
"Wow, sekarang aku yakin, bahwa doa orang yang teraniaya yang selalu dikabulkan" ujarnya sembari menahan geli
Christian menaikkan sebelah alisnya tak mengerti
"Dasar pedofil!" Lanjutnya lalu pergi meninggalkan kakaknya sambil tertawa lebar.
Kini hanya ada Christian yang berada dalam ruangan itu, ia langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi asisten pribadinya
"Jer!! Lakukan apa yang ku perintahkan kemarin! Dan ingat jangan sampai melakukan kesalahan! ujar Christian dingin
"Baik tuan"
Christian menghela nafasnya, ia sudah bertekad apapun yang terjadi, Ivana harus menjadi miliknya! Dan gadis itu harus mau mengakui jika dirinya lah ayah dari janin yang dikandung oleh gadis itu
***
Semalam sesaat Azel dan keluarganya tiba dikediaman mereka, Gadis itu langsung dicecar dengan berbagai pertanyaan orang tuanya, yang jika boleh ia jujur, pertanyaan orang tuanya itu sangat mengintimidasinya, namun untungnya Piter dan Naomi dapat menerima keadaan anak perempuan nya saat ini, hanya saja mereka terlalu marah sehingga terbawa emosi dengan perlakuan keluarga Maurer
Lagi lagi mereka menyuruh Azel untuk mengugurkan kandungannya, dan itu sungguh membuat Azel merasa tertekan dan frustasi, dengan sisa keberaniannya ia dengan tegas menolak apa yang diminta keluarganya, bahkan ia siap jika harus diusir demi mempertahankan janinnya, dan meskipun ia harus menjadi single parents diusianya yang masih sangat muda
Tapi pikiran Azel saat ini benar benar sedang kalut, dia tampaknya harus memikirkan tekadnya lagi, saat tak sengaja ia mendengar pembicaraan kakak dan orang tuanya
Azel berhenti tepat diruang kerja ayahnya, ketika sayup sayup dia mendengar suara Isak tangis dari dalam ruangan itu
"Siapa yang nangis malam malam begini" Gumam Azel sambil mengusap tengkuknya, merinding
Karena dirundung rasa penasaran ia berusaha mendekat kearah ruangan itu dan membuka sedikit pintu dan berusaha mendengarkan kembali suara isakkan
__ADS_1
" itu kan suara Mommy" batinnya, ia pun mencoba untuk menguping pembicaraan antara kakak dan orang tuanya didalam
"Pi!! Bagaimana ini! Christian sudah benar benar gila, dia bisa melakukan cara licik untuk menghancurkan keluarga kita" ujar Jackson frustasi, Azel mengerutkan keningnya bingung
"Kenapa nama Christian dibawa bawa?" gumamnya bingung, lalu kembali menguping pembicaraan nya
"Christian memang benar benar keterlaluan apa yang sebenarnya dia inginkan! Tak puaskah dia sudah menghamili Azel, dan sekarang dia berusaha untuk membuat kita bangkrut!! Benar benar seorang bajingan !" Geram Piter, yang seketika membuat Azel membeku, dengan apa yang ia dengar, benarkah apa yang dikatakan Christian, bahwa dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia mau, tanpa ia sadari, air mata menetes di pipi Azel
"Mommy harap masalah ini jangan sampai diketahui oleh Azel, Mommy tidak mau Azel semakin terbebani dan menderita, sudah cukup ia harus menanggung malu dan terhina dengan perlakuan laki laki biadab itu" ujar Naomi masih dengan isak tangisnya
" Ya, Azel tidak boleh tau, dia sudah banyak mendapat masalah" timpal Piter mantap
Azel mengepalkan tangannya kuat kuat, ia menutup kedua matanya berusah mencari kekuatan dan menahan air matanya. Ini semua adalah karena ulahnya, maka dia sendirilah yang harus menyelesaikan masalahnya, batinnya bertekad
***
" Nomor siapa? Tumben banget" Gumamnya pelan, tapi seketika dia teringat sesuatu " Ah Pasti Bimo, kenapa dia suka sekali mengganggu ku sih" geruta Carina lalu kembali melanjutkan aktivitasnya
Dering ponsel itu pun berhenti karena si pemilik ponsel tak kunjung mengangkatnya, tapi beberapa saat kemudian dering itu kembali muncul membuat Carin merasa kesal
Dengan cepat ia mengangkat dan menekan layar ponselnya, dan langsung membentak seseorang diseberang sana
" Tidak bisakah kau tidak mengangguk Bimoli!! Aku sedang sibuk" Bentak Carin dengan menggebu-gebu
" Halo?"
Carina melongo ketika apa yang ia pikirkan salah, masa iya suara Bimo menjadi halus begini, batinnya meracau
__ADS_1
" Ha..halo, maafkan aku, ku kira kau adalah teman ku" ujar Carina yang merasa tak enak
"Tidak apa apa kak, apa aku mengganggumu?" ujar perempuan di seberang sana dengan hati hati
" Oh tidak kok, maaf kalau boleh tau ini siapa?"
"Aku Azel kak"
Carina terperangah kaget, untuk apa gadis ini tiba tiba menelponnya? Apa ada sesuatu hal yang menyangkut kakaknya? Tapi mengapa Azel tidak berbicara langsung dengan kakaknya.
"Halo? Apa kau masih disana kak?"
tanya Azel lagi, karena merasa ucapannya tak dijawab sedari tadi
"Eh, iya maaf, ada apa Azel? Tumben sekali kau menelpon ku? Apa ada sesuatu yang penting? Apa kakakku berbuat macam-macam padamu?" Cerocos Carina penasaran
"Apa sore nanti kita bisa bertemu kak? Aku ingin membicarakan sesuatu hal padamu, ku harap aku tidak mengganggumu "
"Oh baiklah, tentu saja bisa, kau tidak sama sekali menggangguku, kapan kita akan bertemu?"
" Apakah bisa kita bertemu jam 4 sore , di Cafe Candys?"
"Oke baiklah, aku akan meluncur kesana, sampai bertemu Azel"
"Terimakasih kak"
Carina mendengus kesal, semoga saja sodara lelakinya itu tidak membuat masalah lagi
__ADS_1