Kalau Cinta Jangan Marah

Kalau Cinta Jangan Marah
Episode 12


__ADS_3

."iya emang pernah ketemu kak tapi cuma sekali doang" jawab Azel gugup Jackson hanya manggut-manggut mengerti, lalu mengusap rambut Azel sayang


"Kamu nggak usah deket-deket sama Christian ya dek, apalagi sampai punya hubungan, dia nggak baik" Gumam Jackson pelan yang hanya dibalas anggukan kaku Azel


Azel meringis dalam hati, bagaimana kalau sampai kakaknya tahu, tidak-tidak, kakaknya tidak boleh tahu


☘️☘️☘️☘️☘️


"Selamat malam dokter Damian" sapa Jackson saat memasuki ruangan bercat putih itu


Laki-laki yang dipanggil Damian itu sontak menoleh lalu tersenyum lebar


"Hai selamat malam, ada gerangan apa sampai CEO muda mau mampir ke sini" ucap Damian terkekeh diikuti Jackson yang juga ikut terkekeh kecil


"Kau berlebihan Dam"


gumam Jackson sambil menjabat tangan Alvin


Damian lalu melirik kearah Azel yang hanya tersenyum canggung di belakang Jackson


Jackson yang tahu arah pandang Damian langsung menarik menjadi sejajar dengannya


"Kenalin ini adikku Ivana Mazel, dek ini teman kakak sewaktu SMA dulu, Damian" ucap Jackson memperkenalkan


Azel tersenyum lalu menjabat tangan Damian


"Saya Azel dok"


"Nama saya Damian panggil saja Kak, jangan terlalu formal" ujar Damian sembari tersenyum Azel hanya mengangguk masih dengan senyum nya


"Mari silakan duduk" ajak Damian yang langsung diangguki oleh kedua keturunan Wiratama itu


"Jadi siapa yang sakit?" tanya Damian


"Saya dok.. akhir-akhir ini saya sering merasa mual sama pusing, terus gampang capek juga" ucap Azel


"Baiklah kalau begitu silakan berbaring, saya akan periksa terlebih dahulu" Azel pun langsung berbaring ke brankar yang tersedia di sana, setelah beberapa saat mereka sudah kembali duduk berhadap-hadapan


"Jadi gimana keadaan Azel, Dam"


"Apakah adikmu sudah mendahuluimu?


"Wah jika memang benar, kasihan sekali kau" ledek Damian lalu terkekeh, Jackson dan Azel mengerutkan kening mereka tak mengerti


"Apa maksudmu?" tanya Jackson yang seketika menghentikan tawa Damian


"Kukira kau cukup pintar untuk mengerti maksudku" Gumam Damian, membuat Azel semakin mengernyitkan dahi bingung


"Ayolah Dam, jangan bercanda di situasi seperti ini" ucap Jackson garang membuat Damian kembali terkekeh


"Baiklah-baiklah sebelumnya mari kita bersalaman" Jackson dan Azel, masih sama-sama tak mengerti dengan maksud Damian, tapi tak urung juga tangan Jackson bergerak menyalami Damian


"Selamat keluarga Wiratama akan tambah anggota" ucap Damian sembari tersenyum


"Membuat Azel mengerutkan kening bingung, sedangkan Jackson sendiri menegang, ia tidak bodoh untuk mengerti maksud temannya kali ini


"Maksud dokter apa" tanya Azel yang akhirnya ikut angkat bicara


Damian pun melepas jabatannya dengan Jackson dan beralih menjabat tangan Azel

__ADS_1


"Selamat kamu bakal jadi ibu" Azel terkesiap tak percaya dengan ucapan laki-laki di depannya


"Ma..maksud dokter aku ha..hamil?" tanya Azel gugup


"Iya dan kenapa kakak mu ini tidak mengundangku dalam pesta pernikahan adiknya, benar-benar tega" Ucap Damian dramatis yang sepertinya belum menyadari raut terkejut Jackson dan Azel


"Kau pasti salah Dam, kau bahkan bukan dokter kandungan!" Sentak Jackson membuat Damian mengerutkan dahi bingung


"Hei Jackson! kau tak ingat? aku mengambil kuliah lagi setelah lulus, dan ya aku mengambil spesialis kandungan"


Ucapan Damian kembali menyulut kemarahan Jackson, Jackson lalu menoleh kearah Azel yang juga masih sama terkejutnya


"Azel ayo kita pulang!" Desis Jackson lalu segera berdiri dan melenggang pergi, membuat kening Damian tertaut nampak bingung


"Dok, Terimakasih, saya permisi" ujar Azel cepat lalu segera keluar mengejar Jackson


"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Jackson tampak begitu kesal dengan kabar yang kusampaikan" gumam Damian lalu kembali menyibukkan diri dengan berkas yang ada didepan


☘️☘️☘️☘️☘️


"Zel, kasih tau kakak siapa yang sudah menghamili kamu" desis Jackson saat Azel baru saja mendudukkan dirinya di mobil


Azel hanya mampu menundukkan kepalanya sembari memegang erat dress yang dipakainya


"Azel kasih tau kakak!" ujar Jackson yang suaranya sudah naik satu oktaf, membuat Azel tersentak kaget, ada bening yang hampir menetes, tapi langsung ia enyahkan


' tidak tidak, tidak sekarang' batinnya berteriak


Jackson memukul kemudinya kencang sambil mengumpat


"Gugurkan kandungan itu" desis Jackson membuat Azel seketika menoleh


"Nggak! Apa kakak sudah gila! ini anakku" teriak Azel, ia benar benar tak percaya kakaknya akan setega itu


"Anakku bukan Anak haram, dia punya ayah! dan dia bukan aib!" teriak Azel


"Kalau memang dia bukan anak haram lalu siapa ayahnya hah?'"


Pertanyaan Jackson membuat Azel diam seketika, apakah ia harus mengatakannya sekarang, ia sangat bimbang saat ini


"Fine!!! kalau memang kamu tidak mau mengatakannya, kakak yang akan memaksa kamu menggugurkan kandungan itu, dengan cara kakak sendiri" Azel terbelalak kaget, apa kakaknya ini benar-benar sudah gila, bahkan Azel tak bisa mengenali lagi laki-laki di sebelahnya ini


Baiklah, sepertinya ia benar-benar harus jujur pada Jackson sekarang


"Ini kesempatan terakhirmu Ivana Mazel Wiratama! Sebelum


aku membawamu ketempat aborsi" desis Jackson


Azel menghembuskan nafas berat harus mengatakannya sekarang


"Christian" gumam Azel, membuat kening Jackson tertaut


"Ada apa dengan Christian? Aku sedang membicarakan tentang kehamilanmu! Bukan tentang laki laki sombong itu"


"Christian yang menghamiliku kak!"


Ucapannya Azel membuat Jackson menegang seketika


"Apa yang kau katakan, apa kau sedang bermain-main denganku? Ini benar-benar tidak lucu Azel"

__ADS_1


"Kak aku mohon jangan beritahu dia soal kehamilan ini, aku tidak mau dia berbuat nekat, aku mau membesarkan anakku sendiri" Mohon Azel, sedangkan Jackson sendiri masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya


"Kurang ajar, laki-laki brengsek itu sudah benar-benar kelewatan, aku bersumpah akan membunuhnya dengan tanganku sendiri" Geram Jackson


"Kak aku mohon, jangan katakan padanya" mohon Azel


"Ia sudah kelewatan Azel!! ini sama saja tindak kriminal"


"Kak kau tau sendiri bagaimana sifatnya, aku benar-benar tak mau berurusan dengannya lagi"


Jackson menghembuskan nafas lelah


"Oh God! Lama lama aku bisa gila" Gumam Jackson


☘️☘️☘️☘️☘️


'Tok..Tok..Tok'


"Masuk" ucapan dingin dari dalam, menginterupsi Jeri, untuk segera memasuki ruangan itu


Terlihat Jackson sedang fokus dengan berkas-berkas yang ada di tangannya


"Ada apa Jer?" tanya Jackson tanpa mengalihkan pandangan pada asistennya itu


"Selamat siang tuan, saya sedang melakukan apa yang anda minta" ujar si Rian dengan wajah datarnya itu


Christian mendongak sembari tersenyum miring, lalu ia berdiri sambil membenarkan dasi nya


"Katakan pada Bella untuk mengcancel semua jadwalku hari ini, aku harus mengunjungi tempat baruku" Gumam Christian, lalu melangkah keluar dari ruangannya diikuti Jerian


☘️☘️☘️☘️☘️


#Kusuma Bangsa School


"Eh denger denger, nanti pemilik Yayasan sekolah kita mau datang loh"


"Benarkah!! Yang katanya ganteng banget itu kan"


"Bukannya dia udah lumayan tua ya?"


"Iya menurut umurnya, tapi Lo liat dong wajahnya, ganteng banget asli, gue mah rela kalo dijadiin bininya"


Azel mengerutkan keningnya saat mendengar obrolan tiga perempuan bergosip lewat didepannya


Ia lalu menoleh kearah Anna yang sedang asik dengan novel dan earphone yang menggantung di telinga gadis itu


"An, emang pemilik sekolah ini mau datang ya? tanya Azel


Anna melepas earphonenya, lalu memandang Azel aneh.


" Lo baru tau, berita ini udah nyebar dari tadi pagi!"


"Masa sih?"


Dina memutar bola matanya jengah, temannya ini memang sangat polos, jelas jelas berita sudah menyebar ke seantero sekolah tapi hanya Azel yang tidak tau


"Iyaa Ivana! Nanti juga pemilik barunya bakalan kesini" ujar Anna, Azel hanya manggut-manggut mengerti


to be continued.....

__ADS_1


...Jangan lupa dukung Author yaa...


...Terimakasih 😁...


__ADS_2