaring lemah didepannya, sama sekali tidak memberitahu nya tentang hal ini, tapi itu semua seakan lenyap saat ini, ketika ia mengingat ada buah hatinya didalam rahim gadis bodoh itu
Badan Azel mulai bergerak, membuat Christian cepat cepat merubah raut wajahnya menjadi datar
Azel memegangi kepalanya yang masih sedikit berdenyut, ia lalu mulai mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar, hingga pandangan matanya bertemu dengan mata Christian, seketika Azel bangkit dari tidurnya
"Apa yang kau lakukan disini" pekik Azel sambil menunjuk wajah Christian
Christian menepis tangan Azel lalu memandang gadis itu tajam
Nyali Azel langsung menciut, saat Christian menatapnya dengan pandangan mengintimidasi
"Kenapa kau tidak mengatakannya kepadaku!" Desis Christian tajam
Azel mengerutkan kening tak mengerti
"Mengatakan apa?" cicit Azel
Christian hampir saja tertawa melihat Azel ketakutan, kalau saja dia tidak ingat kebohongan Azel
"Anakku" ucapan Christian membuat gadis didepannya menegang, namun setelahnya menampilkan wajah sinis
"Dia bukan anakmu!" Gumam Azel mengalihkan pandangannya dari wajah Christian
Rahang Christian mengeras mendengar penuturan Azel, ia benar benar marah saat ini, bagaimana mungkin anak yang dikandung Azel bukan anaknya, sedangkan gadis didepannya ini hanya melakukan hubungan intim dengannya dan ia yang telah mengambil mahkota berharga gadis itu
"Apa maksudmu dia bukan anakku! Dia anakku Ivana Mazel! Kau tak bisa merubah itu semua!" Bentak Christian bangkit dari duduknya sambil menatap tajam ke Azel
"Aku sudah bilang! Dia bukan anakmu! Dia hanya anakku! Anakku tidak mempunyai ayah sombong dan semena mena seperti dirimu" teriak Azel, berdekatan dengan Christian memang membuatnya menjadi labil, lihat saja yang tadinya ketakutan, kini ia berani membentak seorang Janson Christian
Christian mencengkeram bahu Azel erat, hingga membuat gadis itu mengasuh kesakitan
__ADS_1
"Dengar, dia anakku! Kau tak bisa merubah takdir, bagaimanapun kau mau merubahnya! Dia tetap anakku! Darah dagingku!~
to be continued...