Kalau Cinta Jangan Marah

Kalau Cinta Jangan Marah
Episode 2


__ADS_3

Episode 2


"Maaf saya terlambat" ucap Christian setiba dirumahnya yg saat ini sedang kedatangan tamu dari keluarga Wiratama


Ia lalu berjalan kearah sofa ruang tamu dan duduk dengan santai, tanpa menghiraukan tatapan tajam dari sang mommy.


"Christian bersikaplah yang sopan" bisik Julie


Christian hanya memutar bola mata malas "Sorry mom.." jawabnya dengan lirih.


Ia lalu memandang adiknya yg saat ini sedang cemberut, lantaran tak suka dengan dengan Keluarga Wiratama, dan ia pun menoleh ke arah Jack orang yang akan dijodohkan dengan adiknya Carina yang juga memasang wajah datar.


"Selamat malam Christian" sapa Piter kepada anak pertama dari sahabatnya itu, sambil mengulurkan tangannya. Christian pun mengalihkan pandangannya ke arah pria berusia 51 tahun itu.


"Selamat malam Tuan Piter, senang bertemu dengan anda" sahutnya datar.


Piter pun hanya tersenyum maklum, karena tak heran baginya, di dunia bisnis anak lelaki pertama dari Tuan Romel sahabatnya itu, identik dengan sikap sombong, dingin dan arogannya. Jadi Piter sudah tak kaget dengan sikap Christian.


"Maafkan kelakuan anak kami, dia memang sedikit pendiam" ucap Julie sambil menyikut keras perut anaknya itu.


"Mom!" Keluh Christian


"Diamlah boy!" Kalo Daddy mu ada disini dan sedang tidak ada urusan penting keluar kota, mungkin Daddy akan menghajarmu juga"


Christian mendengus kesal, lalu berdiri dari sofa tempat duduknya, membuat semua orang disana menoleh kearahnya


"Kak mau kemana? Tanya Carina


"Kakak ada meeting dengan Relasi Bisnis" ucap Christian pada Carina, Ia pun menoleh ke arah keluarga Wiratama


"Maafkan saya, saat ini saya harus pergi"


"Tidak apa apa nak, kami tau kamu pasti sangat sibuk" sahut Naomi, dan Christian hanya mengangguk sekali, lalu dia mencium pipi mommy nya dan pergi dari ruangan itu.


"Sudah jangan dipikirkan masalah anak itu, maaf kalau suasananya saat ini tidak nyaman. Daddy nya Carina juga minta maaf, kalau tidak dapat menyambut kedatangan keluarga nak Jackson malam ini, dikarenakan ada urusan pekerjaan diluar kota secara mendadak" ucap Julie menjelaskan ,dan mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka.


"Buat apa kita kesini kalau hanya duduk saja" cibir Jackson pelan


"Jackson kendalikan ucapan mu!" Jack hanya melirik malas Maminya.


***


"Zel, keluar yuk bosen dirumah aja" rengek Ana, Azel mengerutkan keningnya bingung "Loh, katanya kita mau nonton Drakor malam ini"

__ADS_1


"Iya sih tapi bosen lah, dirumah aja mumpung gak ada bokap nyokap dirumah dan ada Lo disini, mendingan kita keluar aja"


" Ini udah jam 9 malem An, kita mau pergi kemana jam segini??"


"Udah pokoknya, Lo ikut gue aja yuk.. udah ditungguin sama Reva"


"Dia udah nungguin disana"


Azel tampak ragu ragu dan masih berpikir untuk ikut pergi, karena sebelumnya ia tidak pernah di bolehkan oleh ayahnya pergi malam malam seperti ini, tapi saat ini ia sedang tak berada dirumah, dan ayahnya pasti tidak akan tau jika ia keluar, pikirnya mungkin sekali kali keluar tidak apa apa.


"Okey, tapi pulang nya jangan kemalaman dan gak macem macem ya An"


"Yess!! Oke beb" jawab Ana antusias


***


"Duh gak pulang malem malam apanya!!!"


Sungut Azel sambil melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 23.45 Wib. Ia tampak kebingungan dan menengok sekelilingnya, mencari keberadaan kedua temannya yang saat ini sedang berada ditengah tengah kerumunan orang orang dewasa yang asik berjoget diatas dance Floor.


Ya saat ini Ana membawanya ke sebuah Club malam, untuk memenuhi ajakan Reva yang mengundang mereka ke acara party kakaknya Reva yang bernama Selena.


Tapi kedua temannya itu malah asik berjoget, tanpa menghiraukan Azel yang masih duduk sambil kebingungan mencari keberadaan kedua temannya itu diantara kerumunan orang orang yg sedang berjoget joget itu.


Dan sebelum ia pergi bersama sama Ana ke Club itu, Azel sempat berdandan dan memberi sedikit polesan eyeshadow warna peach pada mata dan lip tint pada bibir merah mudanya yang sangat sensual itu. Sehingga tak jarang banyak laki laki yang menggoda nya.


Azel memang tidak terlalu tinggi , tapi ia memiliki wajah yang sangat cantik, tubuh yang langsing, kulit putih dan bisa dikatakan sempurna untuk gadis seusianya, apalagi saat ini Azel mengenakan pakaian yang sedikit sexy.


Di sudut lain tempat itu, Christian sedang menatap Azel dengan seksama, sambil terus melempar senyuman ke arah gadis itu.


"Woii.. ngapain lo senyam senyum sendiri dari tadi" tegur Bimo yang heran dengan kelakuan sahabatnya yg duduk disampingnya..


Namun Christian hanya menoleh dan tersenyum kecut pada sahabatnya, lalu kembali memandang wajah Azel dari tempat duduknya.


Akhirnya Bimo juga menoleh kearah pandangan Tian, dia tersenyum dan menepuk bahu sahabatnya itu. "Pantesan aja lo dari tadi senyum senyum sendiri, rupanya Lo lagi nyari mangsa ya buat malam ini" sindir Bimo


"ahh..berisik Lo jangan ganggu kesenangan gue" sahut Tian


Beberapa saat kemudian Andre datang menggandeng lengan Selena menuju arah meja Tian dan Bimo berada.


"Eh bro .. kok Lo berdua gak nyapa Selena sih.. dia kan yang ngundang kita ke acara partynya malam ini" ucap bimo


"Hai Sel, happy birthday ya.. udah lama kita ga hangout bareng". ucap Bimo, Selena pun tersenyum sambil menyapa teman teman semasa kuliah nya dulu, dan salah satunya adalah pria yang sempat menjadi incaran nya.

__ADS_1


" Hai Bim hai Ian.. apa kabar??"


"udah lama ya gak ketemu Lo berdua kangen nih" sapa Selena


"Yoi Sel.. gue juga kangen sama Lo, maklum gw sama Tian sekarang udah gak bebas kayak dulu, soalnya gue sibuk sama bisnis dan apalagi doi sekarang sibuk, banyak kerjaan dikantornya, kan sekarang udah jadi CEO gantiin bokapnya" ucap Bimo sambil menepuk pundak Christian dan tersenyum ke arah selena.


"oh pantesan.." jawab Selena sambil tersenyum ke arah Christian tapi yg di ditatap hanya tersenyum datar. Dan memutar bola matanya malas.


"Diamlah dan jangan banyak bicara" jawab Christian ketus.


Selena tetap tersenyum, lalu ia duduk disamping Tian dan Andre sambil mengajak pria dingin dan para sahabatnya itu untuk ngobrol. Tapi sikap Tian sangat acuh padanya. Karena merasa tak nyaman Tian beranjak dari tempat duduknya.


"eh mau kemana Lo??" tanya Andre


"gue mau ke toilet bentar.." jawab Christian


Azel mulai merasa jenuh, duduk menunggu teman temannya yg sedang asik berjoget. Karena tak tahan ia pun akhirnya beringsut ke meja bar, kebetulan disana sedang tidak terlalu ramai, setidaknya ia tidak merasa terganggu oleh sorotan mata pria yang menatapnya dari tadi.


Azel mengambil ponsel dalam tas nya dan berusaha menelpon Ana. Tapi usahanya itu sia sia saja, karena saat ini Ana dan Reva sedang asik berjoget.


"Harusnya aku gak ngelanggar kata kata papi" gumamnya dalam hati dan menyandarkan kepalanya diatas meja bar itu


***


Tak lama kemudian Ana dan Reva menghampiri Azel yang sudah kesal karena menunggu


"Maaf ya zel gue tinggal sebentar tadi" ucap Ana..


"Apanya yang sebentar, gue udah jamuran disini nunggu Lo joget" Azel memanyunkan bibirnya.


Reva yang merasa tidak enak, ia pun segera menggandeng lengan temannya itu.


"Yuk zel kita nyamperin kak Selena, dia kan ultah hari ini" ucapnya.


Azel pun mengangguk setuju, dan mengikuti langkah teman yang menggandeng tangannya itu menuju meja dimana kakaknya berada.


"Hai kak.. sorry gue baru nyamperin lo.. oh iya gue mau kenalin temen temen sekolah gue nih.. kenalin ini Azel dan ini Ana temen sekelas gue" ucap Reva ..


Mereka pun memperkenalkan diri dan mengucapakan selamat kepada Selena.


Selena tersenyum dan bangkit dari duduknya, ia mengajak adik serta teman-teman nya itu untuk bergabung bersama mereka.


"Gapapa kan Bim.. ndre.. Adek gue gabung sama temen temennya disini"..

__ADS_1


"it's okey Hon... nyantai aja kita juga happy kok" jawab Bimo senyum dan ikut berkenalan dengan adik Selena dan teman temannya.


__ADS_2